BeritaArrow iconSBNArrow iconArtikel

BI Rate Masih Bisa Naik 0,25% Lagi? Kupon SBR015 Bisa Tembus 7%!

14 Oktober 2026
Tags:
BI Rate Masih Bisa Naik 0,25% Lagi? Kupon SBR015 Bisa Tembus 7%!
Ilustrasi kupon SBR floating with floor yang digambarkan dengan tangan seseorang dan lambang persentase. (Shutterstock)

BI Rate saat ini 5,75%. Analis menilai BI berpotensi menaikkan suku bunga 0,25% menjadi 6% jika rupiah melemah melewati Rp18.000 per dolar AS. Jika skenario ini terjadi, kupon SBR015T2 naik dari 6,75% menjadi 7% dan kupon SBR015T4 dari 6,85% menjadi 7,1% per tahun.

Bareksa – Bank Indonesia (BI) menahan BI Rate di level 5,75% dalam rapat September 2026, keputusan yang sudah berlangsung empat bulan berturut-turut. Namun, bertahannya suku bunga belum tentu berarti siklus kenaikan sudah selesai.

Tekanan terhadap rupiah, kebutuhan dolar yang besar, dan suku bunga global yang masih tinggi membuat BI tetap berpotensi menaikkan suku bunga hingga akhir tahun. Bagi investor Savings Bond Ritel seri SBR015, skenario ini justru bisa menjadi kabar baik karena kuponnya ikut naik.

Kenapa BI Rate Masih Berpotensi Naik?

Pertama, suku bunga AS masih tinggi dan berpotensi naik lagi. Bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuannya ke kisaran 3,75–4% pada September 2026. Menurut CME FedWatch per 14 Oktober 2026, pasar memperkirakan The Fed menahan suku bunga pada rapat 27–28 Oktober (peluang 79%), tetapi peluang kenaikan lagi pada rapat 8–9 Desember mencapai 89,5%, naik dari 79,6% sepekan sebelumnya. Bunga AS yang tinggi membuat aset dalam dolar lebih menarik, sehingga banyak investor global memilih menaruh dananya di AS dan dolar cenderung menguat.

Promo Terbaru di Bareksa

Kedua, harga minyak dunia di atas US$100 per barel. Harga minyak Brent berada di US$105,7 per barel pada 13 Oktober 2026. Minyak yang mahal membuat biaya impor energi naik, sehingga kebutuhan dolar untuk impor pun bertambah.

Ketiga, kebutuhan dolar di dalam negeri besar. Dolar dibutuhkan untuk impor perusahaan dan belanja pemerintah, sementara penyaluran kredit perbankan yang tumbuh 13,65% secara tahunan pada Agustus 2026 membuat likuiditas di sistem keuangan cenderung ketat.

Kombinasi ini menekan rupiah. Pada Rabu (14/10/2026) siang, rupiah bergerak di kisaran Rp17.887 per dolar AS, mendekati level Rp18.000. Dalam setahun terakhir, rupiah bahkan sempat melemah hingga Rp18.197 per dolar AS. Ciptadana Sekuritas Asia menilai BI berpotensi menaikkan BI Rate 0,25% menjadi 6% jika rupiah melemah melewati Rp18.000 per dolar AS dan tekanan eksternal meningkat. Menaikkan suku bunga merupakan cara tercepat bagi BI untuk menjaga daya tarik aset rupiah dan menahan arus keluar dana asing.

Grafik: skenario BI Rate dan kupon SBR015​

Grafik batang skenario BI Rate turun, tetap, dan naik 0,25% beserta kupon SBR015T2 dan SBR015T4

Sumber: Bank Indonesia, Ciptadana Sekuritas Asia, Memorandum Informasi SBR015, diolah Bareksa.

Bagaimana Kupon SBR015 Mengikuti BI Rate?

Kupon SBR015 bersifat mengambang dengan batas minimal (floating with floor). Besarnya dihitung dari BI Rate ditambah selisih tetap (spread), yaitu 1% untuk SBR015T2 dan 1,1% untuk SBR015T4. Kupon disesuaikan setiap 3 bulan, tetapi tidak akan turun di bawah kupon minimal saat penerbitan.

Skenario

BI Rate

Kupon SBR015T2

Kupon SBR015T4

BI Rate turun 0,25%

5,5%

6,75% (batas minimal)

6,85% (batas minimal)

Posisi saat ini

5,75%

6,75%

6,85%

BI Rate naik 0,25%

6%

7%

7,1%

Sumber: Memorandum Informasi SBR015T2 dan SBR015T4, Ciptadana Sekuritas Asia, diolah Bareksa

Jika BI Rate justru turun 0,25% menjadi 5,5%, perhitungan BI Rate ditambah spread menghasilkan 6,5% untuk SBR015T2 dan 6,6% untuk SBR015T4. Karena angka itu di bawah batas minimal, kupon yang berlaku tetap 6,75% dan 6,85%. Dengan kata lain, investor ikut menikmati kenaikan BI Rate, tetapi terlindungi saat BI Rate turun.

Untuk investasi Rp100 juta, kupon bersih SBR015T4 setelah pajak 10% naik dari sekitar Rp513.750 menjadi Rp532.500 per bulan jika BI Rate naik ke 6%. Untuk SBR015T2, kupon bersihnya naik dari Rp506.250 menjadi Rp525.000 per bulan.

Kupon bersih per bulan (Rp100 juta)

SBR015T2

SBR015T4

Jika BI Rate turun ke 5,5%

Rp506.250 (tetap)

Rp513.750 (tetap)

Posisi saat ini

Rp506.250

Rp513.750

Jika BI Rate naik ke 6%

Rp525.000

Rp532.500

Sumber: simulasi Tim Analis Bareksa, setelah PPh final 10%

Kapan Kenaikan Kupon Berlaku?

Kupon SBR015 untuk periode 3 bulan pertama, yaitu 28 Oktober 2026 hingga 10 Januari 2027, sudah ditetapkan di tingkat minimal 6,75% (T2) dan 6,85% (T4). Penyesuaian kupon berikutnya mengikuti BI Rate yang berlaku 3 hari kerja sebelum periode kupon baru dimulai.

Artinya, jika BI menaikkan suku bunga ke 6% sebelum awal Januari 2027, kupon baru 7% untuk SBR015T2 dan 7,1% untuk SBR015T4 berlaku mulai periode kupon 10 Januari 2027.

Bagaimana Jika BI Rate Justru Turun?

Investor tetap terlindungi. Jika BI Rate turun, kupon SBR015 tidak akan turun di bawah batas minimalnya, yaitu 6,75% untuk SBR015T2 dan 6,85% untuk SBR015T4, hingga jatuh tempo.

Hal yang Perlu Diperhatikan Investor

  • Kenaikan BI Rate bukan kepastian. Skenario ini bergantung pada pergerakan rupiah dan kondisi global. Jika rupiah stabil, BI bisa saja mempertahankan suku bunga.

  • SBR015 tidak dapat diperdagangkan. Pencairan lebih awal hanya bisa dilakukan maksimal 50% pada jadwal early redemption yang ditentukan pemerintah.

  • Masa penawaran terbatas. Pemesanan SBR015 ditutup pada 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB.

Kesimpulan

BI Rate memang bertahan di 5,75%, tetapi tekanan dari suku bunga AS, harga minyak, dan kebutuhan dolar membuat BI masih berpotensi menaikkan suku bunga ke 6% jika rupiah melewati Rp18.000. Dalam skenario tersebut, kupon SBR015T2 naik ke 7% dan SBR015T4 ke 7,1% per tahun. Jika BI Rate turun, kupon tetap terlindungi oleh batas minimalnya, sehingga SBR015 dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin imbal hasil berpotensi naik dengan risiko terjaga.

Investasi di Aplikasi SBN Ritel Terbaik - Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi SBN resmi yang memudahkan pembelian obligasi negara seperti ORI, SR, ST, dan SBR. Kamu dapat membandingkan imbal hasil, memahami risiko, dan mengikuti jadwal penerbitan dengan jelas. Cocok untuk investor yang mencari investasi aman dengan dukungan negara, semuanya tersedia dalam satu aplikasi investasi terpercaya.

Investasi SBR015 di Sini

(Rahmat Hidayat/AM)

Tentang Penulis

*Rahmat Hidayat adalah Investment Specialist Bareksa dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di bidang investasi dan produk finansial digital. Ia aktif mengembangkan produk pasar modal dan memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, serta memegang lisensi WPPE.

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Berapa kupon SBR015 jika BI Rate naik ke 6%?

Kupon SBR015T2 naik menjadi 7% per tahun (6% ditambah spread 1%), sedangkan SBR015T4 menjadi 7,1% per tahun (6% ditambah spread 1,1%).

Kapan kupon SBR015 disesuaikan?

Setiap 3 bulan. Penyesuaian pertama berlaku mulai periode kupon 10 Januari 2027, mengikuti BI Rate yang berlaku 3 hari kerja sebelumnya.

Apakah kupon SBR015 bisa turun?

Bisa turun mengikuti BI Rate, tetapi tidak di bawah kupon minimal 6,75% untuk SBR015T2 dan 6,85% untuk SBR015T4.

Kapan batas akhir pemesanan SBR015?

Masa penawaran SBR015 berakhir pada 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua