BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

Investasi Reksa Dana dengan Portofolio SBN & Potensi Saham AS, Lewat Pengelolaan AI

06 Agustus 2026
Tags:
Investasi Reksa Dana dengan Portofolio SBN & Potensi Saham AS, Lewat Pengelolaan AI
Ilustrasi investasi reksa dana STAR Fixed Income NEO AI Dollar. (Photo by Photo by Leeloo The First: Pexels)

Return historis 1,72%, plus apresiasi kurs dolar 6,57% dalam enam bulan per 31 Juli 2026, STAR Fixed Income NEO AI Dollar memanfaatkan teknologi artificial intelligence sebagai alat bantu dalam pengelolaan investasi

Bareksa – Di tengah ketidakpastian pasar keuangan global, investor kembali dihadapkan pada pertanyaan klasik: bagaimana menjaga stabilitas portofolio tanpa kehilangan peluang pertumbuhan?

Sejumlah faktor masih membayangi pasar sepanjang tahun ini, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral global, dinamika geopolitik, hingga fluktuasi nilai tukar. Dalam kondisi seperti ini, diversifikasi menjadi salah satu strategi yang kerap dipertimbangkan investor untuk mengelola risiko sekaligus menjaga potensi imbal hasil.

Salah satu alternatif yang dapat melengkapi portofolio adalah instrumen yang memiliki eksposur pada aset global. Selain memberikan akses ke berbagai peluang investasi di pasar internasional, eksposur tersebut juga dapat membantu meningkatkan diversifikasi portofolio sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pergerakan satu pasar atau satu jenis aset.

Promo Terbaru di Bareksa

Obligasi Dolar Indonesia Masih Menawarkan Imbal Hasil yang Menarik

Bagi investor yang mengutamakan stabilitas, obligasi pemerintah Indonesia berdenominasi dolar AS atau yang dikenal dengan seri INDON dan INDOIS masih menjadi salah satu pilihan yang menarik.

Saat ini, yield to maturity (YTM) obligasi dolar pemerintah Indonesia tenor 10 tahun berada di kisaran 5,6% (data BCA per 3 Agustus 2026). Meskipun lebih rendah dibandingkan obligasi pemerintah rupiah seri benchmark tenor 10 tahun yang berada di kisaran 7,2%, obligasi dolar menawarkan manfaat diversifikasi mata uang sekaligus potensi pendapatan yang relatif kompetitif dibandingkan instrumen pendapatan tetap di berbagai negara maju.

Selain itu, apabila volatilitas pasar meningkat, obligasi pemerintah berdenominasi dolar umumnya memiliki karakteristik yang lebih defensif dibandingkan instrumen saham. Karena itu, instrumen ini kerap digunakan sebagai fondasi dalam membangun portofolio investasi jangka menengah hingga panjang.

Ketika Stabilitas dan Pertumbuhan Sama-Sama Dibutuhkan

Pasar saham Amerika Serikat, terutama sektor teknologi, dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pasar global. Perkembangan teknologi artificial intelligence (AI), komputasi awan, hingga transformasi digital mendorong kinerja sejumlah perusahaan teknologi besar.

Kondisi ini memunculkan kebutuhan akan strategi investasi yang mampu mengkombinasikan dua tujuan sekaligus, yakni menjaga stabilitas portofolio melalui instrumen pendapatan tetap sekaligus memperoleh potensi pertumbuhan dari pasar saham global.

Pendekatan tersebut semakin relevan di tengah kondisi pasar yang sulit diprediksi. Investor tidak selalu harus memilih antara "aman" atau "bertumbuh", melainkan dapat mempertimbangkan strategi yang berupaya menggabungkan keduanya dalam satu portofolio.

Kombinasi Obligasi Dolar dan Potensi Pertumbuhan Saham AS

Salah satu pendekatan yang mengadopsi strategi tersebut adalah STAR Fixed Income Neo AI Dollar, reksa dana pendapatan tetap berdenominasi dolar AS yang diluncurkan pada 7 Januari 2026.

Produk hasil kolaborasi antara Bareksa, STAR Asset Management, dan Quantit ini dirancang untuk memberikan eksposur utama pada instrumen pendapatan tetap dolar AS, sekaligus menyediakan peluang pertumbuhan tambahan melalui alokasi terbatas pada saham global, khususnya saham-saham Amerika Serikat.

Mayoritas portofolio ditempatkan pada instrumen pendapatan tetap seperti obligasi negara berdenominasi dolar (INDOIS dan INDON) untuk menjaga stabilitas nilai investasi. Sementara itu, sebagian portofolio, hingga maksimal 15%, dapat dialokasikan ke instrumen saham sebagai sumber potensi pertumbuhan tambahan.

Dengan pendekatan tersebut, investor berpeluang memperoleh manfaat dari dua sumber return sekaligus, yakni pendapatan dari instrumen obligasi serta potensi apresiasi dari pasar saham global.

Bagaimana Artificial Intelligence Digunakan dalam Strategi Investasi?

Keunikan lain dari STAR Fixed Income Neo AI Dollar adalah penggunaan teknologi artificial intelligence sebagai alat bantu dalam proses investasi.

Melalui kerja sama dengan Quantit, teknologi AI dimanfaatkan untuk membantu proses analisis dan seleksi saham yang menjadi bagian dari portofolio. Sistem AI dapat memproses berbagai data dan sinyal pasar dalam jumlah besar untuk mendukung identifikasi peluang investasi yang potensial.

Meski demikian, penggunaan AI dalam pengelolaan investasi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manajer investasi. Sebaliknya, teknologi tersebut berfungsi sebagai alat bantu analitis yang mendukung proses pengambilan keputusan investasi secara lebih sistematis dan berbasis data.

Pendekatan ini mencerminkan tren yang semakin berkembang di industri pengelolaan aset global, yaitu menggabungkan kemampuan analisis teknologi dengan pengalaman dan pertimbangan profesional dari pengelola investasi.

Sekilas Portofolio STAR Fixed Income Neo AI Dollar

Berdasarkan laporan portofolio per 30 Juni 2026, STAR Fixed Income Neo AI Dollar menempatkan investasinya pada sejumlah instrumen pendapatan tetap berdenominasi dolar AS, antara lain:

  • DEPOSITO PT BANK MEGA TBK

  • OBL INDOIS 4.4 06/06/27

  • OBL INDOIS 4.45 02/20/29

  • OBL INDOIS 4.7 06/06/32

  • OBL USD BKLJT III INDAH KIAT PULP & PAPER THP I THN 2026 SERI B

Komposisi tersebut menunjukkan fokus utama produk pada instrumen pendapatan tetap yang bertujuan menjaga stabilitas portofolio, sembari tetap membuka ruang bagi potensi pertumbuhan melalui alokasi terbatas pada saham global.

Sejumlah saham global yang menjadi alokasi portofolio terutama saham yang beroperasi dan terkait dengan teknologi. Menurut Fund Fact Sheet per 30 Juni 2026, saham-saham tersebut di antaranya:

  • SAHAM ALPHABET INC-CL A

  • SAHAM JOHNSON & JOHNSON

  • SAHAM MICRON TECHNOLOGY INC

  • SAHAM NEWMONT CORP

  • SAHAM WESTERN DIGITAL CORPORATION (WDC)

Meski baru diluncurkan pada awal tahun ini dan belum berusia satu tahun, STAR Fixed Income Neo AI Dollar telah mencatatkan return sebesar 1,72% dalam enam bulan per 31 Juli 2026. Angka ini juga merupakan salah satu yang tertinggi di kelasnya untuk reksa dana Dolar AS di aplikasi Bareksa.

Illustration

Sumber: Bareksa, data 6 bulan per 31 Juli 2026

Kalau ditambahkan dengan apresiasi kurs Dolar AS sepanjang enam bulan terakhir, sebesar +6,57% menurut data Investing, maka total return reksa dana ini mencapai 8,29%.

Diversifikasi Kini Tidak Hanya Soal Mata Uang

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, diversifikasi tetap menjadi salah satu prinsip penting dalam pengelolaan investasi. Namun, diversifikasi saat ini tidak lagi sekadar berarti memiliki aset dalam mata uang yang berbeda.

Investor juga dapat mempertimbangkan diversifikasi berdasarkan sumber pertumbuhan return, kelas aset, hingga eksposur geografis. Strategi yang mengkombinasikan stabilitas obligasi dolar dengan potensi pertumbuhan pasar saham global menjadi salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan, terutama bagi investor yang ingin mencari keseimbangan antara pengelolaan risiko dan peluang pertumbuhan jangka panjang.

Dalam konteks tersebut, produk seperti STAR Fixed Income Neo AI Dollar menawarkan pendekatan investasi yang memadukan diversifikasi mata uang, stabilitas instrumen pendapatan tetap, serta peluang pertumbuhan dari pasar saham global dengan dukungan teknologi berbasis AI.

Beli STAR Fixed Income NEO AI Dollar

(ADV)

* * *

DISCLAIMER

Konten bersponsor. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksa dana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksa dana. PT Surya Timur Alam Raya Asset Management Berizin dan Diawasi OJK.


Profil Penulis

Hanum Kusuma Dewi
Hanum Kusuma Dewi

Hanum Kusuma Dewi adalah seorang penulis dengan spesialisasi pada topik bisnis, keuangan, dan investasi termasuk reksa dana, saham, SBN hingga emas. Dengan latar belakang pendidikan di bidang komunikasi dan pengalaman 8+ tahun di pasar modal, Hanum juga melakukan riset untuk membuat konten yang mena

Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

autodebet

1.229,99

Up0,76%
Up1,48%
Up1,95%
Up6,37%
Up20,86%
Up14,24%

Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A

1.186,59

Up0,92%
Up2,01%
Up2,72%
Up6,49%
--

Eastspring Syariah Mixed Asset Fund Kelas A

1.032,99

Up1,36%
Down-1,63%
Down-1,39%
---

STAR Stable Amanah Sukuk

autodebet

1.204,01

Up0,55%
Up1,09%
Up1,62%
Up5,10%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua