BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Laba DEWA Naik 7.695% di 2025, Ini 4 Strategi Darma Henwa untuk 2026

Abdul Malik24 April 2026
Tags:
Laba DEWA Naik 7.695% di 2025, Ini 4 Strategi Darma Henwa untuk 2026
Ilustrasi pertambangan batu bara yang dikerjakan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (dok. Perusahaan)

DEWA cetak laba Rp4,31 triliun di 2025, naik 7.695% YoY. Emiten kontraktor tambang ini siapkan empat pilar transformasi untuk 2026. Simak kinerja, strategi, dan prospek saham DEWA.

Bareksa - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membukukan lonjakan laba bersih senilai Rp4,31 triliun sepanjang 2025, melonjak 7.695% dibandingkan Rp55,24 miliar pada 2024. Hal ini menjadikannya salah satu turnaround kinerja paling dramatis di sektor kontraktor pertambangan Indonesia.

Capaian ini penting bagi investor karena membuktikan bahwa strategi insourcing armada berat yang dijalankan manajemen mulai memberikan hasil nyata dan terukur, sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis yang lebih luas di 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 April 2026, kunci utama lonjakan laba ini adalah strategi insourcing armada alat berat milik sendiri (in-house fleet) yang secara bertahap menggantikan subkontraktor.

Promo Terbaru di Bareksa

Efisiensi Modal Membaik

Sepanjang 2025, total produksi waste removal mencapai 138,63 juta bcm, dengan porsi yang dikerjakan armada internal meningkat menjadi 95,21 juta bcm. Produksi batu bara mencapai 17,04 juta ton.

Strategi ini berhasil menekan beban pokok pendapatan turun 2,90% menjadi Rp5,43 triliun, meskipun pendapatan tumbuh 5,98% menjadi Rp6,39 triliun. EBITDA 2025 melonjak 102,56% menjadi Rp1,75 triliun. Return on Equity (ROE) melejit dari 1,82% menjadi 50,13%, mencerminkan efisiensi penggunaan modal yang drastis membaik.

Di sisi pendanaan, DEWA mengamankan fasilitas kredit sindikasi dari BCA dan Bank Mandiri dengan total plafon Rp5 triliun pada akhir Desember 2025. Total aset meningkat menjadi Rp16,73 triliun dari Rp8,53 triliun di akhir 2024, seiring ekspansi kapasitas produksi dan penguatan struktur permodalan.

Darma Henwa adalah perusahaan kontraktor pertambangan batu bara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham DEWA. Perseroan menyediakan jasa penambangan terintegrasi, termasuk pengupasan lapisan tanah (waste removal) dan produksi batu bara.

Buyback Saham dan Stabilisasi Pasar

Di tengah volatilitas pasar yang signifikan, manajemen mengumumkan program pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi maksimal Rp950 miliar, berlaku 19 November 2025 hingga 19 Februari 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental jangka panjang Perseroan.

Per 31 Desember 2025, DEWA telah merealisasikan pembelian kembali 372 juta lembar saham pada harga rata-rata Rp430 per saham, senilai total Rp160 miliar. Pada akhir 2025, harga saham DEWA mencapai level tertinggi sepanjang sejarah di Rp745 per lembar, dengan kapitalisasi pasar menembus US$1,81 miliar.

Perseroan juga melakukan serangkaian aksi korporasi strategis, termasuk penerbitan 18,83 miliar saham Seri B melalui PMTHMETD untuk mengkonversi sebagian utang menjadi modal, serta perubahan status investasi dari PMA (asing) menjadi PMDN (domestik) yang membuka ruang strategis lebih luas di sektor pertambangan nasional.

Empat Pilar Strategi 2026: "Reshaping the Future"

Untuk 2026, Direksi merumuskan empat pilar strategis sebagai kompas transformasi menuju fase Reshaping the Future. Pilar pertama, Transformation 2.0, berfokus pada ekspansi basis klien, layanan beyond mining, dan transisi alat berat dari diesel ke listrik untuk efisiensi energi jangka panjang. Pilar kedua, Cultural & Organizational Shift, mencakup penguatan organisasi, pembaruan visi-misi, dan pengembangan SDM.

Pilar ketiga, Technology & Innovation, meliputi peningkatan teknologi operasional dan penerapan Good Mining Practice (GMP) di seluruh area kerja untuk mengoptimalkan siklus produksi dan utilisasi armada. Pilar keempat, Long-Term Perspective, merupakan yang paling strategis, mencakup penerapan Light Asset Model dan diversifikasi bisnis beyond coal melalui ekspansi PT Gayo Mineral Resources (GMR).

Sebagai realisasi diversifikasi, DEWA melalui anak usaha PT Mahadaya Imajinasi Nusantara menjadi pemegang saham pengendali sebesar 99,75% di PT Gayo Mineral Resources. Persetujuan dari Kementerian ESDM diperoleh November 2025, sehingga laporan keuangan GMR kini terkonsolidasi penuh ke dalam laporan DEWA, memperluas eksposur bisnis di luar segmen batu bara.

Tantangan dan Risiko 2026

Meski prospek bisnis dinilai positif, manajemen mengidentifikasi sejumlah tantangan eksternal yang perlu diwaspadai. Target produksi batu bara nasional turun dari sekitar 790 juta ton di 2025 menjadi sekitar 600 juta ton di 2026, yang berpotensi menekan volume pekerjaan kontraktor. Implementasi kebijakan B50 juga meningkatkan tekanan biaya operasional, khususnya pada konsumsi bahan bakar armada berat.

Di sisi makro, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2026 pada kisaran 3,3%, sedangkan Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di rentang 4,9–5,7%. Dewan Komisaris menilai kebijakan pemerintah yang mendorong hilirisasi dan menetapkan pertambangan sebagai sektor prioritas sebagai peluang konstruktif bagi DEWA yang sudah memiliki fondasi lebih kuat.

Tabel Ringkasan Kinerja

Indikator
2025
2024

Pendapatan

Rp6,39 triliun

Rp6,03 triliun

Laba Bersih

Rp4,31 triliun

Rp55,24 miliar

EBITDA

Rp1,75 triliun

Rp865,21 miliar

Net Profit Margin

67,37%

0,92%

Return on Equity (ROE)

50,13%

1,82%

Return on Assets (ROA)

25,74%

0,65%

Total Aset

Rp16,73 triliun

Rp8,53 triliun

Total Liabilitas

Rp8,14 triliun

Rp5,50 triliun

Sumber: DEWA

Kesimpulan

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil mencatatkan pembalikan kinerja yang luar biasa di 2025, dengan laba bersih melonjak lebih dari 7.000% menjadi Rp4,31 triliun, didorong strategi insourcing armada internal yang menekan beban pokok dan mendorong margin secara signifikan. Memasuki 2026, Perseroan berambisi mengakselerasi pertumbuhan melalui empat pilar strategis, termasuk diversifikasi bisnis di luar batu bara dan penerapan Light Asset Model. Meski ada tekanan dari penurunan target produksi batu bara nasional dan kebijakan B50, fondasi keuangan dan operasional DEWA yang jauh lebih kuat dibanding tahun sebelumnya memberi ruang gerak lebih besar untuk menghadapi tantangan tersebut.

FAQ

1. Apakah DEWA membagikan dividen dari laba 2025?
Berdasarkan Laporan Tahunan 2025, kebijakan dividen untuk tahun buku 2025 belum diumumkan secara spesifik. Investor perlu memantau pengumuman RUPST 2026 untuk keputusan pembagian dividen.

2. Apa itu strategi insourcing in-house fleet yang menjadi kunci kinerja DEWA?
Insourcing in-house fleet adalah strategi mengambil alih kembali pekerjaan operasional tambang yang sebelumnya dikerjakan subkontraktor, menggunakan armada alat berat milik DEWA sendiri. Strategi ini menekan biaya karena margin subkontraktor kini masuk langsung ke Perseroan.

3. Apa itu Light Asset Model yang disebut sebagai strategi 2026?
Light Asset Model adalah pendekatan di mana DEWA berencana beralih ke pola kemitraan strategis dengan penyedia alat berat beserta layanan pemeliharaan, mengurangi kepemilikan aset berat secara langsung. Tujuannya meningkatkan fleksibilitas modal dan ketahanan bisnis terhadap siklus industri tambang yang fluktuatif.

4. Apa risiko terbesar DEWA di 2026 yang perlu diperhatikan investor?
Tiga risiko utama: (1) penurunan target produksi batu bara nasional dari ~790 juta ton menjadi ~600 juta ton, (2) kenaikan biaya operasional akibat kebijakan B50, dan (3) volatilitas harga energi global akibat ketidakpastian geopolitik yang dapat memengaruhi profitabilitas.

5. Apa signifikansi perubahan status DEWA dari PMA menjadi PMDN?
Perubahan ke PMDN memberikan DEWA ruang strategis lebih luas untuk mengikuti tender proyek pertambangan yang mensyaratkan status perusahaan nasional, memperkuat posisi kompetitif di dalam negeri, dan berpotensi mendapat akses lebih besar ke proyek strategis pemerintah di sektor sumber daya alam.

Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa

Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.

Beli Saham di Sini

(AM)

Tentang Penulis

*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.

***

DISCLAIMER​​​​​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.212,91

Up1,00%
Up1,75%
Up0,54%
Up7,93%
Up20,24%
Up14,59%

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.199,48

Up0,36%
Up2,28%
Up1,24%
Up7,94%
--

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.173,28

Up0,86%
Up2,46%
Up1,56%
Up7,83%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.048,94

Up0,64%
Up2,25%
Up0,13%
---

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua