Bareksa Insight: Geopolitik Memanas, Cermati SR025, Reksadana Pasar Uang & Pendapatan Tetap
Konflik AS-Iran mengerek minyak dan yield UST. Simak peluang SR025, reksadana pasar uang, pendapatan tetap, serta strategi emas.

Konflik AS-Iran mengerek minyak dan yield UST. Simak peluang SR025, reksadana pasar uang, pendapatan tetap, serta strategi emas.
Bareksa - Harga minyak Brent melonjak 2,71% menjadi US$90,49 per barel dan WTI naik 2,83% ke US$85,76 pada Senin (31/8/2026), setelah Amerika Serikat dan Iran kembali saling menyerang. Pada Selasa pagi, Brent melanjutkan kenaikan hingga sekitar US$91,05 dan WTI US$86,59 karena pasar mengkhawatirkan gangguan infrastruktur energi dan pelayaran di Selat Hormuz.
Kenaikan minyak memperbesar risiko inflasi ketika pasar juga mencerna pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole akhir pekan lalu. Yield US Treasury 10 tahun naik menjadi 4,757% pada 31 Agustus dan mendekati 4,78% pada 1 September, tertinggi sejak Januari 2025. Pasar memperkirakan probabilitas kenaikan Fed Rate 25 basis poin pada September lebih dari 65%.
Ringkasan untuk Investor
SR025: pertimbangkan untuk horizon 3-5 tahun jika membutuhkan kupon tetap dan imbalan bulanan.
Reksadana Pasar Uang: gunakan untuk likuiditas jangka pendek; produk USD hanya sesuai bagi investor yang menerima risiko kurs.
Reksadana Pendapatan Tetap: akumulasi bertahap karena penurunan yield SBN berpotensi mendukung NAV, tetapi kenaikan yield UST masih dapat memicu koreksi.
Emas: gunakan sebagai diversifikasi dan beli bertahap karena tekanan hawkish The Fed belum mereda.
Mengapa geopolitik dan kenaikan yield UST penting?
Minyak yang lebih mahal dapat meningkatkan biaya energi dan menahan penurunan inflasi. Konsekuensinya, bank sentral berpeluang mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Yield obligasi global naik, sedangkan saham dan mata uang negara berkembang cenderung lebih volatil.
Promo Terbaru di Bareksa
Rupiah melemah ke sekitar Rp17.710 per dolar AS pada 31 Agustus. Meski begitu, IHSG masih menguat 0,11% ke 6.525,48. Yield SBN 10 tahun juga berada di 6,99%, lebih rendah sekitar 38,5 basis poin dibanding 7,375% pada 3 Agustus.
Spread yield SBN dan UST 10 tahun saat ini sekitar 223 basis poin. Selisih tersebut memberi konteks daya tarik relatif SBN, tetapi bukan jaminan arus modal asing karena investor juga mempertimbangkan risiko kurs, inflasi, dan kebijakan fiskal.
Grafik memakai indeks basis 100 agar arah lima indikator berbeda satuan dapat dibandingkan. Kenaikan USD/IDR berarti rupiah melemah.
Sumber: Investing.com, Bareksa dan Ciptadana Sekuritas Asia, diolah.
Strategi investasi di tengah volatilitas
1. SR025 untuk mengunci kupon tetap
Seri | Tenor | Kupon tetap | Batas maksimal pembelian |
SR025T3 | 3 tahun | 6,8% per tahun | Rp5 miliar |
SR025T5 | 5 tahun | 6,9% per tahun | Rp10 miliar |
Sumber: DJPPR Kemenkeu
SR025 menawarkan kupon tertinggi di antara seri Sukuk Ritel yang diterbitkan sejak 2020. Imbalan dibayar setiap bulan dan pokok serta imbalannya dijamin negara sesuai ketentuan. Masa penawaran berlangsung 21 Agustus-16 September 2026.
SR025 dapat diperdagangkan setelah minimum holding period pada 11 Oktober 2026. Karena itu, investor berpeluang memperoleh capital gain ketika harga pasar naik, tetapi juga menghadapi capital loss bila menjual di bawah harga pembelian. Tenor sebaiknya disesuaikan dengan waktu penggunaan dana.
