Rekomendasi Saham Hari Ini: JSMR, KLBF, MBMA & MEDC, IHSG Diprediksi Masih Tertekan Akibat MSCI
Rekomendasi saham hari ini JSMR, KLBF, MBMA, dan MEDC di tengah IHSG yang berpeluang lanjutkan penurunan. Simak strategi beli, target harga, dan level stop loss.

Rekomendasi saham hari ini JSMR, KLBF, MBMA, dan MEDC di tengah IHSG yang berpeluang lanjutkan penurunan. Simak strategi beli, target harga, dan level stop loss.
Bareksa - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (29/1) merekomendasikan PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebagai saham pilihan untuk trading hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai berpeluang lanjutkan penurunan.
1. JSMR: Beli saat harga melemah di Rp3.510
Saham JSMR turun 1,91% dan ditutup di harga Rp3.590 (28/1). Saat ini, JSMR masih berada dalam fase pemulihan setelah sebelumnya membentuk area support jangka menengah di kisaran Rp3.200–3.330. Dari area tersebut, harga sudah memantul dan bergerak naik secara bertahap, menandakan momentum jangka pendek mulai membaik.
Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah beli saat harga melemah di sekitar Rp3.510, dengan batas rugi (stop loss) di Rp3.460, dan target keuntungan di kisaran Rp3.640.
Promo Terbaru di Bareksa
2. KLBF: Beli saat harga turun di Rp1.070
Saham KLBF turun 3,08% dan ditutup di harga Rp1.100. Tekanan jual kembali meningkat setelah harga menembus area support Rp1.185, yang menandakan kondisi pergerakan jangka pendek sedang melemah.
Saat ini, harga KLBF sedang menguji area Rp1.100 yang menjadi support terdekat. Indikator momentum masih lemah, terlihat dari indikator stochastic yang bertahan di area bawah, sehingga peluang kenaikan dalam waktu dekat masih terbatas.
Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah beli saat harga melemah di sekitar 1.070, dengan batas rugi (stop loss) di Rp1.000, dan target keuntungan di kisaran Rp1.180.
3. MBMA: Beli saat harga melemah di Rp720
Saham MBMA turun 1,31% dan ditutup di harga Rp755. Secara tren menengah, MBMA masih berada dalam tren naik, namun saat ini sedang bergerak sideways/konsolidasi jangka pendek setelah gagal bertahan di atas area penahan kenaikan Rp860.
Harga MBMA masih bertahan di atas area support Rp750, sehingga struktur kenaikan masih terjaga. Meski begitu, momentum mulai melemah, terlihat dari indikator stochastic yang menurun, sehingga kenaikan dalam waktu dekat masih terbatas.
Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah beli saat harga melemah di sekitar Rp720, dengan batas rugi (stop loss) di Rp660, dan target keuntungan di kisaran Rp800.
4. MEDC: Beli spekulatif di Rp1.500
Saham MEDC turun 0,98% dan ditutup di harga Rp1.515. Saat ini, MEDC masih bergerak dalam tren naik jangka pendek, setelah sebelumnya memantul dari area support Rp1.395 dan tetap bertahan di atas area pergerakan datar (konsolidasi) sebelumnya.
Pergerakan harga MEDC masih tergolong positif, ditandai dengan level harga terendah yang terus naik, yang menunjukkan momentum masih terjaga. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah beli spekulatif di sekitar Rp1.500, dengan batas rugi (stop loss) di Rp1.400, dan target keuntungan di kisaran Rp1.605.
Highlight Pasar
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG anjlok 660 poin atau turun 7,35% dan ditutup di level 8.321 (28/1). Kemarin IHSG merosot dan sempat diberlakukan trading halt akibat pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sepanjang perdagangan, IHSG sempat bergerak di kisaran 8.188–8.596. Saham DSSA, TLKM, dan BBCA menjadi penggerak utama pergerakan indeks hari ini.
Penurunan IHSG terjadi sangat tajam hingga menembus batas bawah tren naik yang sebelumnya terbentuk. Kondisi ini menandakan hilangnya momentum kenaikan jangka pendek dan mengonfirmasi bahwa tren naik yang sudah berlangsung lama sementara terhenti. IHSG juga gagal bertahan di atas level penting 8.525, yang kini berubah menjadi area penahan kenaikan (resistance).
Tekanan jual yang kuat terlihat dari pola pergerakan harga yang menunjukkan aksi jual panik dan ambil untung besar-besaran. Indikator momentum juga menguatkan sinyal negatif. Indikator stochastic berbalik turun tajam dari area jenuh beli, menandakan peluang penurunan lanjutan masih terbuka.
Level yang perlu diperhatikan:
- Resistance: 8.525 dan 8.650
- Support: 8.300 dan 7.900
Kesimpulan
Di tengah tekanan pasar dan pelemahan IHSG yang masih berlanjut, strategi selektif dan disiplin menjadi kunci. JSMR, KLBF, MBMA, dan MEDC dipilih untuk trading jangka pendek dengan pendekatan buy on weakness dan beli spekulatif, disertai batas risiko yang jelas. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas pasar serta mematuhi level stop loss guna menjaga manajemen risiko.
FAQ
1. Apakah rekomendasi saham ini cocok untuk jangka panjang?
Rekomendasi ini lebih ditujukan untuk trading jangka pendek, bukan investasi jangka panjang.
2. Mengapa tetap ada rekomendasi beli saat IHSG melemah?
Karena beberapa saham sudah berada di area support dan berpotensi memantul secara teknikal.
3. Apa risiko utama yang perlu diperhatikan investor?
Risiko terbesar berasal dari volatilitas pasar lanjutan dan potensi breakdown support jika tekanan jual berlanjut.
4. Seberapa penting penggunaan stop loss?
Sangat penting untuk membatasi potensi kerugian, terutama saat kondisi pasar sedang tidak stabil.
Investasi di Aplikasi Trading Saham Online Terbaik – Bareksa
Bareksa adalah pioneer aplikasi investasi saham yang dirancang untuk membantu investor mengambil keputusan lebih percaya diri. Dilengkapi data market, riset, dan analisis fundamental, kamu bisa memantau saham dan membandingkan kinerja emiten secara praktis. Dalam satu aplikasi, Bareksa juga menyediakan reksa dana, SBN, dan emas untuk strategi investasi yang lebih lengkap.
(AM)
Tentang Penulis
*Abdul Malik adalah Managing Editor Bareksa dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di jurnalisme pasar modal. Memegang lisensi WPPE, ia fokus pada analisis makro, riset investasi, dan edukasi keuangan, serta merupakan peraih beberapa fellowship internasional.
***
DISCLAIMER
Disclaimer Ciptadana Sekuritas di Sini
Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.
Pilihan Investasi di Bareksa
Klik produk untuk lihat lebih detail.
| Produk Eksklusif | Harga/Unit | 1 Bulan | 6 Bulan | YTD | 1 Tahun | 3 Tahun | 5 Tahun |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Trimegah Dana Obligasi Nusantara autodebet | 1.209,51 | ||||||
STAR Stable Amanah Sukuk autodebet | 1.189,7 | - | - | ||||
Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A | 1.161,43 | - | - | ||||
Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A | 1.050,16 | - | - | - | - |
Produk Belum Tersedia
Ayo daftar Bareksa SBN sekarang untuk bertransaksi ketika periode pembelian dibuka.
