Berita / SBN / Artikel

Rata-rata Bunga Deposito Agustus 3,85 Persen, Investasi di SR015 Semakin Untung

SR015 menawarkan imbal hasil 5,1 persen per tahun dengan pajak imbalan 15 persen, lebih rendah dari pajak bunga deposito 20 persen
Abdul Malik • 01 Sep 2021
cover

Ilustrasi imbal hasil SR015 yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan deposito. (Shutterstock)

Bareksa.com - Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan deposito atau tabungan bank untuk menyimpan uang dalam jangka pendek, sehingga banyak dari mereka yang masih menempatkan dananya pada instrumen tersebut.

Di sisi lain, saat ini pemerintah sedang menawarkan instrumen investasi yang nyaris bebas risiko bagi masyarakat, berbasis syariah, serta menawarkan imbal hasil yang cukup menarik, yakni Sukuk Negara Ritel (SR).

Sukuk adalah penyertaan terhadap aset negara yang disewakan kepada pemerintah. Jika kita membeli sukuk, artinya kita membeli aset negara. Aset ini kemudian akan kita sewakan kembali kepada pemerintah hingga saat jatuh tempo, atau masa berlakunya habis.

Pemerintah mulai menawarkan instrumen surat utang syariah yang khusus untuk investor ritel berjenis Sukuk Ritel (SR) seri SR015 yang dibuka sejak 20 Agustus 2021 dan akan dtutup pada 15 September 2021, di mana tujuan utamanya untuk membiayai APBN dan membiayai pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia

Kementerian Keuangan menetapkan tingkat imbal hasil tetap (fixed coupon) 5,1 persen per tahun. SR seri terbaru ini adalah instrumen investasi syariah yang aman karena dijamin pemerintah, serta dikhususkan untuk masyarakat ritel yang bisa dibeli secara online.

SR015 diterbitkan dalam bentuk tanpa warkat serta memiliki jatuh tempo dalam 3 tahun, tepatnya pada 10 September 2024. Selain itu, SR015 juga bisa diperdagangkan di pasar sekunder setelah tiga kali pembayaran kupon, tepatnya mulai 11 Desember 2021.

Investasi ini cocok bagi investor pemula ataupun investor ritel karena modal awal untuk membeli SR015 sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp1 juta (1 unit) dan maksimal Rp3 miliar (3000 unit).

Instrumen tersebut juga cocok untuk investor yang memiliki profil risiko rendah atau penghindar risiko (risk averse), karena pembayaran imbal hasil dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-Undang SBSN dan dananya disediakan dalam APBN setiap tahunnya.

Jika dibandingkan antara SR015 dengan deposito yang sama-sama memiliki risiko yang rendah, lantas apa perbedaan kedua instrumen tersebut? Berikut ulasannya :

1. Penetapan imbal hasil

Kupon atau imbal hasil SR015 ditetapkan 5,1 persen per tahun dengan sistem tetap (fixed coupon) serta dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Artinya, investor berpotensi mendapatkan capital gain jika menjualnya di atas harga par.

Hal ini berbeda dengan imbal hasil pada deposito yang bisa naik dan turun sesuai dengan tingkat suku bunga acuan.

2. Pajak lebih rendah

Keuntungan SR015 hanya dikenakan pajak 15 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pajak atas imbal hasil deposito 20 persen per tahun. Maka, berinvestasi di SR015 tentu lebih optimal.

Jika dibandingkan, imbal hasil SR015 yang sebesar 5,1 persen terlihat lebih tinggi dibandingkan dengan deposito perbankan yang hanya 3,85 persen per tahun berdasarkan rata-rata imbalan deposito perbankan per 30 Agustus 2021 (menurut data Pusat Informasi Pasar Uang Bank Indonesia).

Setelah dipotong pajak, imbal hasil bersih SR015 sebesar 4,34 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata imbal hasil bersih deposito perbankan yang hanya 3,08 persen per tahun.

3. Bisa diperdagangkan

Jika kita memiliki deposito berjangka, kita tidak bisa mencairkannya sebelum jatuh tempo. Kecuali, kita bersedia dikenakan pinalti oleh bank, sehingga akhirnya keuntungan yang kita terima pun semakin kecil.

Sementara itu, SR015 bisa dijual jika investor membutuhkan dana karena bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Syaratnya, SR015 bisa dijual setelah tiga kali pembayaran kupon, yakni mulai 11 Desember 2021.

Karena dapat diperdagangkan di pasar sekunder, investor berpotensi mendapatkan capital gain jika menjualnya di atas harga par.

4. Dijamin 100 persen

Tabungan atau deposito dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) dengan maksimal Rp2 miliar. Sementara itu, SR015 dijamin 100 persen oleh pemerintah baik pokoknya maupun pembayaran bunganya.

Artinya, jaminan pemerintah bisa mencapai Rp3 miliar, sesuai kepemilikan maksimal di SR015. Jadi, investasi di SR015 nyaris bebas risiko gagal bayar, alias kemungkinan ruginya sangat kecil.

5. Modal terjangkau

Penempatan uang di deposito bank ada nilai minimalnya. Misalnya di salah satu bank besar, nilai minimal saldo deposito Rp10 juta. Angka saldo minimal itu sangat jauh dibandingkan dengan modal investasi di SR015 yang bisa dimulai dengan Rp1 juta (1 unit) saja.

Selain keuntungan bagi investor, SR015 ini sangat bermanfaat bagi negara karena membantu membiayai APBN. Jadi, bila kita membeli SR015, kita bisa berinvestasi sekaligus membantu negara.

Perbedaan

Sukuk Ritel seri SR015

Deposito

Sifat instrumen

Surat Berharga Syariah Negara (penyertaan pada aset negara)

Tabungan

Tenor (jatuh tempo)

3 tahun

3,6,12,24 bulan

Kupon/bunga

Tetap, dibayar tiap bulan

Bisa berubah setiap saat

Pajak atas imbal hasil

15%

20%

Perdagangan di pasar sekunder

Bisa diperdagangkan setelah dua kali pembayaran kupon

Tidak bisa

Potensi capital gain

Ada

Tidak ada

Modal

Rp1 juta – Rp3 miliar

Mulai Rp10 juta

Jaminan pemerintah

Ada 100% (maksimal Rp3 miliar)

Maksimal Rp2 miliar

Sumber : Kemenkeu, diolah Bareksa

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Sukuk Negara Ritel (SR) seri SR015ditawarkan mulai 20 Agustus hingga 15 September 2021. SR015 merupakan salah satu jenis SBN Ritel syariah yang memiliki fitur bisa diperdagangkan dengan tenor 3 tahun. Nilai investasi minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp3 miliar.

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan anggaran untuk pembangunan negara.

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN Ritel? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN Ritel di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau Bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel atau SBN Ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.