BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Demokrat Menang, RWA Big Tech & Emas Menguat

05 November 2026
Tags:
Bareksa Insight: Demokrat Menang, RWA Big Tech & Emas Menguat
Ilustrasi penguatan Wall Street, saham teknologi AS, Bitcoin, dan emas di tengah respons pasar terhadap hasil pemilu sela Amerika Serikat. (Ilustrasi AI/Bareksa)

Token MSFTON dan AMZNON naik lebih dari 7% usai Demokrat menang pemilu sela AS, emas naik 3,63%. Simak juga Bitcoin dan reksadana USD.

Bareksa - Wall Street melonjak pada Rabu (4/11/2026) setelah Partai Demokrat memenangi mayoritas DPR dan Senat AS dalam pemilu sela. Dow Jones naik 3,03% ke 53.356,12, kenaikan harian terbesar setelah pemilu sela sejak 1982.

S&P 500 naik 1,58% dan Nasdaq naik 1,44%. Kenaikan dipimpin saham Big Tech, dan token RWA-nya ikut mengua. Hingga Kamis (5/11) pukul 07.16 WIB, token Microsoft (MSFTON) naik 7,64% dalam 24 jam, Amazon (AMZNON) 7,63% dan Apple (AAPLX) 6,38%.

Bitcoin naik 4,62%. Sebaliknya, saham chip tertekan, termasuk Nvidia yang turun 3,17%. Emas ikut bangkit. Harga emas spot naik 3,63% ke 4.071,13 dolar AS per ons pada 4/11.

Promo Terbaru di Bareksa

Sementara token emas Tether Gold (XAUT) dan Pax Gold (PAXG) naik 3,30% dan 3,28% dalam 24 jam hingga pukul 07.39 WIB.

Ringkasan Penting untuk Investor

  • Yang terjadi: indeks utama AS naik tajam dipimpin Big Tech, token MSFTON, AMZNON dan AAPLX naik 6,38-7,64%, dan emas naik 3,63%.

  • Penyebab utama: pasar menyambut kepastian hasil pemilu dan pemerintahan terbagi; dolar AS, imbal hasil obligasi AS dan harga minyak turun.

  • Yang perlu dicermati: data tenaga kerja AS Jumat (6/11) yang memengaruhi rapat The Fed 8-9 Desember, kebijakan data center, dan perang Iran.

  • Yang dapat dipertimbangkan: token saham Big Tech, Bitcoin, token emas, reksadana pasar uang USD dan reksadana pendapatan tetap USD dengan booster saham AS dapat dicermati sesuai profil risiko.

Ringkasan Data Pasar

Indikator
Posisi
Perubahan 4/11

Dow Jones

53.356,12

+3,03%

S&P 500

7.688,62

+1,58%

Nasdaq Composite

25.736,51

+1,44%

Saham Microsoft

555,80 dolar AS

+6,68%

Saham Amazon

266,03 dolar AS

+6,12%

Saham Apple

349,51 dolar AS

+5,31%

Saham Nvidia

200,13 dolar AS

-3,17%

Emas spot (XAU/USD)

4.071,13 dolar AS

+3,63%

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun

sekitar 4,88%

turun

Minyak Brent

94,62 dolar AS

turun hampir 8,7%

Peluang The Fed naik 25 bps (9 Des)

82,7%

dari 77,4% (3/11)

Sumber: Yahoo Finance, TheStreet, Investing, Kitco, CME FedWatch diolah
*Data penutupan 4 November 2026. Data CME FedWatch per 4/11/2026 pukul 05.57 waktu Chicago.

Illustration

Grafik: kenaikan aset acuan 4/11 dibanding return token 24 jam (5/11 pagi). Token emas = PAXG.
Sumber: Yahoo Finance, Investing.com, Bareksa.

Mengapa Big Tech dan Emas Naik Bersamaan?

Hasil pemilu yang tegas mengurangi ketidakpastian. Analis Deutsche Bank menilai mayoritas besar Demokrat dan kesediaan Presiden Trump bekerja sama dengan oposisi dapat meredam kebijakan ekstrem.

Menurut Kitco, kemenangan Demokrat juga menurunkan dolar AS, imbal hasil obligasi AS dan harga minyak. Kondisi ini mendukung emas, yang tidak memberi bunga.

Apa Artinya bagi Investor?

Reaksi pasar terhadap pemilu tidak seragam antarsektor. Token saham Big Tech mengikuti penguatan saham acuannya, token emas mengikuti harga emas, dan reksadana USD memberi pilihan dengan fluktuasi relatif lebih rendah.

RWA US Stocks Big Tech, Kripto dan Token Emas

​Token saham mengacu pada harga saham AS, bukan kepemilikan saham langsung.

Aset
Return 24 jam
Aset acuan 4/11

Microsoft (MSFTON)

7,64%

6,68%

Amazon (AMZNON)

7,63%

6,12%

Apple (AAPLX)

6,38%

5,31%

Bitcoin (BTC)

4,62%

-

Tether Gold (XAUT)

3,30%

3,63%

Pax Gold (PAXG)

3,28%

3,63%

Sumber: aplikasi Bareksa, 5/11/2026 pukul 07.16-07.39 WIB; Yahoo Finance dan Investing.com (aset acuan).

Beli Token Apple AAPLX

Emas Digital Bareksa

Mitra
Harga Beli per Gram
Return 1 Tahun

Treasury

Rp2.400.483

8,49%

Pegadaian

Rp2.395.000

5,27%

Indogold

Rp2.374.116

7,39%

Sumber: aplikasi Bareksa, 5/11/2026 pukul 07.40 WIB.

Reksadana USD

Reksadana pasar uang USD berinvestasi pada instrumen jangka pendek sehingga fluktuasinya relatif rendah, tetapi tetap memuat risiko kurs.

Reksadana Pasar Uang USD
Return 1 Tahun

Sucorinvest Money Market USD

3,69%

BRI Seruni Likuid Dolar

3,05%

Bahana Liquid USD

2,60%

Sumber: Bareksa, NAB per 4/11/2026. Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan.

Bagi investor yang ingin tetap di instrumen pendapatan tetap tetapi ikut menangkap peluang saham AS, STAR Fixed Income Neo AI Dollar dari STAR Asset Management dapat dicermati. Reksadana pendapatan tetap USD ini menempatkan sebagian besar asetnya di instrumen pendapatan tetap, dengan "booster" saham AS maksimal 15%, dan dikelola dengan dukungan AI hasil kolaborasi Bareksa dan Quantit. Karena ada porsi saham, nilainya dapat lebih fluktuatif dibanding reksadana pasar uang.

Faktor Risiko

  • Risiko kebijakan: aturan data center yang lebih ketat dapat menekan saham AI dan teknologi.

  • Risiko suku bunga: peluang kenaikan bunga The Fed 82,7% pada 9 Desember dapat menekan saham, obligasi dan membatasi kenaikan emas.

  • Risiko geopolitik: Rapidan Energy Group menilai eskalasi perang Iran masih lebih mungkin, sehingga harga minyak bisa kembali naik.

  • Risiko token, kripto dan kurs: token dan kripto diperdagangkan 24 jam dan dapat berbalik cepat; nilai dalam rupiah dipengaruhi kurs.

Kesimpulan

Kemenangan Demokrat di pemilu sela memicu reli Wall Street yang dipimpin Big Tech, sekaligus mengangkat emas. Token saham Big Tech, Bitcoin, token emas, reksadana pasar uang USD dan STAR Fixed Income Neo AI Dollar dapat dicermati dengan porsi yang disesuaikan profil risiko.

Daftar Akun Crypto RWA di Sini

(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/AM)

Tentang Penulis

* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.

Disclaimer

Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi. Harga dapat naik dan turun secara signifikan. Pastikan kamu memahami risikonya sebelum bertransaksi. Seluruh rangkaian proses transaksi aset kripto melalui sistem PT Tiga Inti Utama (TRIV). TRIV Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.

Pertanyaan Umum

Mengapa saham naik saat Demokrat menang?

Pasar menyambut hilangnya ketidakpastian dan pemerintahan terbagi yang dinilai membatasi kebijakan ekstrem.

Mengapa emas naik bersamaan dengan saham?

Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS turun, sehingga emas yang tidak berbunga menjadi lebih menarik.

Apa itu booster saham AS di STAR Fixed Income Neo AI Dollar?

Porsi saham AS maksimal 15% di dalam reksadana pendapatan tetap, untuk menangkap peluang kenaikan saham AS dengan risiko yang tetap terjaga.

Apakah reksadana USD bebas risiko?

Tidak. Nilai aktiva bersih dan kurs dapat berubah, dan reksadana tidak dijamin LPS.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.251,23

Down-0,40%
Up3,29%
Up3,71%
Up4,94%
Up22,95%
Up17,87%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.206,87

Down-0,21%
Up3,03%
Up4,47%
Up5,28%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.221,96

Up0,53%
Up1,74%
Up3,14%
Up4,02%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.016,65

Down-2,25%
Down-3,15%
Down-2,95%
Down-0,82%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua