Keuntungan dan Kerugian Berinvestasi Emas

Emas telah memainkan peranan sangat penting di sektor ekonomi berbagai negara
Kamis, 02 April 2020 12:22:52 WIB Arief Budiman
Image
Pekerja melebur emas untuk dijadikan perhiasan di Pusat Toko Emas Cikini, Jakarta, Kamis (5/3/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

Bareksa.com - Emas selalu menjadi topik yang hangat untuk diperbicangkan. Hal ini bisa terjadi karena emas bukan hanya termasuk logam yang banyak diminati, melainkan juga logam yang secara moneter bernilai tinggi.

Akan tetapi, apakah emas memang bisa digunakan sebagai sebuah investasi yang bagus atau justru hanya buang - buang waktu dan uang? Meskipun emas sekarang ini sudah tidak menjadi mata uang primer, sejarah mencatat bahwa emas telah memainkan peranan sangat penting di sektor ekonomi berbagai negara.

Emas juga masih termasuk dalam suatu investasi kuat dan memiliki jangka waktu lama. Selain itu, emas bisa menjadi sebuah portofolio tambahan berharga khususnya disaatkondisi pasar yang sedang memburuk.

Keuntungan Investasi Emas

Investasi emas memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

1. Likuiditas

Emas memiliki likuiditas tinggi, artinya emas dapat dengan mudah dikonversikan (ditukar) ke dalam bentuk uang tunai dimana dan kapan saja di seluruh dunia.Tentu saja hal ini dapat memberikan kemudahan bagi pemiliknya. Ditambah lagi,likuiditas dan universalitas emas juga seimbang.  

2. Diversifikasi

Diversifikasi merupakan salah satu kunci utama kesuksesan investasi jangka panjang. Menambah sebuah investasi aman (safe haven) dan berbeda pada portofolio anda juga merupakan cara esensial untuk membuat diversifikasi dan memperkecil risiko keseluruhan dari investasi Anda.

Emas dapat memberikan investor alternatif cara untuk diversifikasi investasi secara efektif dan bermanfaat. Hal ini bisa dilakukan karena emas sering mengalami pergerakan yang berlawanan dengan pergerakan pasar saham dan nilai mata uang.  

3. Nilai Stabil

Emas cenderung mampu untuk mempertahankan nilainya selama ini. Bahkan beberapa ahli ekonomi berpendapat harga emas tidak menunjukkan nilai emas itu sendiri. Maka dari itu jika harga mengalami penurunan, nilai dasar pada emas tersebut tidak berubah sama sekali.

Adanya kuantitas jelas dan tetap serta fakta bahwa emas adalah sebuah komoditas, menyebabkan emas memiliki nilai sangat stabil bila dibandingkan dengan aset lainnya.  

4. Hedging terhadap Inflasi

Nilai emas meningkat ketika terjadi inflasi. Karena emas dibeli dengan uang, maka setiap adanya penurunan nilai pada mata uang, maka secara logika akan menyebabkan kenaikan harga pada emas. Karena itu, selama terjadinya inflasi, emas bisa memberikan investasi lebih stabil daripada uang tunai. Artinya, emas bisa sebagai sarana lindung nilai (hedging) atas kekayaan yang dimiliki investor.

Kekurangan Investasi Emas

Sebagai sebuah investasi, tentu emas tetap memiliki beberapa risiko atau kekurangan, antara lain :  

1. Tidak Bisa Menghasilkan Penghasilan Pasif

Seperti diketahui, instrumen investasi lain seperti saham dan obligasi mampu memberikan penghasilan pasif (passive income) dalam bentuk bunga dan dividen bagi investornya. Namun, dalam investasi emas, imbal hasiil hanya bisa didapat pada saat nilai emas tersebut naik dan ketika Anda memutuskan untuk menjualnya.  

2. Memerlukan Penyimpanan Fisik Dan Asuransi

Apabila Anda memilih untuk membeli emas dalam bentuk fisik, Anda tidak hanya membutuhkan tempat untuk melakukan penyimpanan aman pada emas itu, tetapi anda juga memerlukan asuransi untuk melindunginya.

Jika Anda tidak melakukan kedua hal ini, maka tidak akan bisa berbuat apa-apa untuk mengganti emas jika mengalami kerusakan atau hilang dicuri.   

(KA01/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER