Milenial, Ini Lima Keuntungan Investasi Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan

Imbal hasil yang diberikan sukuk ialah berupa uang sewa (ujrah) dengan persentase tertentu sesuai dengan prinsip syariat Islam
Abdul Malik • 15 Jan 2021
cover

Ilustrasi wanita cantik menarik investor karyawan muda milenial sedang tersenyum sambil memegang handphone smartphone gadget untuk transaksi online reksadana saham obligasi surat utang

Bareksa.com - Generasi milenial jadi salah satu tumpuan pemerintah dalam penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel termasuk penerbitan jenis-jenis Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN yakni Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman mengatakan tren generasi milenial terus mendominasi pemesanan SBN ritel. Khususnya sejak penerbitan SBN Ritel dijual secara online. Investor milenial ialah mereka yang lahir antara tahun 1980-2000.

Pada tahun ini, SBN ritel yang direncanakan terbit terdiri dari seri konvensional atau Surat Utang Negara (SUN) dan seri syariah atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Seri-seri tersebut termasuk Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), Sukuk Ritel (SR) dan Obligasi Negara Ritel (ORI).

Punya niat untuk mendukung pembangunan negara dengan cara membeli SBN Ritel khususnya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)? Jika iya, wujudkan niat tersebut dengan menilik jadwal di bawah ini:

Selain membantu pembangunan negara, apa saja keuntungan yang bisa diperoleh investor? Berikut keuntungan yang akan diperoleh dengan membeli Sukuk Tabungan dan Sukuk Ritel :

1. Dijamin pemerintah 100 persen

Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menjamin pembayaran pokok dan imbalan sukuk, sebagai salah satu bentuk SBN.

Sebagai investor Kita tidak perlu khawatir uangnya hilang atau nilai investasinya berkurang. Yang dimaksud dijamin 100 persen ialah jadi, kalau ada investor yang investasi di SBN Ritel hingga Rp3 miliar sekalipun, maka semua uangnya akan dijamin kembali. Berbeda dengan deposito yang dijamin Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) hanya sampai maksimal Rp2 miliar.

2. Tingkat imbalan kompetitif

Keuntungan atau imbal hasil yang diberikan sukuk ialah berupa uang sewa (ujrah) dengan persentase tertentu sesuai dengan prinsip syariah Islam yang tidak mengandung unsur riba. Imbal hasil sukuk ini, akan dibayarkan secara rutin tiap bulan dan nilai pokok modal kita akan dibayarkan pada saat jatuh tempo yakni setelah dua tahun.

Imbal hasil sukuk biasanya lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito bank. Dengan jangka waktu simpanan 2 tahun, tentunya investor bisa merasakan keuntungan yang lebih besar dibandingkan hanya dengan menabung di bank.

Perlu diketahui, imbalan itu menggunakan sistem mengambang dengan batas minimal (floating with floor) untuk SBN Ritel non tradable yang bersifat tidak bisa diperdagangkan. Penghitungan imbalan mengikuti perkembangan BI 7-Day Reverse Repo Rate, dengan jaminan imbalan minimal (floor) sampai dengan jatuh tempo. Artinya, ada kemungkinan imbalan bisa naik bila acuan naik tetapi tidak bisa turun lebih rendah daripada batas minimal.

Adapun jika SBN Ritel yang dibeli bersifat bisa diperdagangkan (tradable) maka menggunalan tingkat imbalan tetap (fixed), namun bisa dijual sewaktu-waktu ketika membutuhkan dananya dalam kondisi darurat.

3. Early Redemption

Meski Sukuk Tabungan tidak bisa diperdagangkan, instrumen ini bisa dicairkan lebih awal tanpa dikenakan biaya (redemption cost) oleh pemerintah. Syaratnya, nilai transaksi awal minimal Rp2 juta atau 2 unit.Jumlah yang bisa dicairkan awal, maksimal hanya separuh investasi awal, dengan mimimal investasi yang bisa melakukan pencairan awal ialah Rp2 juta. Adapun untuk Sukuk Negara Ritel karena bersifat tradable, maka tidak memiliki fasilitas early redemption.

4. Akses Online

Transaksi pembelian sukuk dan pengajuan pencairan sebelum jatuh tempo (early redemption) dilakukan melalui sistem elektronik (online) karena sukuk tabungan merupakan jenis SBN khusus ritel yang ditawarkan secara online (e-SBN).

5. Halal & Bebas Riba

Nah bagi investor yang memegang prinsip-prinsip Islami, investasi Sukuk Tabungan bisa menjadi pilihan karena bebas dari unsur riba (bunga), maysir (judi), dan gharar (ketidakpastian). Segala informasi tentang struktur, keuntungan, dan tanggal jatuh tempo sukuk dapat dibaca dalam memorandum informasi yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan.

Namun, sebelum melakukan investasi baiknya untuk kenyamanan berinvestasi, pastikan dulu tujuan keuangan dan profil risiko Anda.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan APBN untuk pembangunan negara. Tunggu penerbitan SBN Ritel berikutnya di Bareksa

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.