Bareksa Update : Imbal Hasil Obligasi RI Menarik, Potensi Cuan Reksadana Ini

Di antara mayoritas negara lain di kawasan Asia, Indonesia memiliki tingkat imbal hasil acuan obligasi relatif tinggi yakni sekitar 6,4 persen
Abdul Malik • 10 Jan 2022
cover

Ilustrasi investor yang memantau kinerja investasinya di reksadana dan SBN, yang terpengaruh oleh arah kebijakan The Fed. (Shutterstock)

Bareksa.com - Kinerja mayoritas reksadana pendapapatan tetap masih cenderung bergerak mendatar karena investor wait and see memantau pergerakan pasar obligasi Amerika Serikat (AS) yang bergerak naik pasca pertemuan Bank Sentral Negeri Paman Sam (The Fed) pekan lalu.

Namun, menurut analisis Bareksa, di antara mayoritas negara lain di kawasan Asia, Indonesia memiliki tingkat imbal hasil acuan obligasi relatif tinggi yakni sekitar 6,4 persen. Hal ini bisa menarik minat investor untuk berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN) RI, sehingga berpotensi mendongkrak kinerja reksadana pendapatan tetap berbasis SBN.

Berdasarkan data id.investing.com (diakses 07/01/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 6,4 persen pada 07 Januari 2022.

Di sisi lain, dari pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di level sekitar 6,700 belum mampu menembus level tertingginya karena tertahan potensi risiko global. Risiko global tersebut yakni kebijakan ekonomi AS yang lebih ketat berpotensi bisa menekan nilai tukar rupiah, sehingga berpotensi melemah dalam jangka pendek.

Selain itu, minimnya rilis data ekonomi dalam negeri, serta kasus harian Covid-19 varian Omicron yang perlahan naik diproyeksikan membuat pergerakan reksadana berbasis saham cenderung terbatas.

Reksadana berbasis saham di antaranya reksadana saham, reksadana campuran dan reksadana indeks atau index fund. IHSG pada 7 Januari 2022 menguat 0,72 persen ke level 6.701,32.

Baca : Bareksa Raih Pendanaan Seri C dari Grab, Kukuhkan Sinergi Grab - Bareksa - OVO

Di tengah menariknya potensi pasar SBN dan pasar saham yang dibayangi risiko global, investor dengan profil risiko moderat dan agresif bisa mempertimbangkan beberapa produk reksadana pendapatan tetap yang memiliki kinerja mantap, serta beberapa produk reksadana saham dan reksadana campuran yang terbukti mencatatkan cuan menggiurkan berikut ini :

Imbal Hasil 3 Tahun (per 7 Januari 2022)

Reksadana Pendapatan Tetap

Eastspring Syariah Fixed Income Amanah Kelas A : 28,94 persen
TRIM Dana Tetap 2 : 22,55 persen

Imbal Hasil 1 Tahun (per 7 Januari 2022)

Reksadana Saham

Manulife Saham Andalan : 19,72 persen
TRIM Kapital : 8,69 persen

Reksadana Campuran

Syailendra Balanced Opportunity Fund : 19,11 persen
Sucorinvest Flexi Fund : 19,31 persen

Baca juga : Investasi Reksadana di Bareksa dapat OVO Poin dan Voucher GrabFood

***

Bareksa's Investor Navigator

Menurut analisis Bareksa, pada sesi perdagangan hari ini (10/1/2022) reksadana berbasis saham akan bergerak terbatas setelah mengalami kenaikan cukup signifikan.

Investor perlu mencermati wacana penarikan restrukturisasi kredit akibat Covid-19 yang membuat perbankan nasional menaikkan pencadangan mereka. Di tengah restrukturisasi kredit selama 2021 yang mulai mengecil, dikhawatirkan kinerja perbankan akan sedikit tertekan karena masih adanya ketidakpastian ihwal kasus Covid-19 global. 

Karena sektor keuangan memiliki bobot terbesar terhadap indeks, investor perlu memperhatikan komposisi saham perbankan di reksadana saham yang dimilikinya.

Adapun untuk kinerja reksadana pendapatan tetap, analisis Bareksa melihat yield (imbal hasil) obligasi Pemerintah Indonesia akan bergerak di level 6,42 - 6,45 persen pada perdagangan hari ini.

Prediksi itu mempertimbangkan yield obligasi Pemerintah AS yang naik jadi 1,8 persen pada perdagangan Jumat lalu.

(Sigma Kinasih/Ariyanto Dipo Sucahyo/AM)

Baca : Kolaborasi PT Pegadaian - Bareksa, Hadirkan Tabungan Emas Online untuk Investasi Terintegrasi

Investasi Sekarang

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.