Bareksa Insight : Pasar Tunggu Suku Bunga AS dan Kinerja Emiten, Reksadana Ini Cuan 10 - 30 Persen

Abdul Malik • 25 Jul 2022

an image
Ilustrasi kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau Fed Rate yang berdampak pada pasar keuangan dunia, termasuk IHSG, reksadana, SBN dan emas. (Shutterstock)

Fluktuasi pasar saham pekan ini masih akan tinggi, mengingat ada sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri

Bareksa.com - Analisis Bareksa memproyeksikan fluktuasi pasar saham pekan ini masih akan tinggi, mengingat ada sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri. 

Dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed) akan merilis suku bunga acuan (Fed Rate) yang berpotensi naik hingga 0,75 persen pada Juli 2022, dari level saat ini 1,5 - 1,75 persen. Para pelaku pasar juga menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Negara Paman Sam kuartal II 2022. 

Selain itu, dari dalam negeri, investor juga menanti rilis kinerja keuangan emiten sektor perbankan kuartal II 2022 yang akan diumumkan pekan ini. Jika lebih baik dari perkiraan, maka menurut analisis Bareksa, hal itu akan jadi sentimen positif bagi reksadana saham dan reksadana indeks berbasis sektor tersebut.

Baca juga : Bareksa Insight : Suku Bunga Acuan BI Ditahan 3,5 Persen, Ini Dampaknya ke Reksadana

Di sisi lain, imbal hasil (yield) acuan Obligasi Pemerintah Indonesia masih bergerak di kisaran 7,4 persen. Analisis Bareksa memprediksi pasar obligasi nasional masih berpeluang melemah terbatas menjelang rapat Bank Sentral AS pekan ini. 

Tercatat jika aliran dana asing telah keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang bulan ini hingga Rp27 triliun dan menyebabkan porsi investor asing di kepemilikan SBN saat ini per 20 Juli hanya sekitar 15,45 persen. Level kepemilikan tersebut merupakan yang terendah tahun ini.

Pasar saham nasional yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 22 Juli 2022 naik 0,33 persen ke level 6.886,96. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 22/07/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 7,5 persen pada 22 Juli 2022. 

Lihat juga : Bareksa Insight : Pasar Tunggu Hasil Rapat BI, Ini 2 Strategi Investasi Agar Cuan Mantul

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Mempertimbangkan beberapa sentimen dari dalam dan luar negeri tersebut yang membayangi kinerja pasar modal nasional, Tim Analis Bareksa menyarankan investor menerapkan dua strategi ini agar investasinya di reksadana tetap mantap : 

1. Investor disarankan mencermati pergerakan pasar saham terlebih dulu dan dapat melakukan akumulasi investasi kembali di reksadana saham dan reksadana indeks, jika IHSG dapat mengalami penurunan. Saat ini, IHSG masih ada potensi penguatan terbatas hingga ke level 6.900 - 7.000.

2. Pasar obligasi nasional diproyeksikan masih cenderung mendatar karena investor menanti rilis tingkat suku bunga acuan AS pekan ini. Investor disarankan masih dapat melakukan akumulasi investasi secara selektif di reksadana pendapatan tetap.

Lihat juga : Bareksa Insight: Tarif Ekspor CPO Dihapus, Reksadana Berbasis Saham Komoditas Melesat

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks yang bisa dipertimbangkan oleh investor dengan profil risiko moderat dan agresif adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 1 Tahun (per 22 Juli 2022)

Reksadana Indeks

BNI AM Indeks IDX30 : 13,19 persen
Principal Index IDX30 Kelas O : 13,39 persen

Reksadana Saham

Sucorinvest Sharia Equity Fund : 10,96 persen
Batavia Dana Saham : 7,3 persen

Imbal Hasil 3 Tahun (per 22 Juli 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 30,59 persen
Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 18,03 persen

Simak juga : Bareksa Insight : IMF Nilai Indonesia Aman dari Resesi, Potensi Cuan Reksadana Ini

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.