Sudah Punya Resolusi Keuangan 2020? Ini Keunggulan Investasi Reksadana

Mari awali tahun baru dengan kebiasaan baru untuk menabung investasi
Kamis, 02 Januari 2020 12:08:13 WIB Martina Priyanti
Image
Ilustrasi sejumlah milenial yang umumnya menjadi investor pemula (Shutterstock)

Bareksa.com - Memasuki tahun yang baru, biasanya kita sudah membuat resolusi dalam hidup, termasuk resolusi keuangan. Harapannya, di tahun yang baru bisa terjadi sejumlah perbaikan kondisi keuangan yang bisa membuat hidup jauh lebih baik dibandingkan tahun kemarin.

Bisa menempatkan sejumlah dana pun secara konsisten ke pos dana investasi demi kebaikan keuangan di masa depan, tentu menjadi harapan semua orang. Jika hal tersebut selama ini belum bisa dilakukan, mumpung baru dua (2) hari berjalannya tahun 2020, ayo mantapkan tekad untuk lebih konsisten berinvestasi.

Selain mesti memilih instrumen investasi yang dianggap tepat dan menguntungkan, jangan lupa mempertimbangkan juga faktor risiko yang terdapat di dalam produk investasi yang kita pilih.

Salah satu investasi yang cocok bagi investor pemula adalah reksadana. Sebelum memulai berinvestasi reksadana, pastinya kamu ingin tahu apa saja manfaat jika investasi reksadana kan? Tenang, berikut beberapa manfaat jika kamu berinvestasi di reksadana:

1. Akses yang Mudah

Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk berinvestasi reksadana. Pertama, kamu bisa berinvestasi melalui bank penyedia reksadana, umumnya setiap bank ternama di Tanah Air menjual produk investasi reksadana.

Kedua, reksadana juga bisa ditransaksikan melalui agen penjual reksadana (APERD) seperti melalui marketplace Bareksa yang telah mendapat izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain karena mudahnya akses transaksi di Bareksa, terdapat juga beberapa fitur analisis serta perbandingan untuk membantu mempermudah kamu menemukan jenis produk reksadana yang cocok.

Ketiga, reksadana juga diperdagangkan di pelbagai e-commerce di Indonesia sebagai bentuk kerja sama antara perusahaan Manajer Investasi atau agen penjual dengan e-commerce. Jadi sambil belanja online, kamu bisa sekalian beli reksadana. Sebagai contoh, Bareksa telah menjalin kerja sama dengan beberapa e-commerce seperti Bukalapak dan Tokopedia.

2. Modal Minim
Jika kamu berpikiran investasi hanya bisa dilakukan oleh “orang berduit”, itu anggapan yang salah besar. Saat ini, kamu sudah bisa berinvestasi reksadana mulai dengan Rp100.000 saja.

Bahkan, untuk beberapa produk kamu bisa berinvestasi dengan nominal pembelian minimal Rp10.000, terjangkau bukan? Jadi tidak ada alasan lagi buat kamu untuk tidak mulai mencoba jenis investasi reksadana.

3. Aman dan Transparan
Investasi reksadana dalam pengelolaannya terbilang aman karena dana investor disimpan oleh pihak yang bernama bank kustodian. Bank kustodian adalah bank umum yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bekerja sama dengan Manajer Investasi (MI) untuk mengurus administrasi dan menyimpan kekayaan reksadana.

Saat investor menyetorkan sejumlah uang untuk diinvestasikan di reksadana, uang tersebut tidak disetorkan ke rekening perusahaan Manajer Investasi (MI), melainkan disetorkan ke rekening atas nama reksadana yang ada di bank kustodian.

Soal aspek transparansinya, pengelola reksadana wajib menerbitkan prospektus yang berisi semua informasi tentang reksadana, menerbitkan laporan bulanan kinerja reksadana, mengumumkan harga nilai aktiva bersih (NAB) per unit setiap hari di surat kabar, serta mengirimkan laporan bulanan saldo dan ringkasan transaksi reksadana kepada investor.

4. Diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Sebagai salah satu produk investasi pasar modal, reksadana diatur secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap produk reksadana yang akan diterbitkan dan dipasarkan kepada investor telah terlebih dahulu dilaporkan dan mendapatkan persetujuan dari OJK. Jadi risiko penyalahgunaan dana nasabah akan semakin kecil terjadi.

5. Diversifikasi Aset
Dalam berinvestasi reksadana, investor tidak dapat memilih saham atau obligasi apa yang diinginkannya. Manajer Investasi (MI)-lah yang akan menentukan ke mana uang kamu akan diputar dan dialokasikan.

Manajer Investasi (MI) akan mengelola uang kamu di pasar saham, obligasi, serta efek lainnya seperti pasar uang menjadi suatu portofolio. Karena itu, dengan membeli satu produk reksadana saja, investor secara tidak langsung telah membeli beberapa efek/emiten sekaligus. Konsep inilah yang disebut dengan diversifikasi aset.

6. Insentif Pajak
Manfaat lain yang juga menguntungkan adalah hasil investasi reksadana bukan merupakan objek pajak. Kenapa? Karena reksadana juga menjadi subyek pajak yang memiliki kewajiban perpajakan sesuai tarif yang berlaku.

Makanya segala aktivitas pengelolaan portofolio reksadana telah dikenakan pajak dan itu semua telah tercermin di dalam harga harga nilai aktiva bersih (NAB) per unit yang dihitung dan dilaporkan setiap hari.

7. Likuiditas Tinggi
Salah satu kelebihan reksadana lainnya, adalah likuiditasnya yang tinggi. Artinya, kamu sebagai investor dapat mencairkan reksadana dengan mudah dan cepat, setiap saat.

Catatannya, dana hasil pencairan reksadana dapat diperoleh mulai dari T+1 sampai dengan maksimal T+7 sejak tanggal instruksi pencairan reksadana dilakukan, tergantung dari jenis reksadana yang dimiliki investor.

8. Imbal Hasil Menarik
Dari berbagai alasan yang telah disebutkan di atas, hal yang paling utama sebenarnya adalah potensi imbal hasil dari reksadana yang menarik dalam jangka panjang.

Tentunya, potensi imbal hasil tersebut berkaitan erat dengan jenis reksadana dan jangka waktu investasi yang dipilih, sehingga dapat menjadi alternatif dalam mempersiapkan masa pensiun, dana pendidikan, dan pelbagai rencana keuangan jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Tunggu apalagi, mari awali tahun baru dengan kebiasaan baru untuk menabung investasi di reksadana. (hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Pilih reksadana, klik tautan ini
- Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

 



TOP
10
REKSA DANA

Jenis Reksa Dana 
loading...
Selanjutnya
BELI DAFTAR BERLANGGANAN
Kontak : 62-21-71790970 | marketing@bareksa.com
TERPOPULER