Apa Itu Robo Advisor Bareksa dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Keunggulan robo advisor yang dikembangkan Bareksa, ialah menyediakan layanan perencanaan investasi otomatis, didukung oleh algoritma teori portofolio modern dan juga pengawasan manusia
Abdul Malik • 24 May 2021
cover

Ilustrasi Robo advisor Bareksa (Bareksa/Nadya P)

Bareksa.com - Bareksa, platform e-investasi terbesar di Indonesia, meluncurkan robo advisor pertama di Indonesia yang mendapatkan lisensi Penasihat Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. Izin ini dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-17/D.04/2021 tentang Pemberian Izin Usaha Penasihat Investasi Kepada PT Bareksa Portal Investasi tertanggal 20 April 2021.

Robo advisor ini dinamai BaTaRA yang merupakan singkatan dari Bareksa Tactical Robo Advisor. Uji-beta telah dilakukan selama 9 bulan, sejak Agustus tahun lalu, yang diikuti 1.000 nasabah.

Robo advisor Bareksa memberikan panduan dan pendampingan taktikal bagi investor berdasarkan algoritma dan fitur kecerdasan buatan yang dikombinasikan dengan strategi investasi yang dirumuskan tim analis Bareksa yang memiliki pengalaman panjang di area ini. 

CEO/Co-founder Bareksa Karaniya Dharmasaputra mengatakan, "Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi dukungan OJK yang telah memberikan izin penasihat investasi pertama bagi robo advisor di Indonesia. Insya Allah, amanah ini akan kami jaga sebaik-baiknya sehingga Robo Advisor Bareksa menjadi robo advisor yang lebih aman, terpercaya, independen, dan dapat memberikan hasil investasi yang maksimal bagi masyarakat luas." 

Sebagai robo advisor reksadana yang diawasi OJK, Karaniya menyatakan bahwa Robo Advisor Bareksa dipastikan sepenuhnya bergerak secara independen dan berpihak pada kepentingan nasabah. Metodologi yang diterapkan juga dibuat transparan dan independen, dan secara berkala dilaporkan ke OJK sebagaimana dipersyaratkan regulasi yang ada. 

"Kami pastikan bahwa rekomendasi investasi dari Robo Advisor Bareksa, tidak didasarkan pada kepentingan promo dan marketing apapun," ujar Karaniya (24/5/2021).

Apa itu Robo Advisor Bareksa?

Robo advisor adalah konsultan finansial yang memberikan saran investasi digital dan mengelola portofolio investasi investor dengan menggunakan algoritma khusus yang dibangun dengan teknologi terdepan.

Robo advisor merupakan salah satu fasilitas yang sering digunakan dalam dunia investasi terutama di Amerika Serikat. Namun kini Bareksa telah menghadirkan robo advisor pertama yang berlisensi dari OJK. 

Keunggulan robo advisor yang dikembangkan Bareksa, ialah fitur ini menyediakan layanan perencanaan investasi otomatis, didukung oleh algoritma teori portofolio modern dan juga pengawasan manusia.

Robo Advisor Bareksa akan mengumpulkan informasi tentang profil risiko kamu melalui kuesioner. Kemudian menggunakan market data untuk memberikan rekomendasi secara otomatis tentang bagaimana kamu dapat melakukan diversifikasi portofolio ke berbagai kelas aset.

Bagaimana Cara Kerja Robo Advisor Bareksa?

1. Robo Advisor Bareksa akan mempelajari profil risikomu

Robo Advisor Bareksa membantumu mengevaluasi kemampuan dan kemauanmu dalam mengambil risiko.

2. Menentukan kombinasi jenis reksadana untukmu

Robo Advisor Bareksa akan membantumu dalam menentukan jenis reksadana yang sesuai. Secara umum reksadana terbagi menjadi 5, yakni reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana indeks.

- Reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana yang penempatan dananya dialokasikan di pasar uang dan atau surat berharga yang jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun. Instrumen investasinya di antaranya deposito berjangka, sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).

Reksadana ini memiliki risiko rendah, imbal hasil rendah, pergerakan harga stabil dan target jangka waktu investasi atau pencairan dana di bawah 1 tahun.

- Reksadana pendapatan tetap ialah jenis reksadana yang berinvestasi sekurang-kurangnya 80 persen dari penempatan dananya ditempatkan di efek utang atau obligasi. Instrumen investasinya di antaranya obligasi dan pasar uang.

Reksadana ini memiliki risiko moderat, imbal hasil menengah, pergerakan harga sedikit fluktuatif, dengan target jangka waktu investasi atau pencairan 1-3 tahun.

- Reksadana saham adalah jenis reksadana yang berinvestasi sekurang-kurangnya 80 persen dari penempatan dananya dialokasikan di saham. Instrumen investasinya ialah saham dan pasar uang.

Reksadana ini memiliki risiko tinggi, imbal hasil tinggi, pergerakan harga fluktuatif dengan target pencairan dana atau jangka waktu investasi di atas tahun.

- Reksadana campuran merupakan jenis reksadana yang menempatkan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi. Instrumen investasinya di antaranya saham, obligasi dan pasar uang.

Reksadana ini memiliki risiko moderat-cukup tinggi, imbal hasil menengah-cukup tinggi, pergerakan harga sedikit fluktuatif-fluktuatif, target pencairan dana atau jangka waktu investasi 3-5 tahun.

- Reksadana indeks ialah reksadana yang bertujuan untuk mendapatkan hasil investasi yang performanya mirip indeks acuannya. Instrumen investasi reksadana ini ialah saham yang menggunakan indeks sebagai acuan.

Reksadana ini memiliki risiko tinggi, imbal hasil tinggi, pergerakan harganya fluktuatif dengan target pencairan dananya 3-5 tahun.

3. Merekomendasikan produk reksadana

Robo Advisor Bareksaakan membantumu mencarikan produk yang terpercaya dan sesuai dengan profil risikomu.

Untuk memastikan kenyamanan investor dalam berinvestasi, Robo Advisor Bareksa memiliki beberapa kriteria yang ditetapkan dalam menentukan rekomendasi produk reksadana.

Kriteria Pemilihan Produk

- Reksadana berumur lebih dari 2 tahun
- Dana kelolaan di atas Rp100 miliar
- Tingkat risiko relatif stabil dalam 2 tahun terakhir (diukur berdasarkan standar deviasi)
- Kualitas aset relatif aman dan tren performa mengikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bank Indonesia (BI), dan Bloomberg Indonesia Sovoreign Rate
- Kinerja imbal hasil (sharpe ratio) baik dengan tingkat risiko dalam batas toleransi.

Standar deviasi adalah pengukuran persebaran data. Semakin kecil standar deviasi tingkat risiko produk, maka semakin stabil kinerjanya.

Sharpe ratio adalah tingkat tambahan imbal hasil (di luar imbal hasil bebas risiko) suatu produk dibandingkan setiap unit risikonya. Semakin tinggi sharpe ratio, maka semakin besar imbal hasil yang didapatkan, relatif terhadap risiko yang diambil.

Promo Bareksa

Bersamaan dengan peluncuran robo advisor ini, Bareksa menggelar promosi dengan hadiah senilai total Rp100 juta bagi 2.000 orang, dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk mengikuti promosi ini, investor cukup melakukan pembelian reksadana menggunakan robo advisor di aplikasi Bareksa. Metode pembayaran bisa menggunakan apa saja, dengan nilai minimal pembelian Rp1 juta. Informasi lengkap mengenai promosi ini bisa diakses di semua akun media sosial Bareksa.

Robo advisor tersedia di aplikasi Bareksa yang bisa diunduh di App Store untuk ponsel berbasis iOS dan Google Play Store untuk Android.

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.