Daftar 10 Reksadana Saham Terbaik hingga Februari 2022

Daftar reksadana terbaik tersebut diseleksi berdasarkan enam kriteria
Abdul Malik • 14 Mar 2022
cover

Ilustrasi daftar top 10 reksadana terbaik. (Shutterstock)

Bareksa.com - Gejolak pasar saham yang tercermin dari fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa pekan terakhir masih cukup tinggi akibat naiknya risiko global, yakni konflik Rusia - Ukraina. 

IHSG sempat hampir menyentuh level psikologis di 7,000, namun saat ini masih cenderung konsolidasi di area 6,800 - 6,950. 

Melihat level IHSG yang sudah cukup tinggi tersebut, analisis Bareksa menyarankan agar investor dengan profil risiko agresif dapat wait and see terlebih dahulu dan mempertimbangkan untuk kembali akumulasi, jika IHSG terkoreksi di kisaran 6,700 - 6,800.

Menariknya, di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan saat ini, sektor energi (IDX-IC) mencatat kenaikan tertinggi selama tahun berjalan 2022 (year to date/YTD per 25 Feb 2022), yakni sekitar 16,2 persen. 

Hal ini karena sejumlah harga komoditas dunia seperti batu bara, minyak, nikel dan emas mengalami kenaikan hingga mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) dan turut menopang kinerja sektor tersebut. 

Sehingga, kinerja reksadana reksadana saham dengan alokasi saham di sektor berbasis komoditas juga ikut meroket. 

Selain itu, mayoritas alokasi reksadana saham dengan kinerja mencorong ini juga memiliki saham berbasis indeks LQ45, terutama sektor perbankan. 

Jika dilihat, kinerja indeks LQ45 selama periode Januari - Februari 2022 juga mengalami kenaikan 5,8 persen, tentu hal ini turut mendorong keuntungan mayoritas reksadana saham. 

Menurut analisis Bareksa, kenaikan indeks maupun reksadana saham tersebut seiring dengan optimisme investor terhadap pemulihan ekonomi Indonesia yang ditunjukkan dengan kenaikan inflasi, tren kasus Covid-19 yang semakin menurun serta stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Kondisi mendorong arus dana asing membanjiri pasar saham Indonesia, tercatat hingga 14 Maret 2022, inflow asing sudah masuk sekitar Rp30.2 triliun secara YTD.

Daftar 10 Reksadana Saham Terbaik

Mempertimbangkan kondisi tersebut, tim riset Bareksa menyeleksi daftar top 10 reksadana saham terbaik yang dinilai tidak hanya dari sisi kinerjanya, melainkan juga beberapa faktor lainnya. 

10 reksadana saham terbaik untuk periode sepanjang tahun berjalan hingga Februari 2022 menurut penilaian Tim Riset Bareksa adalah sebagai berikut : 

No
Reksadana
YTD (%)
1 Th (%)
AUM (Jan 2022)
Barometer (1 Th)
1
Eastspring Investments Alpha Navigator Kelas A
5.43
5.07
122,335,874,367
4.55
2
TRIM Kapital
4.32
9.74
157,244,401,600
4.2
3
TRIM Kapital Plus
4
10.86
111,832,210,232
4
4
Eastspring Investments Value Discovery Kelas A
3.98
2.8
493,922,238,108
4.47
5
Schroder Dana Prestasi Plus
3.73
1.77
8,939,351,703,787
4
6
Mandiri Investa Cerdas Bangsa
3.61
2.13
954,497,806,880
4
7
BNI-AM Inspiring Equity Fund
3.18
1.78
1,386,172,996,511
4
8
Batavia Dana Saham
2.43
0.77
6,935,721,711,809
3.8
9
TRAM Consumption Plus Kelas A
2.33
1.54
719,817,302,945
4
10
Manulife Dana Saham Kelas A
2.3
1.48
5,738,443,067,223
4.22

Sumber : Tim Riset Bareksa

Enam Kriteria Penilaian

Perlu dicatat daftar reksadana terbaik untuk periode YTD (Januari - Februari 2022) tersebut diseleksi berdasarkan enam kriteria berikut :

1.  Produk reksadana dengan return YtD tertinggi (per 25 Feb 2022)

2.  Produk tersebut dari 15 MI dengan dana kelolaan (AUM) reksadana tertinggi 

3.  Dana kelolaan/AUM produk reksadana tersebut di atas Rp100 miliar

4.  Manajer investasi yang mengelola produk reksadana tersebut memiliki GCG (tata kelola perusahaan) yang baik

5.  Track record produk reksadana lebih dari 5 tahun

6.  Skor berdasarkan Barometer Bareksa lebih dari atau sama dengan 3,5

Selain 10 reksadana saham tersebut yang dinilai sebagai reksadana terbaik, ada produk reksadana saham lain yang bisa dipertimbangkan karena memiliki kinerja cukup cemerlang. 

Produk reksadana tersebut seperti Manulife Saham Andalan karena memiliki portofolio investasi di indeks LQ45 dan saham komoditas. Reksadana inimencatatkan imbal hasil cemerlang hingga 23 persen setahun. Namun sayangnya, sepanjang tahun berjalan per 25 Februari 2022, kinerjanya minus 0,33 persen. 

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

Disclaimer

Semua data kinerja investasi yang tertera dalam file ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa mendatang. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana. Segala keputusan investasi merupakan tanggung jawab investor.

​​​