Bareksa Insight : Kebijakan The Fed Jelas Buat Pasar Modal Stabil, Reksadana Ini Mantul

Arah kebijakan The Fed yang sudah lebih jelas dapat mengurangi ketidakpastian pasar yang berasal dari global
Abdul Malik • 21 Mar 2022
cover

Ilustrasi arah kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang sangat mempengaruhi kinerja pasar saham dan SBN, reksadana dan emas. (Shutterstock)

Bareksa.com - Pasar saham maupun obligasi bergerak cenderung stagnan pada akhir pekan lalu, setelah rilis data ekonomi dari global maupun dalam negeri terkait suku bunga acuan diumumkan. 

Menurut analisis Bareksa, arah kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) yang sudah lebih jelas dapat mengurangi ketidakpastian pasar yang berasal dari global. 

Selain itu, stabilnya data ekonomi Indonesia juga diproyeksikan menopang kinerja pasar keuangan, termasuk reksa dana.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 18 Maret 2022 turun 0,14 persen ke level 6.954,96. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 18/03/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat di level 6,8 persen pada 18 Maret 2022. 

Untuk pekan ini, analisis Bareksa melihat kinerja reksadana saham dan pendapatan tetap masih akan bergerak terbatas karena minimnya sentimen dari dalam maupun luar negeri. 

Investor global masih mencermati kenaikan kasus Covid-19 di kawasan Eropa, namun dampaknya diperkirakan tidak akan terlalu signifikan karena tingginya tingkat vaksinasi di kawasan tersebut.

Baca : Kerahkan Sinergi Ekosistem, Grab-OVO Ikut Mendukung Perluasan Distribusi SBN Melalui Bareksa​

Apa yang bisa dilakukan Investor?

Menurut analisis Bareksa, harga emas diproyeksikan relatif stabilpada pekan ini mengingat dalam percakapan panggilan video antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping pada Jumat (18/3) lalu, terungkap Negeri Panda tetap independen dalam konflik Rusia - Ukraina. Sehingga resiko memanasnya tensi geopolitik di kawasan Eropa Timur masih dapat ditekan. 

Analisis Bareksa memperkirakan harga emas Pegadaian dan Indogold bisa turun ke level Rp910.000 - Rp916.000 per gram, mengingat harga komoditas yang mulai stabil. Hal ini dapat menjadi kesempatan akumulasi di instrumen emas agar mendapatkan harga murah untuk tujuan investasi jangka panjang.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Beberapa produk reksadana pendapatan tetap, reksadana saham dan reksadana indeks berkinerja mantul yang bisa dipertimbangkan investor dengan profil risiko moderat dan agresif adalah sebagai berikut : 

Imbal Hasil 3 Tahun (per 18 Maret 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

TRAM Strategic Plus : 23,38 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 31,53 persen

Imbal Hasil 6 Bulan (per 18 Maret 2022)

Reksadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A : 20,2 persen
BNP Paribas Sri Kehati : 20,76 persen

Reksadana Saham 

Batavia Dana Saham Syariah : 7,79 persen
Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A : 13,12 persen

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.