Grup MNC Refinancing Utang, Ini Bank yang Jadi Kreditur Terbesar

Grup MNC Refinancing Utang, Ini Bank yang Jadi Kreditur Terbesar

5 dari 7 perusahaan Grup MNC diberi pinjaman oleh bank lokal ini
Senin, 10 Juli 2017 14:53:29 WIB Evi Rahmayanti, Abdul Malik
Image
CEO PT Bhakti Investama, Tbk, Hary Tanoesoedibjo saat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)

Bareksa.com-  Grup  MNC sedang berupaya untuk refinancing utang guna mengurangi beban keuangan. Lantas bank mana saja yang paling banyak memberikan pinjaman kepada perusahaan milik konglomerat Hary Taoesoedibjo ini?

Hasil analisis Bareksa terhadap laporan keuangan perusahaan per kuartal I 2017 menunjukkan sejumlah pinjaman sindikasi dari bank asing memiliki jumlah paling besar. Sementara Bank lokal yang paling banyak memberikan pinjaman kepada perusahaan MNC Grup adalah bank milik pemerintah, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Kucuran utang sindikasi paling besar dimiliki PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) sebesar Rp 3,3 triliun yang juga diakui sebagai utang milik induk usahanya PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Kemudian utang itu juga oleh induk usaha Global Mediacom yaitu PT MNC Investama Tbk (BHIT).

Adapun tiga kreditur yang paling besar memberikan pinjamannya adalah Ing Bank N, cabang Singapura sebesar US$ 30 juta atau setara Rp 390 miliar (dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sebesar Rp 13 ribu).

Sementara bank terbesar kedua adalah Siemens Financial Services Inc yang memberikan pinjaman sebesar US$ 22,5 juta atau senilai Rp 292 miliar.

Adapun Standard Chartered meminjamkan sebesar US$ 20 juta atau senilai Rp 260 miliar.

Utang sindikasi tersebut memiliki bunga per tahun sebesar 3,5 persen ditambah LIBOR 3 bulan yang dibayar setiap tiga bulan. Pembayaran pokok pinjaman akan jatuh tempo 36 bulan setelah tanggal penggunaan pertama.

Pinjaman tersebut dijamin dengan hak tanggungan atas tanah dan bangunan yang dimiliki oleh RCTI, jaminan fidusia atas piutang usaha dan klaim asuransi milik RCTI, jaminan fidusia atas benda bergerak milik RCTI, gadai atas saham RCTI yang dimiliki oleh MNC dan jaminan atas rekening Interest Reserve Account serta jaminan perusahaan dari RCTI.

Sementara itu utang sindikasi PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) mencapai Rp 2,2 triliun, dengan rincian kreditur terbesar adalah Standard Chartered Bank, cabang London sebesar US$ 45 juta atau setara Rp 585 miliar, Deutsche Bank Singapura sebesar US$ 30 juta atau setara Rp 390 miliar dan Ing Bank Singapore sebesar US$ 25 juta atau setara Rp 325 miliar.

Tabel: Utang Bank Jangka Panjang Perusahaan di Bawah MNC Group

Sumber: laporan keuangan perusahaan/ diolah Bareksa.com

Selain pinjaman sindikasi dari bank asing, sejumlah perusahaan di bawah MNC Grup juga mengantongi pinjaman dari beberapa bank lokal, dengan porsi BBRI sebagai kreditur tersebesar.

Kucuran utang dari BBRI ke Grup MNC terbagi ke lima perusahaan, yakni MNCN, PT MNC Land Tbk (KPIG), BMTR, BHIT, dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP).

Menurut laporan keuangan kuartal I 2107, MNCN masih memiliki utang jangka panjang  dari BBRI sebesar Rp 268 miliar. Utang tersebut muncul sejak 20 Desember 2013. MNCN memperoleh fasilitas Kredit Investasi (KI) dari BBRI dengan jumlah maksimum sebesar Rp 337 miliar yang terdiri dari kredit investasi pokok sebesar Rp 315 miliar dan kredit investasi IDC sebesar Rp 22 miliar dengan tingkat bunga 10 persen per tahun dan jangka waktu utang sampai dengan Desember 2023. Pembayaran pokok pinjaman setiap 3 bulan dan telah diubah dimulai pada Maret 2016.

Fasilitas kredit ini dijamin dengan hak guna bangunan No. 601 dan No. 867 seluas 5.837 meter persegi, yang berlokasi di Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Adapun pinjaman BBRI terhadap KPIG hingga Maret 2017 masih tercatat sebesar Rp 576 miliar. Perusahaan mendapatkan fasilitas pinjaman kredit investasi dengan maksimum pinjaman Rp 1,15 triliun. Periode pinjaman adalah 108 bulan, dimulai dari 18 Desember 2014 hingga 17 Desember 2023.

Pinjaman tersebut dijamin dengan sebidang tanah seluas 7.332 meter persegi dan bangunan di atasnya yang terletak di Kelurahan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sementara PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) memiliki total utang sebesar Rp 10 triliun, namun tidak dijelaskan dalam laporan keuangan baik jangka waktu ataupun jenis bank yang menjadi pihak kreditur. (artikel terkait baca di sini)

 

--

Catatan : artikel ini telah mengalami perubahan judul dan isi, di antaranya tentang total nilai utang yang sebelumnya diberitakan sebesar Rp 79 triliun.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN CHAT
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
Top learning center