Pandemi Harus Tumbuhkan Semangat Berbagi, Yuk Simak Bareksatalk Bareng Benih Baik

Bareksa menyelenggarakan acara IG Live Bareksatalk Bareksa X Benih Baik : Pandemi Tumbuhkan Semangat Berbagi pada Rabu, 21 Juli 2021 pukul 19.00 WIB
Abdul Malik • 21 Jul 2021
cover

Banner acara IG Live Bareksatalk Bareksa X Benih Baik : Pandemi Tumbuhkan Semangat Berbagi pada Rabu, 21 Juli 2021 pukul 19.00 WIB. (Bareksa)

Bareksa.com - Berlanjutnya pandemi Covid-19 telah mengakibatkan perekonomian masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah terpuruk. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah penduduk miskin Indonesia pada September 2020 mencapai 27,55 juta orang atau setara 10,19 persen dari total jumlah penduduk. Jumlah itu meningkat 2,76 juta orang dibandingkan posisi September 2019 yang mencapai 24,97 juta orang.

Riset BPS tersebut belum menghitung kondisi saat ini hingga pertengahan Juli 2021, di mana pandemi masih berlangsung dan menghantam sendi-sendi perekonomian masyarakat.

Pemerintah pun terpaksa memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat akibat lonjakan kasus positif baru di tengah gelombang II pandemi Covid-19 pada 3-20 Juli 2021 yang kemudian diperpanjang hingga 25 Juli guna menekan lonjakan kasus virus corona (Covid-19).

Di tengah situasi tekanan ekonomi akibat pandemi inilah, Bareksa, platform e-investasi terbesar di Indonesia, mengajak para investor untuk berinvestasi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dengan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan.

Dalam program ini Bareksa menggandeng Benih Baik, platform situs dan aplikasi crowdfunding terpercaya, terkurasi dan terverifikasi di Indonesia

Ada banyak orang yang terdampak dan memerlukan uluran tangan kita yang masih mampu. Maka itu, smart investor tetap bisa berinvestasi namun juga sekaligus berbagi kepada sesama. Selengkapnya smart investor bisa menyimak pada acara :

Acara : IG Live Bareksatalk Bareksa X Benih Baik : Pandemi Tumbuhkan Semangat Berbagi
Hari : Rabu, 21 Juli 2021, pukul 19.00 WIB
Narasumber : Andy F Noya - Founder/CEO Benih Baik
Host : Asoka Remadja - Content Creator

Yuk smart investor jangan ketinggalan simak acaranya!

Kiprah Andy F Noya

Andy memiiki nama lengkap Andy Flores Noya alias Andy Noya atau Kick Andy. Pria kelahiran Surabaya, Minggu, 6 November 1960 ini memang sangat populer Dilansir merdeka.com, sebenarnya Andy tidak diterima kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik tersebut sebab perguruan tinggi tersebut tidak menerima lulusan STM.

Namun karena tekadnya yang kuat untuk menjadi seorang wartawan, membuat Andy berusaha menemui Rektor Sekolah Tinggi Publisistik saat itu, yaitu Bapak Ali Mochtar Hoeta Soehoet dan memohon persetujuan untuk mengikuti perkuliahan di perguruan tinggi pilihannya itu. Sang rektor akhirnya luluh dan memberikan kesempatan kepada Andy untuk mengikuti tes masuk, dengan syarat harus ada surat rekomendasi dari Dirjen Pendidikan Tinggi.

Selain itu, prestasi nilai mata kuliah Andy juga harus selalu bagus agar ia tidak dikeluarkan. Ternyata Andy berhasil mempertahankan prestasinya sehingga ia berhasil melanjutkan masa perkuliahannya.

Andy pertama kali terjun sebagai reporter pada 1985. Saat itu dia membantu Majalah TEMPO untuk penerbitan buku Apa dan Siapa Orang Indonesia ketika ia masih kuliah di Sekolah Tinggi Publisitik (STP) Jakarta. Andy kemudian diajak bergabung oleh Lukman Setiawan, pimpinan di Grafitipers, salah satu anak usaha TEMPO dalam harian ekonomi Bisnis Indonesia yang pada tahun 1985 itu hendak terbit.

Karena itu, Andy tercatat sebagai 19 reporter pertama di harian itu. Baru dua tahun di Bisnis Indonesia, Andy kemudian diajak untuk memperkuat majalah MATRA yang baru diterbitkan oleh TEMPO oleh Fikri Jufri, seorang wartawan senior majalah TEMPO, sehingga kemudian ia bergabung bersama MATRA.

Saat ia masih bersama MATRA, pada 1992 datang tawaran dari Surya Paloh, pemilik suratkabar Prioritas yang waktu itu dibredel. Surya Paloh mengajak Andy untuk bergabung dengan koran Media Indonesia yang mereka kelola. Sejak itulah Andy kembali ke dunia suratkabar.

Dalam perjalanan kariernya, Andy pernah menjadi host program Jakarta Round Up dan Jakarta First Channel di Radio Trijaya selama lima tahun dari tahun 1994 sampai 1999.

Pada 1999, stasiun televisi swasta nasional RCTI menghadapi masalah pergolakan di kalangan wartawan program berita Seputar Indonesia. Hal ini berkaitan dengan adanya ketentuan yang mengharuskan PT Sindo, anak usaha RCTI yang menaungi Seputar Indonesia, untuk bergabung dengan RCTI sebagai induk.

Andy diutus untuk membantu bersama wartawan senior Djafar Assegaff. Tugas utama mereka adalah memimpin Seputar Indonesia sekaligus memuluskan proses transisi ke RCTI.

Stasiun televisi Metro TV mendapat izin siarannya pada tahun 2000. Surya Paloh memanggil Andy kembali untuk memimpin Metro TV sebagai pemimpin redaksi. Tiga tahun kemudian pada tahun 2003, Andy ditarik kembali ke Media Indonesia. Kali ini ia menjadi pemimpin redaksi di surat kabar umum terbesar kedua di Indonesia itu.

Saat pemimpin redaksi Metro TV, Don Bosco mengundurkan diri pada awal tahun 2006, Andy diminta merangkap menjadi pemimpin redaksi Metro TV menggantikan Don Bosco. Saat itu Andy telah menjadi wakil pemimpin umum di Media Indonesia. Andy F. Noya telah menjadi pembawa acara terpopuler "Kick Andy" yang ditayangkan di Metro TV. Acara ini selalu menjadi sorotan publik dan disukai banyak orang karena banyak memberikan edukasi dan fakta.

Andy kemudian mendirikan startup Benih Baik (Yayasan Benih Baik Indonesia/YBBI) bersama Khristiana Anggit Mustikaningrum dan Firdaus Juli yang diluncurkan pada Oktober 2019. Mendapatkan izin dari Kementerian Sosial dan Kementerian Komunikasi dan Informasi, BenihBaik dipercaya jutaan masyarakat dan berbagai perusahaan sebagai jembatan kebaikan.

Tujuan platform ini untuk mempertemukan orang-orang yang membutuhkan bantuan dengan orang-orang yang ingin berbuat baik. Dari sekitar 270 juta penduduk di Indonesia, 10 persen masih hidup di bawah garis kemiskinan. Artinya 26 juta orang masih belum menikmati hidup layak, sehingga perlu dibantu. Benihbaik.com juga memiliki aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store dan App Store. Pengguna bisa memberikan donasi melalui beberapa program melalui transaksi elektronik seperti Ovo, Dana serta point reward Grab.

Siapa Asoka Remadja?

Meski bukan berlatar selebritas atau dunia hiburan, Asoka Remadja sukses menjadi salah satu influencer dan travel blogger terkenal di Tanah Air. Di akun Instagram @asokaremadjas, pria kelahiran Jakarta, 17 Agustus 1988 itu memiliki lebih dari 65.000 pengikut.

Dilansir mediaindonesia.com, unggahan Ashoka di akun media sosialnya bukan hanya soal perjalanan, melainkan juga soal hobi tanaman, kulineran, ulasan produk rumah tangga, bahkan soal investasi. Fanatisme para pengikutnya bisa dilihat dari larisnya produk-produk yang dia ulas, termasuk produk-produk penyubur tanaman buatannya.

Di tengah kesuksesannya, salah satu hal yang tidak berubah ialah ciri khasnya mengenakan sarung atau kain adati Indonesia. Baik saat travel ke berbagai daerah maupun nge-mall, Asoka lebih memilih mengenakan sarung tenun dan batik. Ketika kerap dianggap sebagai bentuk mencari perhatian berlebih, Asoka menceritakan kegemarannya bersarung bukan hal baru. Ia sudah rutin mengenakan sarung sejak masih kuliah dan bekerja di Tiongkok pada 2012.

Baginya, pemilihan sarung bukan tanpa alasan, melainkan menyesuaikan dengan kepribadian. Hal itu juga yang membuatnya meninggalkan segala impian yang sudah dicapainya di 'Negeri Tirai Bambu' dan kembali ke Indonesia pada 2014. Sejak tahun itu pula, ia bertualang ke berbagai tempat di Tanah Air, dari ujung paling barat di Sumatra hingga Papua.

Hobi travel itu kemudian membuatnya terkenal sebagai bloger pejalan dan sejak 2016 digandeng secara komersial oleh beberapa biro perjalanan. Namun, ia tidak melupakan niat awal untuk berbagi kebahagiaan lewat dunia maya. Karena itu, ia kerap melakukan kegiatan amal. Memasukkan misi sosial di media sosial juga merupakan wujud mengikuti prinsip yang diajarkan orangtuanya. Mereka selalu mengingatkan untuk sebisa mungkin berempati dan bersimpati kepada sesama.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.