Pasar Merah? Ini Strategi Investasi Reksadana di Tengah Gejolak 2026
IHSG turun 13% sebulan dan pasar global melemah. Simak strategi investasi reksa dana pasar uang dan obligasi pemerintah di tengah ketidakpastian 2026.

IHSG turun 13% sebulan dan pasar global melemah. Simak strategi investasi reksa dana pasar uang dan obligasi pemerintah di tengah ketidakpastian 2026.
Bareksa - Ketidakpastian pasar global kembali meningkat di awal 2026. Tekanan datang dari konflik geopolitik, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga yang masih tertahan.
Dampaknya terasa langsung ke pasar keuangan, termasuk Indonesia.Dalam situasi seperti ini, investor tidak cukup hanya mengejar return tinggi.
Fokus mulai bergeser ke strategi defensif: menjaga stabilitas sekaligus mencari peluang cuan yang lebih terukur.
Promo Terbaru di Bareksa
IHSG Turun 13%, Pasar Global Ikut Melemah
Dalam satu bulan terakhir:
- IHSG turun sekitar 13%
- S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing melemah sekitar 8%
- Ketegangan geopolitik AS–Timur Tengah masih berlangsung
- Suku bunga acuan ditahan oleh Federal Reserve
- Yield SBN 10 tahun naik dari 6,4% ke 6,8%
Artinya: pasar sedang volatil → strategi defensif jadi kunci.
Saat Volatil, Reksa Dana Pasar Uang Jadi “Tempat Parkir”
Reksadana pasar uang bisa jadi pilihan saat pasar tidak pasti karena:
- Return relatif stabil (±3–5% per tahun)
- Risiko lebih rendah dibanding saham
- Likuiditas tinggi (mudah dicairkan)
- Cocok untuk “parkir dana” sambil menunggu momentum
Bahkan, tersedia juga reksa dana berbasis dolar AS sebagai opsi diversifikasi mata uang.
Tabel Daftar Reksadana Pasar Uang Pilihan
No. | Produk Reksadana | 1 Tahun (%) |
|---|---|---|
1 | KIM Money Market Fund | 5,19% |
2 | STAR Money Market Kelas Utama | 5,04% |
3 | TRIM Kas 2 Kelas A | 4,93% |
4 | Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia | 5,1% |
5 | Mandiri Money Market USD | 2,83% |
Sumber: Bareksa, kinerja per 27/3/2026
Yield SBN Naik, Peluang Cuan Mulai Terbuka
Kenaikan yield obligasi pemerintah (SBN) justru membuka peluang menarik:
Yield 10 tahun di 6,8% (level tengah historis 5,9%–7,6%)
Spread dengan US Treasury sekitar 2,5% (masih menarik)
Potensi capital gain ±3% jika yield turun ke 6,4%
Selain itu, pasca libur Idul Fitri, perbankan mulai kembali masuk pasar obligasi (net buy), memberi sinyal permintaan mulai pulih.
Ada juga fenomena “TACO” (Trump Always Chickens Out), yang menggambarkan kebijakan global bisa cepat berubah dan meredakan tekanan pasar.
Strategi: Akumulasi Reksa Dana Obligasi Pemerintah
Dalam kondisi saat ini, reksadana berbasis obligasi pemerintah bisa dilirik. Beberapa produk dengan kinerja menarik (per Maret 2026):
Daftar Reksa Dana Obligasi Pemerintah Pilihan
No | Reksadana | 1 Minggu (%) | 1 Tahun (%) |
|---|---|---|---|
1 | Mandiri Investa Dana Obligasi Seri 2 Kelas A | 0,15 | 5,21 |
2 | Reksa Dana Allianz Fixed Income Fund 2 | 0,11 | 6,50 |
3 | Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A | 0,08 | 5,49 |
4 | BNP Paribas Prima II Kelas RK13 | 0,06 | 5,26 |
Sumber: Bareksa, kinerja per 27/3/2026
Sumber: Bareksa
Strategi yang bisa diterapkan:
Akumulasi bertahap saat yield tinggi
Targetkan potensi kenaikan harga saat yield turun
Tetap sesuaikan dengan profil risiko
Konsisten investasi (tidak all-in sekaligus)
Kesimpulan
Di tengah pasar yang masih bergejolak, strategi investasi perlu lebih fleksibel. Reksa dana pasar uang cocok untuk menjaga stabilitas dan likuiditas, sementara reksa dana obligasi pemerintah menawarkan peluang tambahan dari capital gain saat yield turun.
Kombinasi keduanya bisa menjadi pendekatan yang seimbang: aman di awal, agresif bertahap saat peluang muncul.
Investasi di Aplikasi Reksadana Terbaik - Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi reksa dana terpercaya yang telah berizin OJK sejak 2016. Dengan 160+ produk reksadana dari 35 manajer investasi, kamu bisa memilih sesuai tujuan dan profil risiko. Dilengkapi fitur pembanding performa, riset pasar, dan rekomendasi ahli, Bareksa membantu kamu mulai investasi reksadana dengan mudah, aman, dan terarah dalam satu aplikasi.
(Christian Halim/AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon pemodal wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa datang.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.205,01 | ||||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.164,3 | - | - | ||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.195,82 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.045,49 | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