2. Reksadana pasar uang untuk menjaga likuiditas
Reksadana Pasar Uang | Return 1 tahun |
Insight Money | 5,21% |
Syailendra Dana Kas | 4,68% |
Bahana Liquid USD | 2,71% |
Mandiri Money Market USD | 2,62% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 31/8/2026
Reksadana pasar uang dapat menjadi tempat dana jangka pendek saat volatilitas meningkat. Namun, produk ini bukan pelindung inflasi atau nilai tukar secara otomatis. Produk dolar AS juga membawa risiko kurs sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dalam mata uang yang sama.
3. Reksadana pendapatan tetap untuk akumulasi bertahap
Reksadana Pendapatan Tetap | Return 1 Bulan | Return 1 Tahun |
Trimegah Dana Obligasi Nusantara | 1,52% | 6,77% |
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1,38% | 7,18% |
Allianz USD Fixed Income Fund | 0,4% | 1,86% |
STAR Fixed Income Neo AI Dollar | 0,88% | 2,35% (6 bulan) |
Sumber: Bareksa, kinerja per 31/8/2026
Penurunan yield SBN sejak awal Agustus berpotensi mendukung harga obligasi dan nilai aktiva bersih reksadana pendapatan tetap. Namun, lonjakan yield UST dan pelemahan rupiah dapat memicu koreksi jangka pendek. Karena itu, akumulasi bertahap lebih relevan daripada menebak titik terendah yield. Kinerja produk dengan periode berbeda tidak dapat dibandingkan secara langsung.
4. Emas tetap sebagai diversifikasi
Emas berada di US$4.447,60 per ons pada 31 Agustus, turun 4,39% dalam sepekan. Yield riil dan dolar yang menguat menjadi tekanan jangka pendek, sementara risiko geopolitik dan persoalan fiskal global tetap menopang prospek jangka menengah. Strategi pembelian bertahap dapat dipertimbangkan sesuai porsi diversifikasi.
Platform | Harga beli per gram |
Treasury | Rp2.569.486 |
Pegadaian | Rp2.531.000 |
Indogold | Rp2.500.020 |
Harga per 1/9/2026 pagi dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Kesimpulan
Eskalasi konflik AS-Iran membuat minyak dan yield UST naik sehingga risiko inflasi serta volatilitas global meningkat. SR025 dapat dicermati untuk kupon tetap, reksadana pasar uang untuk likuiditas, dan reksadana pendapatan tetap melalui akumulasi bertahap. Emas tetap menjadi pelengkap diversifikasi, bukan instrumen untuk mengejar pemulihan harga jangka pendek.
Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.
(Sigma Kinasih CTA, CFP/Ni Putu Kurniasari/Rahmat Hidayat/AM)
Tentang Penulis
*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.
* Sigma Kinasih adalah Investment Strategist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di industri pasar modal. Memegang lisensi WMI, WPPE, CTA, dan CFP, ia berfokus pada riset makroekonomi, strategi portofolio, serta analisis reksadana, saham, emas dan SBN. Sigma meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Trisakti.
DISCLAIMER
Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Pertanyaan Umum
Berapa kupon SR025?
SR025T3 menawarkan kupon tetap 6,8% dan SR025T5 6,9% per tahun.
Kapan penawaran SR025 berakhir?
Masa penawaran berakhir pada 16 September 2026, sesuai ketersediaan kuota.
Apakah yield SBN turun selalu membuat reksadana pendapatan tetap naik?
Tidak selalu. Dampaknya bergantung pada komposisi, durasi, kualitas kredit, biaya, serta kondisi pasar masing-masing produk.
Apakah reksadana pasar uang bebas risiko?
Tidak. Risikonya relatif lebih rendah, tetapi tetap memiliki risiko kredit, likuiditas, dan perubahan nilai investasi.
Profil Penulis

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.248,68 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.201,72 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.209,19 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.041,93 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
