Mau Beli Reksadana? Kenalan Dulu Sama Manajer Investasi

Manajer investasi (MI) adalah pihak profesional berlisensi dari OJK untuk mengelola dana masyarakat
Hanum Kusuma Dewi • 28 Sep 2022
cover

Ilustrasi investor dan manajer investasi sedang berjabat tangan. (shutterstock)

Bareksa.com - Saat berinvestasi reksadana, ada satu pihak yang memiliki peran sangat krusial dalam mengembangkan dan menentukan keberhasilan portofolio investasi kamu, dia adalah Manajer Investasi (MI).

MI adalah pihak profesional yang telah mendapatkan izin dan lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengelola dana masyarakat investor. Mereka memiliki kualifikasi pendidikan, sertifikasi dan pengalaman khusus untuk itu.

Jadi, jika kamu berinvestasi reksadana maka mereka lah yang akan mengelola uang kamu secara langsung. Nantinya MI akan memilih dan memutuskan mana saja saham, obligasi, deposito maupun surat berharga yang akan dibeli untuk dimasukkan dalam portofolio reksadana.

Menurut OJK, MI memiliki kewenangan melakukan kegiatan usaha yaitu : Pertama, pengelolaan portofolio efek nasabah tertentu berdasarkan perjanjian pengelolaan dana yang bersifat bilateral dan individual yang disusun sesuai peraturan yang berlaku.

Kedua, pengelolaan portofolio investasi kolektif untuk kepentingan sekelompok nasabah melalui wadah produk-produk yang diatur dalam peraturan Pengawas Pasar Modal. Ketiga, kegiatan lainnya yang sesuai dengan ketentuan Pengawas Pasar Modal.

Pada dasarnya, kinerja reksadana sangat ditentukan oleh kepiawaian manajer investasi dalam meracik portofolio instrumen investasi reksadana. Tugas MI dalam reksadana tidak hanya bertanggung jawab mengelola kinerja reksadana, tetapi juga memberikan kepastian atas legalitas dan keamanan sebuah reksadana.

Nah, karena itulah kinerja dari reksadana sangat dipengaruhi oleh keterampilan MI dalam meracik ataupun mengolah sebuah portofolio investasi.

Karena sifatnya yang sangat penting itu, maka kamu harus mengenal terlebih dulu MI yang akan mengelola investasi kamu. Apakah MI tersebut memiliki kualitas mumpuni atau malah sebaliknya. Sebab, kualitas MI akan menentukan bagaimana kinerja sebuah reksadana.

Beberapa hal yang bisa kamu perhatikan antara lain :

1. Izin Usaha

Manajer Investasi harus mengantongi izin usaha sebelum dapat mengelola dana investor. Izin ini dikeluarkan oleh OJK. Hal ini mutlak untuk menjadi faktor utama yang diperhatikan, karena jika sebuah MI tidak memiliki izin, maka ia dapat dikatakan investasi yang ilegal (bodong) dan sangat berisiko.

Untuk mengecek apakah sebuah MI sudah memiliki izin atau belum, kamu bisa mengeceknya di prospektus reksadana atau pun di website OJK.

2. Track Record yang Bagus

Manajer investasi harus memiliki pengalaman atau rekam jejak yang bagus dalam mengelola aset investornya. Hal-hal yang bisa dijadikan pertimbangan antara lain seperti siapa pemilik MI tersebut, berapa lama MI tersebut sudah beroperasi, bagaimana kepatuhannya terhadap peraturan, dan sebagainya.

3. Kinerja MI

Kamu dapat mengetahui kemampuan MI dalam mengelola reksadana dari catatan historis reksadana yang dikelolanya. Biasanya, sebuah MI dapat dikatakan mumpuni jika mampu menjaga konsistensi kinerjanya dan memberikan imbal hasil yang lumayan, terutama mampu bertahan di tengah kondisi pasar keuangan yang sedang mengalami gejolak tinggi.

4. Dana Kelolaan MI

Kamu juga bisa mengetahui kualitas MI dari besarnya dana kelolaan dari aset yang dikelolanya. Semakin besar aset yang dikelolanya, maka menandakan adanya kepercayaan dari para investor yang menanamkan dananya dalam MI tersebut.

5. Pelayanan MI

Kamu bisa melihat kualitas suatu MI dari pelayanan yang diberikan kepada investornya. Misalnya bagaimana MI merespons kebutuhan investor, seberapa cepat responsnya, apakah penjelasannya lengkap dan akurat, dan bagaimana MI memberikan rekomendasi dan strategi bagi investor, bagaimana fitur yang ada di dalamnya, dan sebagainya.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Arief Budiman/KA01/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.