Wakil Ketua OJK 2017-2022 Nurhaida Raih Penghargaan Tokoh Pasar Modal Bareksa-Kontan Fund Awards

Nurhaida mendorong terobosan regulasi dalam pemanfaatan teknologi digital di pasar modal
Hanum Kusuma Dewi • 10 Nov 2022
cover

Wakil Ketua DK OJK 2017-2022 Nurhaida (tengah) saat menerima penghargaan sebagai Tokoh Pasar Modal di Bareksa Kontan Fund Awards ke-6 Tahun 2022 yang diberikan oleh Co-Founder dan CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra (kiri) dan Pemimpin Redaksi Harian KONTAN Ardian Taufik Gesuri (kanan).

Bareksa.com - Platform e-investasi Bareksa bersama media bisnis dan investasi terkemuka, Kontan (Kompas-Gramedia Group), kembali menyelenggarakan penghargaan industri reksadana Tanah Air, Bareksa-Kontan Fund Awards ke-6 Tahun 2022. 

Ajang ini merupakan penghargaan tahunan bagi produk Reksadana Terbaik dan Manajer Investasi (MI) Juara yang menunjukkan performa terbaik setahun terakhir. Termasuk, tokoh yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi bagi pertumbuhan industri reksadana di Indonesia.

Istimewa dalam acara tahun ini adalah “Penghargaan Tokoh Pasar Modal Indonesia” yang diberikan kepada Nurhaida, Wakil Ketua OJK 2017-2022 dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK periode 2012-2017. 

Co-Founder & CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, dalam sambutannya mengatakan pemilihan Nurhaida sebagai Tokoh Pasar Modal Indonesia 2022 berdasarkan kontribusi yang diberikan selama menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal dan Wakil Ketua DK OJK.

“Keputusan penghargaan ini dilandasi oleh rasa penghargaan atas segala jasa, peran dan kepemimpinan Ibu di Otoritas Jasa Keuangan RI yang telah memelopori kerangka regulasi yang mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, yang selama tujuh tahun belakangan telah memperlihatkan hasil yang nyata dengan terjadinya pendalaman pasar reksadana secara amat signifikan.”

Ardian Taufik Gesuri, Pemimpin Redaksi KONTAN juga mengamini pencapaian Nurhaida sebagai pimpinan OJK. "Bu Nurhaida telah mendorong perkembangan pasar modal yang cukup pesat selama menjabat sebagai pimpinan OJK. Selain itu, beliau juga mendukung inovasi baru yang memanfaatkan teknologi untuk peningkatan akses pada produk pasar modal termasuk reksadana. Hasilnya terlihat peningkatan jumlah investor yang signifikan, terutama melalui channel online," kata Ardian. 

Sumber: Kustodian Sentral Efek Indonesia

Nurhaida mengatakan merasa terhormat atas penghargaan yang diberikan oleh Bareksa-Kontan Fund Awards 2022. “Pencapaian selama menjadi regulator tidak terlepas dari kerja tim di OJK serta industri yang kerap memberikan tantangan serta menyampaikan solusi demi kemajuan industri pasar modal Indonesia,” kata Nurhaida.

Menurut data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal melonjak signifikan dalam lima tahun terakhir. Jumlah pemilik SID mencapai 9,77 juta per September 2022, melonjak 770% dibandingkan hanya 1,2 juta investor per akhir 2017. Dari jumlah tersebut, pertumbuhan investor reksadana meningkat lebih fantastis hingga 15 kali lipat mencapai 9,09 juta per September 2022. 

Adapun dana kelolaan reksadana khususnya di APERD fintech juga melonjak signifikan. AUM reksadana secara industri tumbuh 161% dalam 5 tahun terakhir menjadi Rp548,48 triliun per Juni 2022. Melalui fintech, kelolaan reksadana melonjak sejak pertama ada di 2016 kini sudah mencapai Rp22,09 triliun. Porsi fintech terhadap industri kini sudah mencapai 4% dibandingkan dulu hanya 0,01% pada 2016. 

 

Terobosan di reksadana ini juga diikuti oleh Kementerian Keuangan dalam penjualan Surat Berharga Negara (SBN). Sejak 2018, Kemenkeu menggandeng mitra distribusi menggunakan teknologi digital dalam e-SBN untuk mendorong partisipasi ritel. Hasilnya, jumlah investor SBN juga meningkat pesat hingga 7 kali lipat dalam lima tahun terakhir. Per September 2022, sudah ada 783.273 investor SBN, dibandingkan 128.474 per akhir 2017. 

Metodologi Penilaian Reksadana

Ardian menjelaskan bahwa Bareksa-Kontan Fund Awards ke-6 Tahun 2022 berbeda dengan tahun sebelumnya, dengan perubahan kategori dan metodologi penilaian sehingga awards yang diserahkan sebelumnya berjumlah 56 awards menjadi 22+1 awards

“Penghargaan tahun ini lebih selektif dibandingkan sebelumnya. Hasil penilaian reksadana dan manajer investasi sangat independen, tidak dipengaruhi kepentingan marketing apapun, serta mengedepankan parameter governance,” jelas Ardian. 

Barometer Bareksa digunakan sebagai benchmark penilaian Fund Awards 2022 dengan rumus penilaian sebagai berikut: 

  • 20% GCG: terdiri dari 20% kelengkapan pelaporan aset dan 80% record suspensi
  • 40% Sharpe: Semakin tinggi sharpe ratio, semakin tinggi skor
  • 20% AUM: Semakin tinggi dana kelolaan, semakin tinggi skor
  • 20% Strategic Portfolio: Mencocokkan portofolio reksadana dengan strategi dari para analis/konsensus

Di samping itu, dewan juri 6th Bareksa-Kontan Fund Awards yang terlibat dan konsisten dalam penilaian penghargaan adalah Mas Achmad Daniri - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia 1999-2002, Lukas Setia Atmadja, Ph.D - Universitas Prasetya Mulya, dan Ardian Taufik Gesuri - Pimpinan Redaksi Kontan.

Mas Achmad Daniri yang juga merupakan Dewan Pakar Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) menegaskan bahwa penghargaan diberikan dengan perhitungan yang teliti dengan mempertimbangkan kinerja produk, risiko, reputasi dan tata kelola manajer investasi. 

Awards murni diberikan sesuai dengan parameter dan keputusan juri yang independen, obyektif dan tidak dipengaruhi kepentingan pemasaran apapun,” kata Daniri. 

Baca juga ​Daftar Pemenang Fund Awards 2022, 22 Reksadana dan MI Terbaik Plus Tokoh Pasar Modal


Investasi Lawan Resesi

Pengumuman dan penganugerahan pemenang Bareksa-Kontan Fund Awards 2022 ini digelar secara offline di Ritz-Carlton Pacific Place, setelah dua tahun berturut dilakukan secara virtual menyesuaikan masa pandemi. Acara ini mengusung tema besar Lawan Inflasi dan Resesi, yang sangat relevan dengan kondisi ekonomi pasca pandemi dan kekhawatiran masyarakat di Indonesia. 

Selain penyerahan penghargaan, Bareksa-Kontan Fund Awards ke-6 Tahun 2022 menampilkan talkshow berjudul Investasi di Tubir Jurang Resesi: Outlook Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia 2023. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan insight kepada para pelaku pasar, investor serta fund manager mengenai perkembangan kondisi global dan dampaknya pada pasar modal nasional.

Pembicara yang hadir dalam Talkshow ini adalah Ekonom sekaligus Rektor UNIKA Atmajaya Agustinus Prasetyantoko dan Partner Ernst & Young Indonesia David Rimbo. 

(hm)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.