BeritaArrow iconKategoriArrow iconArtikel

Lompat Nyaris 3 Persen, Rupiah Terkuat Lagi di Asia

09 Oktober 2015
Tags:
 Lompat Nyaris 3 Persen, Rupiah Terkuat Lagi di Asia
Petugas menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang BNI Melawai, Jakarta, Selasa (15/9). Nilai tukar rupiah terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang Federal Open Market Committee (FOMC), Selasa (15/9) menyentuh level Rp 14.408 per dolar AS atau melemah 0,52 persen dibandingkan hari sebelumnya Rp 14.333 per dolar AS. ANTARA FOTO/Yudhi M.

Ekonom: Rupiah masih berpotensi terkoreksi jika tidak ada dukungan dolar tambahan dari investor maupun BI

Bareksa.com - Rupiah kembali menunjukan ototnya pada perdagangan hari ini (Jumat, 9 Oktober 2015). Bahkan, rupiah menjadi yang terkuat di kawasan Asia Pasifik.

Berdasarkan data Bloomberg spot hari ini, pada jam 09.46 rupiah berada di level Rp13.429 per dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 3,3 persen dari penutupan hari sebelumnya. Rupiah menguat paling tinggi di kawasan Asia diikuti oleh penguatan ringgit Malaysia 2,25 persen dan dolar Taiwan 0,96 persen.

Grafik: Kurs Asia Pasifik

Promo Terbaru di Bareksa

Illustration
sumber: Bareksa

Penguatan rupiah dan mata uang lain di kawasan Asia terhadap dolar AS terjadi setelah keluarnya notulensi pertemuan Bank Sentral Amerika dini hari tadi. Notulensi menunjukan adanya kekhawatiran Bank Sentral AS terhadap prospek pertumbuhan global, serta penguatan Dolar yang dianggap membuat inflasi AS jauh di bawah target.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta dalam risetnya hari ini menilai bahwa notulensi FOMC menegaskan alasan penundaan kenaikan suku bunga pada September lalu. Tapi Rangga menegaskan bahwa rupiah masih punya potensi terkoreksi jika tidak ada dukungan pasokan dolar tambahan, baik dari investor maupun Bank Indonesia (BI).

Sebagai informasi, cadangan devisa Indonesia yang dipegang BI sampai dengan September 2015 tersisa sekitar $101,7 miliar, turun dari bulan sebelumnya $105,3 miliar. Cadangan tersebut masih cukup untuk mendanai 7 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Nilai tersebut berada di atas standar kecukupan sekitar 3 bulan impor.

Grafik: Cadangan Devisa BI

Illustration
sumber: Bank Indonesia, diolah Bareksa

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.205,01

Down- 0,89%
Up1,74%
Down- 0,12%
Up7,82%
Up19,69%
Up15,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.164,3

Down- 0,41%
Up2,34%
Up0,79%
Up7,74%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.195,82

Up0,05%
Up2,44%
Up0,93%
Up8,12%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.045,49

Down- 1,51%
Up2,95%
Down- 0,20%
---
Tags:

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua