Jelang Akhir Tahun, Waktu Tepat untuk Investasi?

Produk investasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi
Hanum Kusuma Dewi • 08 Dec 2021
cover

Ilustrasi investor wanita muda sedang berpikir tentang rencana investasi. (shutterstock)

Bareksa.com - Jelang akhir tahun 2021, mau menambah pundi-pundi dalam pos investasi atau justru mau mulai investasi?

Tidak ada yang bisa memberikan jaminan mengenai kestabilan kondisi ekonomi ke depan, terlebih pandemi Covid-19 saat ini masih melanda dunia. Meski demikian, berinvestasi yang sudah dapat dikatakan menjadi sebuah keharusan, harus terus dilakukan.

Tujuannya tak lain, demi masa depan keuangan diri sendiri maupun keluarga Anda yang baik bahkan lebih baik dibandingkan hari ini. Makanya, bagi investor yang mulai dan atau belum konsisten berinvestasi, ada baiknya jelang akhir tahun ini seperti sekarang memulai kembali berinvestasi.

Tentu diperlukan kehati-hatian dan berjaga-jaga akan risiko pada instrumen investasi yang dipilih. Memperhatikan profil risiko terlebih bagi investor pemula, menjadi hal pertama selain membuat tujuan investasi, perlu dilakukan.

3 Tipe Investor

Iya, demi kenyamanan berinvestasi, sebaiknya seorang investor perlu mengetahui profil risiko agar dapat menemukan produk yang sesuai dengan karakter. Masih bingung Anda termasuk tipe investor dengan profil risiko seperti apa? Berikut tiga tipe investor:

1. Konservatif (Penghindar Risiko/Risk Averter)

Tipe konservatif adalah tipe investor dengan profil risiko paling rendah. Investor tipe ini menginginkan investasi yang aman, tingkat imbal hasil (return) cenderung stabil, dan takut kalau investasi pokok berkurang. Dengan kata lain, investor konservatif cenderung memilih jenis investasi yang stabil, berisiko rendah atau bahkan tidak ada risiko sama sekali. Umumnya yang masuk dalam kategori konservatif adalah investor pemula yang baru saja tertarik untuk berinvestasi.

Tipe investor yang seperti ini cocok untuk berinvestasi pada reksadana pasar uang. Reksadana pasar uang sangat sesuai dengan karakteristik dari investor jenis ini. Reksadana pasar uang memiliki tingkat risiko yang cukup rendah, dan sangat cocok untuk investor yang berinvestasi dengan tujuan jangka pendek. Hal itu tak lain karena investor tetap akan mendapatkan imbalan (return), dan tidak perlu khawatir akan fluktuasi harga yang ada di pasar modal.

2. Moderat

Tipe moderat adalah tipe investor dengan profil risiko sedang. Investor tipe moderat biasanya memiliki tujuan finansial jangka menengah, dan siap dengan tingkat return yang fluktuasinya tidak signifikan, tetapi masih tidak terlalu berani mengambil risiko. Untuk investor bertipe moderat, mereka masih bisa menoleransi risiko dalam berinvestasi.

Tetapi tidak untuk risiko yang tergolong besar dan masih tetap berhati-hati dalam memilih instrumen investasi yang aman. Adanya fluktuasi pada pasar modal saat berinvestasi pun sudah mulai dipahami pada investor jenis ini. Tipe investor moderat, cocok untuk berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran.

3. Agresif (Penyuka Risiko/Risk Taker)

Tipe agresif adalah tipe investor dengan profil risiko yang tinggi. Investor tipe ini sangat siap jika investasi pokoknya berkurang atau hilang demi imbal hasil yang juga tinggi. Biasanya investor yang seperti ini adalah investor yang sudah berpengalaman.

Seorang investor dengan tipe ini, sudah terbiasa terhadap fluktuasi harga pasar modal, bahkan terhadap fluktuasi yang tergolong ekstrim. Tipe investor agresif ini juga tidak takut untuk menaruh modal di instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi, sehingga sangat cocok berinvestasi pada jenis reksadana saham.

Apapun jenis dan produk reksadana yang investor pilih, pastikan lebih dahulu telah sesuai dengan profil risiko.

(Martina Priyanti/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.