MDKA Siapkan Private Placement 10% Saham, Target Dana Rp7,5 Triliun untuk Ekspansi
MDKA akan terbitkan 2,447 miliar saham baru via PMTHMETD IV Juni 2026, target dana US$436,8 juta (sekitar Rp7,58 triliun) untuk ekspansi.

MDKA akan terbitkan 2,447 miliar saham baru via PMTHMETD IV Juni 2026, target dana US$436,8 juta (sekitar Rp7,58 triliun) untuk ekspansi.
Bareksa - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD IV) dengan menerbitkan hingga 2,447 miliar saham baru. Informasi ini penting karena mencerminkan strategi pendanaan ekspansi dan penguatan struktur modal.
Berdasarkan keterbukaan informasi 5 Mei 2026, aksi korporasi ini setara 10% dari modal disetor dan ditujukan untuk memperkuat likuiditas. Dengan asumsi harga pelaksanaan Rp3.100 per saham, perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar US$436,8 juta (sekitar Rp7,58 triliun). Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ekspansi jangka panjang.
Sebanyak 70% dana dialokasikan untuk belanja modal dan pengembangan usaha, sementara 30% untuk modal kerja. Langkah ini mencerminkan fokus pada pertumbuhan bisnis dan optimalisasi operasional. Persetujuan rencana ini akan dimintakan dalam RUPST pada 11 Juni 2026. MDKA adalah yaitu perusahaan tambang yang bergerak di sektor logam (emas, tembaga, dan mineral lainnya).
Promo Terbaru di Bareksa
Dampak Struktur Keuangan dan Dilusi
Dari sisi struktur keuangan, rasio utang terhadap ekuitas (DER) diproyeksikan membaik dari 1,0x menjadi 0,8x. Perbaikan ini mencerminkan penguatan neraca dan penurunan ketergantungan pada utang. Hal ini dapat menjadi perhatian positif bagi investor.
Namun, penerbitan saham baru berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga 9,091%. Dampak ini menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati oleh pemegang saham eksisting. Meski demikian, tambahan modal diharapkan mendukung pertumbuhan jangka menengah.
Strategi ini juga mencerminkan upaya perseroan menjaga fleksibilitas pendanaan di tengah volatilitas harga komoditas global. Fokus pada ekspansi dan efisiensi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing perusahaan.
Tabel Ringkasan PMTHMETD IV MDKA
Metrik | Nilai |
|---|---|
Jumlah Saham Baru | 2.447.298.377 saham |
Persentase | 10% dari modal disetor |
Harga Pelaksanaan (asumsi) | Rp3.100 |
Estimasi Dana | US$436,8 juta (±Rp7,58 triliun) |
Sumber: MDKA, diolah
Alokasi Dana
Kategori | Porsi |
|---|---|
Belanja modal & pengembangan | 70% |
Modal kerja | 30% |
Sumber: MDKA, diolah
Dampak Keuangan
Indikator | Sebelum | Sesudah |
|---|---|---|
DER | 1,0x | 0,8x |
Dilusi Maksimal | - | 9,091% |
Sumber: MDKA, diolah
Jadwal Penting
Agenda | Tanggal |
|---|---|
RUPST | 11 Juni 2026 |
Sumber: MDKA
Catatan: Konversi menggunakan kurs tengah BI 5 Mei 2026 Rp17.368 per dolar AS.
Kesimpulan
Rencana private placement MDKA mencerminkan strategi penguatan modal untuk mendukung ekspansi bisnis. Langkah ini berpotensi memperbaiki struktur keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan. Di sisi lain, investor perlu mencermati potensi dilusi dan efektivitas penggunaan dana. Realisasi ekspansi akan menjadi faktor penting dalam menilai dampak jangka panjang aksi korporasi ini.
FAQ
1. Berapa dana yang akan dihimpun MDKA?
Sekitar US$436,8 juta atau setara ±Rp7,58 triliun.
2. Untuk apa dana digunakan?
70% untuk ekspansi dan belanja modal, 30% untuk modal kerja.
3. Apa dampak ke investor lama?
Berpotensi mengalami dilusi hingga 9,091%.
4. Kapan aksi ini disetujui?
Direncanakan melalui RUPST pada 11 Juni 2026.
5. Apa dampak ke keuangan perusahaan?
DER diproyeksikan membaik dari 1,0x menjadi 0,8x.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(Adam Nugroho/AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis pasar modal, saham, reksadana, SBN, emas dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.201,3 | - | - | ||||
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.209,75 | ||||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.045,91 | - | - | - | |||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.168,33 | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.

ST016
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ORI030
Obligasi Negara Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SR025
SyariahSukuk Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Fixed

SBR015
Saving Bond Ritel
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang

ST017
SyariahSukuk Tabungan
Periode Pembelian
Tipe Kupon
Mengambang