BeritaArrow iconSahamArrow iconArtikel

Putusan The Fed Buat Pasar Sumringah, Saham BBRI, BBNI, MAPI, ACES dan SMRA Prospektif

Abdul Malik21 Maret 2024
Tags:
Putusan The Fed Buat Pasar Sumringah, Saham BBRI, BBNI, MAPI, ACES dan SMRA Prospektif
Ilustrasi kebijakan suku bunga acuan The Fed berdampak pada pasar keuangan global dan domestik, termasuk IHSG, reksadana, SBN dan emas. (Shutterstock)

Beberapa saham rekomendasi Tim Analis Bareksa di kuatal I 2024 berhasil menembus target harganya

Bareksa.com - Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuan 5,25-5,5% dalam hasil rapat Maret 2024 pada Rabu waktu setempat. Putusan ini sesuai harapan pasar dan merupakan level suku bunga tertinggi dalam 23 tahun terakhir. The Fed sudah mempertahankan suku bunga dalam 5 kali rapat berturut-turut.

Dalam rapat tersebut, The Fed mempertegas rencana memangkas suku bunga dolar AS total 0,75% tahun ini, atau sama dengan prediksi di Desember 2023. Namun proyeksi beberapa data ekonomi diubah, seperti:

- Pertumbuhan PDB 2024 naik dari 1,4% menjadi 2,1%
- Pertumbuhan PDB 2025 menguat dari 1,8% menjadi 2%
- Inflasi 2024 tidak berubah di 2,4%
- Inflasi inti naik dari 2,4% menjadi 2,6%
- Inflasi 2025 naik dari 2,1% menjadi 2,2%
- Inflasi inti 2025 tetap 2,2%
- Tingkat pengangguran 2024 turun dari 4,1% menjadi 4%
- Tingkat pengangguran 2025 tetap 4,1%.

Promo Terbaru di Bareksa

Beli Saham di Sini

Menurut Tim Analis Bareksa, pelaku pasar menyambut baik kabar ini. Sebab, The Fed memastikan suku bunga akan dipangkas dan perubahan proyeksi justru menguatkan optimisme pasar bahwa ekonomi Negara Paman Sam tumbuh baik dan inflasi masih terkendali. Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,89% dan Indeks Nasdaq naik 1,15% pada Rabu (20/3) waktu AS. Menurut data Kamis, pukul 10:35 WIB, bursa saham lain seperti Australia melesat 1,1%, Jepang naik 1,8%, Korea melonjak 2,2% dan Hong Kong naik 1,8%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut kecipratan penguatan 0,55% dipimpin sektor teknologi (1,9%), industri dasar (1,3%) dan properti (0,9%). Kinerja merah hanya dicatatkan sektor barang konsumsi non siklikal (-0,2%) dan kesehatan (-0,1%). Para investor mulai mengalihkan portofolio investasinya dari sektor yang tergolong defensif, ke sektor yang sensitif terhadap perubahan suku bunga, pasca pengumuman Bank Sentral AS tersebut.

Menimbang The Fed yang menyatakan pemangkasan suku bunga sesuai rencana, hal ini jadi sentimen positif bagi pasar saham tahun ini. Tim analis Bareksa merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Beberapa dari saham-saham tersebut bahkan sudah menembus target harga kuartal I yang diprediksi oleh Tim Analis Bareksa yang dirilis pada awal 2024. Di antaranya BBNI sebelumnya punya target harga kurtal I Rp5.825, namun ternyata sudah berhasil menembus Rp5.950 pada 12 Februari. Karena itu target harga saham BBNI direvisi naik dari Rp5.825 menjadi Rp6.300.

Kemudian target harga saham BBRI juga sudah direvisi naik dari sebelumnya Rp6.250 menjadi Rp7.150. Sebab saham BBRI sudah berhasil menembus Rp6.300 pada 20 Februari 2024.

Beli Saham di Sini

Stock Pick Tim Analis Bareksa

No

Saham

Harga per 20/3/2024

Target Harga (TP)

Potensi Kenaikan

1

BBRI

Rp6.100

Rp7.150

17,21%

2

BBNI

Rp5.875

Rp6.300

7,23%

3

ACES

Rp930

Rp1.110

19,35%

4

MAPI

Rp1.815

Rp2.500

37,74%

5

SMRA

Rp510

Rp940

84,31%

Sumber : Tim Analis Bareksa

Beli Saham di Sini

Saham perbankan seperti BBRI dan BBNI bakal diuntungkan dari prospek penurunan suku bunga, sehingga pertumbuhan kredit bisa digenjot. Selain didukung pembiayaan lebih murah, penjualan sektor properti bisa terdongkrak dengan kebijakan diskon PPN untuk rumah di bawah Rp5 miliar. Kondisi ini bisa menguntungkan saham properti seperti SMRA.

Terakhir, menurut Tim Analis Bareksa, berkat perputaran roda ekonomi yang lebih cepat dan penyelenggaraan Pemilu 2024, perusahaan ritel bisa menikmati daya beli masyarakat yang membaik. Terlebih harga komoditas mengalami perbaikan sejak Februari 2024, terutama harga minyak kelapa sawit (CPO) yang mencapai 4.300 ringgit Malaysia per ton.

Harga CPO sangat strategis karena terdapat hampir 3 juta petani sawit di Indonesia. Sehingga kenaikan harga CPO yang mendongkrak pendapatan petani, memiliki multiplier effect yang besar. Beberapa emiten ritel yang bisa dipertimbangkan ialah ACES dan MAPI.

Beli Saham di Sini

(Ariyanto Dipo Sucahyo/Sigma Kinasih/Christian Halim/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di saham dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli saham klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi Bareksa di App Store​
- Download aplikasi Bareksa di Google Playstore
- Belajar investasi, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​​​​​

Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Bareksa membuat informasi ini dari materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi pihak manapun. Informasi ini bukan merupakan ajakan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi dan Bareksa tidak memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan.

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.314,36

Up0,41%
Up3,60%
Up0,02%
Up5,91%
Up19,01%
-

Capital Fixed Income Fund

1.764,83

Up0,56%
Up3,41%
Up0,02%
Up7,22%
Up17,48%
Up42,87%

STAR Stable Income Fund

1.915,81

Up0,53%
Up2,89%
Up0,02%
Up6,25%
Up30,81%
Up60,29%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.757

Down- 0,19%
Up3,05%
Up0,01%
Up4,62%
Up19,15%
Up47,74%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.038,38

Up0,12%
Up2,03%
Up0,02%
Up2,94%
Down- 1,75%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua