Berita / SBN / Artikel

Realisasi Penjualan SBN Ritel hingga Oktober Tembus Rp71,4 Triliun, Berapa ST007?

Gabungan penjualan SR013 dan ORI018 mencapai Rp38,6 triliun, atau sudah hampir memenuhi taget SBN Ritel semester II Rp40 triliun
Abdul Malik • 06 Nov 2020
cover

Acara diskusi saat peluncuran Green Sukuk Ritel Sukuk Tabungan seri ST007 secara virtual, di Jakarta (4/11/2020).

Bareksa.com - Tingginya minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) Ritel kian membludak sepanjang tahun ini. Untuk 5 seri penerbitan SBN Ritel hingga Oktober 2020 saja, pemerintah berhasil meraup Rp71,37 triliun. Nilai itu sudah jauh melampaui target awal pemerintah.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman, pada akhir tahun lalu menyatakan target penerbitan SBN Ritel di 2020 hanya senilai Rp40 triliun hingga Rp60 triliun, atau lebih rendah dari target 2019 yang senilai Rp60 triliun hingga Rp80 triliun.

Target tahun ini yang konservatif tersebut mempertimbangkan sepanjang 2019, pemerintah hanya berhasil mengumpulkan Rp49,89 triliun dari penerbitan 10 seri SBN ritel. Selain itu tahun ini juga ada sentimen pandemi Covid-19.

Namun faktanya, hanya dari penerbitan 5 seri SBN Ritel di 2020, realisasinya sudah jauh melampaui nilai penjualan di 2019 yang dari penerbitan 10 SBN Ritel. Sepanjang tahun ini pemerintah hanya menerbitkan 6 SBN Ritel. Saat ini sedang dilakukan penawaran Green Sukuk Ritel - Sukuk Tabungan seri ST007 atau merupakan seri keenam atau yang terakhir di 2020.

Baca juga : 9 Keuntungan Berinvestasi Green Sukuk Ritel ST007 di Bareksa

​​Plt Direktur Surat Utang Negara Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu), Deni Ridwan, sebelumnya menyatakan pemerintah menargetkan penerbitan SBN Ritel pada semester II 2020 senilai Rp35 triliun hingga Rp40 triliun. Nilai itu merupakan bagian dari sisa penerbitan SBN semester II yang senilai Rp900,4 triliun.

"Target penerbitan SBN di semester II senilai Rp900,4 triliun, yang akan dipenuhi melalui lelang perdana, SBN Ritel, lelang valuta asing, private placement dan SBN skema khusus ke Bank Indonesia," ujar Deni dalam video conference akhir Juli lalu.

Realisasi Penjualan SBN Ritel 2020 

SBN Ritel
Tanggal Penerbitan
Realisasi Penerbitan
SBR009
27 Januari - 13 Februari 2020
Rp2,25 triliun
SR012
24 Februari - 18 Maret 2020
Rp12,14 triliun
ORI017
15 Juni - 9 Juli 2020
Rp18,33 triliun
SR013
28 Agustus - 23 September 2020​
Rp25,66 triliun
ORI018
1-21 Oktober 2020
Rp12,97 triliun
Jumlah

Rp71,37 triliun

Sumber : Kemenkeu, diolah Bareksa

Gabungan penjualan Sukuk Ritel seri SR013 yang ditawarkan Agustus dan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI018 pada Oktober bulan lalu telah merealisasi Rp38,6 triliun, atau hampir mencapai target penjualan Rp40 triliun. Sehingga hanya butuh Rp1,37 triliun dari penjualan ST007 untuk bisa memenuhi target penjualan SBN Ritel di semester II tahun ini.

Namun mempertimbangkan tingginya minat investor berinvestasi di SBN di masa pandemi Covid-19, bisa jadi realisasi penjualan ST007 akan mampu mengejar seri-seri sebelumnya tahun ini. Mengingat masyarakat butuh instrumen investasi yang aman di tengah pandemi, sementara suku bunga dalam tren menurun yang berdampak pada menurunnya bunga deposito. Walhasil investasi di SBN adalah pilihan paling masuk akal, utamanya bagi investor yang memiliki profil risiko rendah.

Baca juga : Suku Bunga Tren Turun, Green Sukuk Ritel ST007 Bisa Jadi Pilihan Investasi

Suksesnya penjualan SBN Ritel tahun ini, tak terlepas dari strategi pemerintah yang lebih memilih meluncurkan instrumen SBN yang bersifat tradable (bisa diperdagangkan). Sebab di masa pandemi, masyarakat memang tidak hanya butuh investasi di instrumen yang aman dan menguntungkan, namun juga likuid sehingga bisa dijadikan cadangan dana darurat.

Maka itu, dari 6 SBN Ritel yang diterbitkan sepanjang 2020, dua di antaranya bersifat tradable yakni SR012, ORI017, SR013 dan ORI018. Adapun dua SBN Ritel yang bersifat non tradable yakni SBR009 yang dirilis pada Januari lalu dan ST007 saat ini. Terbukti penjualan SBN Ritel tradable memang laris diborong investor, bahkan SR013 mencetak rekor penjualan tertinggi sepanjang sejarah SBN Ritel yang tembus Rp25,66 triliun. 

Berapa Penjualan ST007?

Direktur Jenderal Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kemenkeu, Dwi Irianti Hadiningdyah, mengatakan target awal untuk ST007 kali ini tidak seperti seri-seri sebelumnya. Biasanya, pemerintah mematok target awal untuk obligasi ritel senilai Rp5 triliun.

“Untuk ST007 pemerintah hanya mematok target awal Rp2 triliun. Tapi kalau memang bisa lebih dari target, kemungkinan untuk upsize target terbuka. Pertimbangan target Rp 2 triliun karena ini sudah menjelang akhir tahun, ditambah sifat ST007 yang non-tradable,” kata Dwi dilansir Kontan (4/11).

Historikal Penjualan Sukuk Tabungan Secara Online

SBN Ritel

Penjualan Total (Rp triliun)

ST002

4,95

ST003

3,13

ST004

2,63

ST005

1,96

ST006

1,46

Sumber : Kemenkeu, diolah Bareksa

Dilihat dari data historis, sejak Sukuk Tabungan ditawarkan secara online yang dimulai pada 2018 lalu, yakni ST002, realisasi penjualan terbesar dibukukan oleh ST002 senilai Rp4,95 triliun. Namun untuk 5 seri Sukuk Tabungan lainnya realisasi penjualan antara Rp1,46 triliun hingga Rp3,13 trilun.

Atau jika dirata-rata nilai penjualan dari enam seri Sukuk Tabungan tersebut Rp2,82 triliun. Karena itu target awal pemerintah membidik Rp2 triliun dari penerbitan ST007 sangat masuk akal bisa tercapai. 

Baca juga : ST007 Diluncurkan, Begini Perkembangan Sukuk Negara Ritel Sejak 2009 - Oktober 2020

***

Ingin berinvestasi sekaligus bantu negara?

Pemerintah membuka masa penawaran Green Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan seri ST007 pada 4-25 November 2020. Belum memiliki akun Bareksa tetapi ingin berinvestasi di SBN? Segera daftar melalui aplikasi Bareksa sekarang, gratis hanya dengan menyiapkan KTP dan NPWP (opsional).

Bagi yang sudah punya akun Bareksa untuk reksadana, lengkapi data berupa rekening bank untuk mulai membeli SBN di Bareksa. Bagi yang sudah pernah membeli SBR, ORI atau Sukuk di Bareksa sebelumnya, Anda bisa menggunakan akun di Bareksa untuk memesan ORI018.

PT Bareksa Portal Investasi atau bareksa.com adalah mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara online. Selain proses registrasi dan transaksi sangat cepat dan mudah, Anda juga dapat memantau investasi Anda dari mana saja dan kapan saja.