BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

BEI Minta Klarifikasi MSCI, Status Pasar Indonesia Belum Berubah

20 Oktober 2026
Tags:
BEI Minta Klarifikasi MSCI, Status Pasar Indonesia Belum Berubah
Ilustrasi 2 orang trader memantau perkembangan pasar saham. (Shutterstock)

Dirut BEI Jeffrey Hendrik meminta klarifikasi MSCI terkait usulan status Standalone. BEI menegaskan status pasar Indonesia masih Emerging Market.

Bareksa – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa perubahan status pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market belum diputuskan oleh MSCI. Pengumuman pada 15 Oktober 2026 masih merupakan proses konsultasi untuk menghimpun masukan investor global.

Jeffrey menyatakan BEI menghormati independensi MSCI dalam menentukan klasifikasi pasar. Namun, BEI akan meminta klarifikasi mengenai alasan pengumuman tersebut, terutama karena berbagai reformasi pasar modal Indonesia sebelumnya memperoleh respons positif dari investor global dan lembaga penyedia indeks internasional.

"Dengan mempertimbangkan berbagai kemajuan dan langkah reformasi yang telah dilakukan, BEI akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada MSCI mengenai dasar pertimbangan dan penilaian yang melatarbelakangi pengumuman tersebut," demikian pernyataan resmi BEI yang disampaikan Jeffrey.

Promo Terbaru di Bareksa

BEI Tegaskan MSCI Masih Membuka Konsultasi

Jeffrey menekankan bahwa pengumuman MSCI bukan keputusan final mengenai perubahan klasifikasi pasar Indonesia. MSCI masih menerima masukan investor dan pelaku pasar hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan atas usulan tersebut dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi turut menjelaskan bahwa proses konsultasi dapat dipahami sebagai pembukaan wacana untuk meminta pandangan investor global mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi.

"MSCI membuka consultation itu bahasa sederhananya membuka wacana untuk mendapatkan masukan dari investor global, terkait potensi klasifikasi status pasar Indonesia ke standalone market," jelas Iding.

Dengan demikian, Indonesia masih berstatus Emerging Market dalam klasifikasi MSCI. Namun, kemungkinan perubahan status tetap menjadi bagian dari proses evaluasi resmi yang sedang berlangsung.

BEI dan OJK Lanjutkan Reformasi Pasar Modal

Menurut Jeffrey, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjalankan berbagai langkah untuk memperbaiki transparansi, integritas, dan kualitas pasar modal Indonesia. BEI menyatakan perbaikan tersebut telah mendapat apresiasi dari sejumlah investor global maupun lembaga penyedia indeks internasional.

Meski demikian, BEI tetap akan meminta penjelasan lebih lanjut untuk mengetahui aspek-aspek yang masih menjadi perhatian MSCI. Jeffrey juga memastikan BEI akan terus berkoordinasi dengan OJK dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien.

Langkah ini sekaligus ditujukan untuk menjaga kepercayaan investor domestik maupun global di tengah ketidakpastian pasar.

Jadwal Evaluasi MSCI terhadap Indonesia

Agenda
Jadwal atau Status

Pengumuman konsultasi MSCI

15 Oktober 2026

Status Indonesia saat ini

Emerging Market

Usulan perubahan klasifikasi

Standalone Market

Batas akhir masukan investor

30 April 2027

Tenggat keputusan MSCI

30 Juni 2027

Sumber: MSCI dan pernyataan resmi BEI.

Proses konsultasi tersebut memberi kesempatan bagi regulator dan pelaku pasar untuk menyampaikan perkembangan reformasi serta masukan mengenai klasifikasi Indonesia. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada penilaian MSCI sesuai metodologi yang digunakan.

Kesimpulan

Jeffrey Hendrik menegaskan status pasar Indonesia belum berubah menjadi Standalone. BEI akan meminta klarifikasi kepada MSCI sambil melanjutkan reformasi bersama OJK. Bagi investor, hal terpenting adalah membedakan usulan reklasifikasi dengan keputusan final, sembari mencermati kemajuan reformasi dan perkembangan komunikasi BEI dengan MSCI.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

***

D​ISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apakah MSCI sudah menurunkan status Indonesia?

Belum. Indonesia masih berstatus Emerging Market, sementara MSCI sedang mengonsultasikan kemungkinan perubahan menjadi Standalone.

Mengapa Jeffrey Hendrik meminta klarifikasi MSCI?

BEI ingin memahami dasar pertimbangan usulan perubahan status setelah berbagai reformasi pasar modal sebelumnya memperoleh respons positif menurut BEI.

Kapan keputusan MSCI diumumkan?

Paling lambat 30 Juni 2027, setelah masa konsultasi berakhir pada 30 April 2027.

Profil Penulis

Abdul Malik
Abdul Malik

Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WMI dan WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.256,72

Up0,39%
Up3,12%
Up4,17%
Up5,50%
Up23,49%
Up18,40%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.209,39

Up0,27%
Up3,08%
Up4,69%
Up5,79%
--

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.218,90

Up0,51%
Up1,72%
Up2,88%
Up4,04%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.025,67

Down-1,63%
Down-2,87%
Down-2,09%
Up0,29%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua