Berita / SBN / Artikel

Didukung Lima Faktor Ini, ORI020 Diprediksi Laris Diborong Investor

Tidak hanya bagi kaum yang sudah mapan, ORI020 juga menarik minat masyarakat yang baru masuk ke pasar modal
Abdul Malik • 21 Sep 2021
cover

Ilustrasi perempuan investor yang gembira melihat imbal hasil investasinya di reksadana dan SBN yang terus tumbuh di tengah gejolak pasar akibat pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Bareksa.com - Menyusul penerbitan Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR015, pemerintah segera menerbitkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI020 yang dijadwalkan pada awal bulan depan atau 4 Oktober 2021.

ORI020 merupakan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri kelima yang diterbitkan di 2021. Namun kepastian tanggal penerbitannya masih digodok oleh Kementerian Keuangan.

SBN Ritel jenis konvensional bersifat tradable (bisa diperdagangkan) dengan tenor 3 tahun tersebut, diprediksi banyak kalangan bakal laris diborong investor. Apa saja faktor pendorong tingginya minat investor terhadap ORI020?

Head of Fixed Income Trimegah Asset Management, Darma Yudha mengatakan faktor pertama, karena banyak investor ritel yang mengalihkan dananya dari deposito ke seri SBN Ritel seperti ORI.

"Tidak adanya risiko gagal bayar, karena baik kupon maupun pokok investasinya ditanggung pemerintah, membuat ORI020 berpeluang menarik minat investor," ujarnya dilansir Kontan. ​

Faktor kedua, ORI biasanya  menawarkan tingkat kupon lebih menarik dibandingkan deposito. Darma memperkirakan pemerintah bisa memberikan kupon antara 5 persen hingga 5,1 persen pada ORI020, atau tidak jauh dari kupon SR015 (5,1 persen). Besaran kupon itu lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito dalam 12 bulan saat ini yang sebesar 3,8 persen per tahun.

Senior Economist Samuel Sekuritas, Fikri C Permana juga memperkirakan imbal hasil yang ditawarkan oleh ORI020 tidak akan jauh berbeda dibandingkan dengan SR015 yakni sekitar 5 persen.

"Saya pikir 5 persen juga akan menarik, apalagi dengan pajak yang sangat rendah, ditambah dengan risiko masa depannya jauh lebih rendah," kata Fikri.

Pajak Rendah

Faktor ketiga, Fikri mengatakan adanya kebijakan baru mengenai pemangkasan pajak bunga obligasi dari semula 15 persen menjadi 10 persen. Pajak imbalan obligasi tersebut jauh lebih rendah dari pajak bunga deposito 20 persen.

Faktor keempat, Darma menambahkan, adanya kemudahan akses membeli SBN Ritel, menyebabkan investor kian tertarik mengakses obligasi. Hal ini karena SBN Ritel baik pendaftaran, pembelian hingga penjualan kembali semua bisa dilakukan secara online.

"Kalau saya lihat generasi milenial dari literasi keuangan saat ini lebih baik," ujar dia.

Faktor kelima, Fikri mengatakan penerbitan ORI020 maupun SBN Ritel lainnya akan kian banyak peminatnya karena saat ini likuiditas memang sedang melimpah. Apalagi, ORI adalah jenis obligasi yang bisa diperjualbelikan kembali. Sehingga investor berpeluang mendapatkan cuan di pasar sekunder.

"Saya pikir tidak hanya kelompok masyarakat yang sudah mapan, tetapi juga masyarakat yang baru investasi di pasar modal juga tertarik dengan ORI," ujar dia.

(Martina Priyanti/AM)

​***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

ORI020 merupakan salah satu jenis SBN Ritel yang memiliki fitur bisa diperdagangkan dengan tenor 3 tahun. Nilai investasi minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.