Capai Resolusi Keuangan 2022 Anti Gagal, Ini Caranya

Disiplin adalah hal terpenting dalam mewujudkan rencana keuangan
Hanum Kusuma Dewi • 21 Dec 2021
cover

Ilustrasi investor reksadana saham surat berharga negara sedang menghitung uang rupiah lembaran Rp100.000 dan menggunakan kalkulator. (shutterstock)

Bareksa.com - Menghadapi tahun baru 2022, smart investor pasti ingin kehidupan yang lebih baik terutama dalam hal keuangan. Namun, rencana yang sudah dibuat di awal tahun sering terlupakan dan smart investor gagal mencapai target finansial. 

Smart investor tidak sendiri mengalami kondisi ini. Pada tahun 2020, Bank Commonwealth melakukan survei dengan responden berusia 20-40 tahun di kota-kota besar di Indonesia. Hasilnya, 60 persen responden yang merupakan pekerja/karyawan merasa bahwa mereka konsumtif dan kesulitan untuk menabung, tapi mereka juga menyadari pentingnya menabung. 

Selain itu, ada 50 persen responden yang tidak melakukan tracking pengeluarannya dan 53 persen responden berpendapat bahwa menabung itu mudah tapi mereka masih berpikir bahwa sebenarnya mereka dapat menabung dengan lebih baik jika mereka kurang konsumtif dan lebih sadar akan pengeluaran mereka. 

Apa solusinya? 

Head of Marketing, Branding and Digital Products Bank Commonwealth Lia Rosmalia mengatakan bahwa resolusi keuangan dapat terwujud jika kita memiliki literasi keuangan yang baik dan memahami perencanaan serta pengaturan keuangan. 

"Hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa masih ada banyak ruang untuk kita memperbaiki perencanaan keuangan agar lebih teratur dan terukur,” kata Lia dalam acara diskusi dengan media, BizInsight, yang diadakan Bank Commonwealth, Selasa 21 Desember 2021. 

Lia memberikan tiga tips agar resolusi keuangan dapat terwujud dengan mudah.

1. Membuat Anggaran 

Pertama dan yang paling penting dilakukan adalah membuat anggaran setiap bulan. “Idealnya, kita menganggarkan 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, 30 persen untuk entertainment, dan 20 persen untuk tabungan, investasi, dan cicilan,” jelas Lia.

Berkaitan dengan investasi ada banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan mulai dari reksadana, surat berharga negara (SBN) hingga emasHal ini juga disesuaikan dengan profil risiko. 

Misalnya untuk jangka pendek sekitar setahun baiknya investasi di reksadana pasar uang, lalu SBN untuk jangka waktu 2-3 tahun. Untuk jangka panjang, bisa di reksadana saham. Adapun emas, bisa untuk diversifikasi untuk jangka panjang dan safe haven (aset aman) saat pasar keuangan tidak menentu.

2. Catat (Tracking) Pengeluaran

Menurut Lia, pencatatan ini harus dilakukan rutin setiap bulan agar secara rutin kita bisa meningkatkan tabungan dan juga melacak pengeluaran yang tidak dibutuhkan. 

3. Disiplin

Disiplin adalah hal terpenting dalam mewujudkan rencana keuangan. Disiplin dalam hal ini adalah membuat anggaran setiap bulan dan mengikutinya. Kemudian, disiplin tracking pengeluaran atau melakukan evaluasi rutin.

Lia melanjutkan, untuk mempermudah melakukan tips tersebut, kita bisa menggunakan aplikasi, alih-alih mencatatnya secara manual di buku catatan. Satu aplikasi perbankan digital CommBank Mobile didesain khusus untuk mewujudkan resolusi keuangan ini.

* * * 

Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​
Kinerja masa lampau tidak menjamin kinerja masa depan. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.