Anak Muda Bisa Kumpulkan Puluhan Juta Rupiah, Begini Caranya

Anak Muda Bisa Kumpulkan Puluhan Juta Rupiah, Begini Caranya

Mengalihkan budget gaya hidup untuk mulai investasi di usia muda, ternyata lebih bermanfaat di masa depan.
Senin, 28 November 2016 15:53:08 WIB Wilan Satiani
Image
Kumpulan uang rupiah nominal Rp100.000,- (Flickr/Nicola).

Bareksa.com – Berinvestasi atau sekedar menabung, terkadang masih menjadi hal yang sulit dilakukan oleh masyarakat, apalagi bagi mereka yang termasuk dalam kelompok usia muda. Tuntutan gaya hidup, penampilan yang kekinian dan suka bersenang-senang menjadi penghalang kalangan ini untuk berperilaku hemat. 

Oleh karena itu, Tejasari Assad, salah satu Financial Planner di Tatadana Consulting mengatakan kalangan muda yang masih lajang bisa menghabiskan sekitar 40 persen dari total penghasilan hanya untuk keperluan pribadinya saja. Keperluan pribadi ini meliputi pengeluaran untuk berkumpul (hangout) bersama teman, membeli barang-barang hobi atau - khususnya bagi kaum hawa - berbelanja barang konsumtif seperti pakaian, tas, dan sepatu. 

Kemudian sekitar 20 persen dan 30 persen dari penghasilan untuk pengeluaran bulanan dan alokasi pembayaran utang (cicilan). Sementara itu, sisanya sekitar 10 persen dari penghasilan baru dialokasikan untuk pos tabungan dan investasi. (Baca Juga: 4 Tips Atur Gaji Sebelum Habis Tengah Bulan)

Padahal bila dicermati, berdasarkan proporsi perencanaan keuangan tersebut, kalangan muda yang telah berpenghasilan dan masih berstatus single, seharusnya bisa menyisihkan pos tabungan dan investasi lebih besar karena beban yang ditanggung belum begitu banyak. 

Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara mengurangi pos untuk keperluan pribadi yang sifatnya konsumtif, misalnya dari 40 persen menjadi 20 persen dari penghasilan saja. Kemudian 20 persennya bisa dialokasikan untuk pos investasi jangka panjang. Maka dari itu, porsi pos investasi dan tabungan sebelumnya yang 10 persen bisa ditambahkan 20 persen dari gaji untuk tujuan keuangan jangka panjang (investasi). 

Grafik: Alokasi Penghasilan Kalangan Muda

Sumber: Bareksa.com

Dalam hal menempatkan dana investasi untuk jangka panjang, kalangan muda ini dapat memilih instrumen investasi yang memiliki pertumbuhan aset cukup agresif dan berpotensi menghasilkan keuntungan besar dalam jangka panjang (minimal 5 tahun), salah satunya seperti reksa dana saham. 

Hal ini mengingat kalangan muda memiliki waktu yang lebih panjang sehingga uang yang diinvestasikan dapat berkembang lebih maksimal. Namun, perlu diingat setiap tingkat keuntungan akan berbanding lurus dengan risikonya. Artinya, semakin besar potensi tingkat keuntungan yang bisa diperoleh, risiko pun akan semakin besar yang harus dihadapi. 

Pada data Bareksa, rata-rata return reksa dana saham sendiri bisa mencapai 18 persen per tahun. Angka ini didapatkan berdasarkan rata-rata return 5 reksa dana saham yang tersedia pada data Bareksa dengan return tertinggi dalam periode 5 tahun terakhir. Untuk melihat keuntungan investasi reksa dana saham dengan proporsi 20 persen dari penghasilan ini, mari kita menggunakan Kalkulator Investasi yang tersedia pada tools Bareksa. 

Misalnya saja sebagai ilustrasi, Alan yang berusia 22 tahun baru saja lulus kuliah dan telah mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan per bulannya sebesar Rp3 juta. Dengan gaji tersebut, Alan mulai menyisihkan sekitar 20 persen dari penghasilannya  atau sekitar Rp600 ribu per bulan untuk tujuan keuangan 5 tahun (60 bulan) ke depan dan menempatkannya pada reksa dana saham dengan potensi keuntungan 18 persen per tahun. 

Grafik: Perkiraan Investasi Reksa Dana Saham Selama 60 Bulan (5 Tahun)

Sumber: Bareksa.com 

Berdasarkan perkiraan hasil perhitungan kalkulator investasi di atas, rupanya dana investasi Alan saat ia berusia 27 tahun mencapai Rp36 juta. Kemudian dengan potensi keuntungan 18 persen per tahun pada reksa dana saham, maka uang Alan bisa tumbuh menjadi Rp57,73 juta.

Hal ini juga berarti investasi Alan ini bisa memberikan potensi keuntungan sekitar 60,4 persen selama 5 tahun. Tentunya, hasil simulasi itu bisa bertambah lebih besar apabila setiap tahun Alan menambah besaran dana investasi per bulannya seiring dengan adanya kenaikan gaji, meski dengan porsi yang sama terhadap gaji. 

Ilustrasi ini menggambarkan dengan sedikit melakukan penghematan untuk keperluan pribadi, para kalangan muda sebenarnya berpeluang mendapatkan uang puluhan juta rupiah atau lebih di masa mendatang dengan cara berinvestasi. Berinvestasi selayaknya sudah dilakukan sedini mungkin, karena akan memberikan kita banyak manfaat di masa depan. Sebab, hasil investasi ini dapat kita gunakan untuk menunjang kehidupan kita di masa depan yang lebih berharga misalnya untuk biaya pernikahan, membayar uang muka kendaraan atau rumah. Hal itu lebih penting dibandingkan hanya untuk berbelanja yang sifatnya konsumtif saja dan tidak bernilai apa-apa di masa depan. 

Jadi, mulailah investasi sekarang untuk masa depan cemerlang. (hm)

**

Ingin berinvestasi reksa dana?
- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksa dana, klik tautan ini
- Pilih reksa dana, klik tautan ini
- Belajar reksa dana, klik Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN CHAT
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER