BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

OJK: Pasar Modal Tetap Resilien, AUM Reksadana Tembus Rp711 Triliun di April 2026

Abdul Malik06 Mei 2026
Tags:
OJK: Pasar Modal Tetap Resilien, AUM Reksadana Tembus Rp711 Triliun di April 2026
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi (kiri) dan Pejabat Sementara (PJS) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik (kanan), dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana serta Pembukaan Pekan Reksa Dana Tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia, Senin (27/4). (Bareksa/AM)

OJK mencatat kinerja pasar modal dan reksadana tetap terjaga April 2026. AUM tembus Rp1.072 triliun, investor capai 26,49 juta.

Bareksa - Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan kinerja sektor jasa keuangan tetap terjaga pada April 2026. Hal ini penting bagi investor karena mencerminkan stabilitas pasar di tengah volatilitas global. Kondisi ini didukung likuiditas yang tetap manageable, sementara sektor pasar modal dan pengelolaan investasi menunjukkan resiliensi.

Dalam keterangannya (5/5), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyatakan pasar saham domestik bergerak dinamis dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.956,80. Indeks terkoreksi 1,3% secara bulanan dan 19,55% secara tahun berjalan. Meski demikian, likuiditas tetap terjaga dengan bid-ask spread rendah dan aktivitas transaksi yang masih solid.

Rata-rata nilai transaksi harian tercatat Rp18,51 triliun, sedikit moderasi dibanding bulan sebelumnya. Investor asing masih mencatat net sell Rp17,02 triliun pada April 2026. Kondisi ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar di tengah ketidakpastian global.

Promo Terbaru di Bareksa

Reksadana dan Investor Tumbuh Positif

Di sisi lain, industri pengelolaan investasi menunjukkan kinerja positif. Nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.072,64 triliun atau naik 1,53% secara bulanan dan 2,87% secara tahun berjalan. Sementara Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana tercatat Rp711,89 triliun, tumbuh 2,32% bulanan dan 5,41% sejak awal tahun.

Pertumbuhan ini didorong oleh net subscription Rp8,11 triliun selama April dan Rp37,24 triliun secara kumulatif tahun berjalan. Jumlah investor pasar modal juga meningkat signifikan, bertambah 1,74 juta menjadi total 26,49 juta investor. Tren ini mencerminkan meningkatnya partisipasi investor domestik.

Dari sisi pembiayaan, pasar modal tetap berperan sebagai sumber dana jangka panjang. Hingga April 2026, nilai fundraising mencapai Rp56,35 triliun dengan pipeline penawaran umum Rp49,84 triliun. Aktivitas ini menunjukkan fungsi intermediasi pasar tetap berjalan di tengah tekanan global.

Tabel Ringkasan Kinerja Pasar Modal April 2026

Indikator
Nilai
Perubahan

IHSG

6.956,80

-1,30% mtm / -19,55% ytd

RNTH (Nilai Transaksi Harian)

Rp18,51 triliun

Turun dari Rp20,66 triliun

Net Asing Saham

-Rp17,02 triliun

Net sell

ICBI (Obligasi)

436,38

0,74% mtm / -1,01% ytd

Yield SBN

-3,90 bps mtm

50,61 bps ytd

Sumber: OJK, diolah

Tabel Kinerja Reksadana & Jumlah Investor

Indikator
Nilai
Perubahan

AUM Industri

Rp1.072,64 triliun

1,53% mtm / 2,87% ytd

NAB Reksadana

Rp711,89 triliun

2,32% mtm / 5,41% ytd

Net Subscription

Rp8,11 triliun

Bulanan

Net Subscription YTD

Rp37,24 triliun

Tahun berjalan

Jumlah Investor

26,49 juta

30,06% ytd

Sumber: OJK

Tabel Fundraising & Pendalaman Pasar

Indikator
Nilai

Fundraising Pasar Modal

Rp56,35 triliun

Pipeline Penawaran Umum

Rp49,84 triliun

SCF (Total Dana)

Rp1,93 triliun

Bursa Karbon (Total Nilai)

Rp93,75 miliar

Sumber: OJK

Kesimpulan

Kinerja pasar modal Indonesia pada April 2026 mencerminkan kondisi yang tetap stabil di tengah tekanan global. Likuiditas terjaga dan partisipasi investor domestik terus meningkat. Pertumbuhan reksadana dan AUM menjadi sinyal positif bagi industri pengelolaan investasi. Namun, dinamika global tetap menjadi faktor yang perlu dicermati investor dalam mengambil keputusan.

FAQ

1. Berapa jumlah investor pasar modal saat ini?
Sebanyak 26,49 juta investor per April 2026.

2. Bagaimana kinerja reksadana?
NAB tumbuh 5,41% ytd dengan net subscription positif.

3. Apakah investor asing masih keluar?
Ya, tercatat net sell Rp17,02 triliun di April.

4. Berapa total dana dihimpun di pasar modal?
Rp56,35 triliun hingga April 2026.

5. Apa yang perlu dicermati investor?
Volatilitas pasar global dan arah kebijakan moneter dunia.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Empty Illustration

Produk Belum Tersedia

Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua