Berita / SBN / Artikel

Ingin Investasi di Obligasi Negara? Ini Kalender Lelang SBN di 2021

Target penerbitan SBN sepanjang kuartal I 2021 sebesar Rp342 triliun
Hanum Kusuma Dewi • 30 Dec 2020
cover

Kalender meja 2021 untuk mencatat jadwal lelang SBN ritel. (shutterstock)

Bareksa.com - Penerbitan Surat Utang Negara (SUN) kembali menjadi salah satu pilihan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, untuk membiayai sejumlah program pemerintah. Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) melalui lelang, termasuk di dalamnya.

Berikut "Kalender Penerbitan SBN Tahun 2021", yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) (30/12/2020). Sebagai catatan, penerbitan SBN melalui lelang biasanya diikuti oleh institusi dan bukan untuk individu ritel. 

Surat berharga yang akan diterbitkan terdiri dari penerbitan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) konvensional dan syariah (SPNS), Surat Utang Negara (SUN), Obligasi Negara (ON), dan Project-based Sukuk (PBS). Tertera, target penerbitan SBN sepanjang kuartal pertama 2021 sebesar Rp342 triliun.

"Pemerintah dapat menambah atau mengurangi tanggal lelang, menawarkan tenor tambahan pada setiap lelang serta menyesuaikan target triwulanan, sesuai dengan kondisi pasar, potensi permintaan dan strategi pembiayaan," tulis lampiran kalender penerbitan SBN tersebut.

Selain itu, untuk keperluan cash management, pemerintah dapat menambah tanggal lelang selain yang dijadwalkan di atas dengan menawarkan T-bills jangka pendek. Secara umum, lelang dilakukan per minggu dengan selang-seling antara konvensional seri SBN dan ON serta syariah atau sukuk seri SPNS dan PBS. 

Kuartal I 2021

Pada Januari 2021, lelang akan dilakukan pada tanggal 5, 12, 19, 26. Sementara di Februari 2020, akan dilakukan pada tanggal 2, 9, 16, dan 23.

Kemudian pada Maret, lelang akan digelar pada tanggal 2, 9, 16, 23,dan 30.

Kuartal II 2021

Sedangkan pada kuartal II yang dimulai pada April, lelang digelar tanggal 6, 13, 20,dan 27. Lalu pada Mei di tanggal 4, 25, dan 31.

Selanjutnya pada Juni di tanggal 8, 15, 22, dan 29.

Kuartal III 2021

Pada kuartal III dimulai pada Juli tanggal 6, 13, 19, dan 27. Selanjutnya lelang digelar pada Agustus di tanggal 3, 9, 16, 24, dan 31.

Kemudian di bulan September yakni tanggal 7, 14, 21, dan 28.

Kuartal IV 2021

Sementara lelang pada kuartal IV 2021, pada Oktober di tanggal 5, 12, 18, dan 26. Selanjutnya pada November 2021 tanggal 2, 9, 16, 23, dan 30.

Kemudian di Desember pada tanggal 7 dan 14.

Sumber: DJPPR Kemenkeu

Pembiayaan dan Pasar Surat Utang

Pada 2021, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp1.743,6 triliun, sementara belanja negara Rp2.750 triliun. Sehingga, defisit APBN 2021 ditetapkan Rp1.006,4 triliun atau setara 5,7 persen dari PDB.

Pemerintah menargetkan utang baru pada tahun depan Rp1.177,4 triliun. Utang ini sebagian besar diterbitkan melalui SBN Rp1.207,3 triliun. Dalam paparannya, Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa porsi terbesar pembiayaannya akan berasal dari Surat Berharga Negara (SBN) yang mayoritasnya akan dikeluarkan dalam mata uang rupiah.

"Dengan banyaknya SBN yang dikeluarkan dalam mata uang rupiah, pemerintah dapat memperdalam pasar keuangan domestik agar akhirnya bisa mandiri. Dengan menguatnya pasar keuangan domestik tentu akan ikut mendorong pertumbuhan ekonomi," sebagaimana dikutip dalam twitter @DitjenAnggaran Kemenkeu, Kamis (17/12/2020).

Target SBN Ritel 2021

Pemerintah berencana untuk kembali menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) untuk investor individu atau ritel senilai hingga Rp80 triliun tahun depan, jauh lebih tinggi dari target tahun ini. Penerbitan SBN ritel meskipun kontribusinya kecil bagi pembiayaan negara, bisa memperluas basis investor di dalam negeri sekaligus memperdalam pasar keuangan nasional. 

Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan rencana penerbitan SBN ritel di tahun 2021 akan sama dengan realisasi penjualan SBN ritel di tahun ini yang sebesar Rp76,78 triliun. Realisasi ini lebih tinggi daripada target Rp60-70 triliun sebelumnya.  

"Target tahun depan antara Rp70-80 triliun di SBN ritel, hampir sama dengan realisasi 2020. Tahun depan juga rencana enam kali penerbitan," ujarnya dalam Investor Gathering DJPPR Kementerian Keuangan 2020, 17 Desember 2020. 

(Martina Priyanti/AM)

* * *

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Dengan berinvestasi di SBN Ritel kita tidak hanya mendapatkan imbal hasil tetapi juga membantu pembiayaan APBN untuk pembangunan negara. Tunggu penerbitan SBN Ritel berikutnya di Bareksa

Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan SBN ritel seri berikutnya.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.