BeritaArrow iconBareksa InsightArrow iconArtikel

Bareksa Insight: Inflasi AS Panas, Saham Chip Anjlok, Cermati SBR015, Reksadana & Emas

15 Oktober 2026
Tags:
Bareksa Insight: Inflasi AS Panas, Saham Chip Anjlok, Cermati SBR015, Reksadana & Emas
Ilustrasi angka inflasi AS yang jadi pertimbangan utama Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya (Fed Rate). (Shutterstock)

Indeks saham chip AS (SOX) anjlok 4,30% pada Rabu (14/10) saat inflasi AS naik paling cepat sejak April. IHSG justru naik tipis 0,29% ke 5.943,02.

Bareksa - Indeks saham chip Amerika Serikat (SOX) turun 4,30% ke 11.684,4 pada Rabu (14/10/2026), sementara Nasdaq turun 1,88%, saat inflasi AS September 3,7% melampaui perkiraan 3,6%. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,29% ke 5.943,02, tetapi turun 3,31% sepekan.

Ringkasan Penting untuk Investor

  • Yang terjadi: SOX turun 4,30%, Nasdaq turun 1,88%, IHSG naik 0,29% ke 5.943,02, rupiah melemah 0,39% ke Rp17.943 per dolar AS, dan emas dunia turun 1,33%.

  • Penyebab utama: inflasi AS September 3,7% (perkiraan 3,6%), tercepat sejak April, didorong kenaikan harga bensin 9,1%, ditambah aksi jual saham chip dan AI.

  • Yang perlu dicermati: data harga produsen AS (Kamis 15/10), rapat The Fed 28 Oktober, data inflasi PCE akhir Oktober, dan pemilu sela AS 3 November.

  • Yang dapat dipertimbangkan: SBR015 (sampai 22 Oktober), reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap secara bertahap, reksadana campuran dicicil, dan emas, sesuai profil risiko.

Ringkasan Data Pasar

Promo Terbaru di Bareksa

Indikator

Pertanyaan Umum

Apa itu inflasi AS dan mengapa memengaruhi bunga?

Inflasi adalah laju kenaikan harga barang dan jasa. Inflasi tinggi dapat membuat The Fed menaikkan bunga.

 

Mengapa saham chip turun saat inflasi naik?

Bunga tinggi mengurangi nilai keuntungan masa depan saham teknologi, sehingga harganya tertekan.

Apa arti support dan resistance pada emas?

Support adalah batas bawah tempat penurunan kerap tertahan; resistance adalah batas atas tempat kenaikan kerap tertahan. Keduanya alat bantu, bukan kepastian.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua