Reksadana Pendapatan Tetap Prospera dan Syailendra Masih Mantap, Saat IHSG Melemah

Prospera Obligasi dan Syailendra Pendapatan Tetap Premium mencatat imbalan 7,04 persen dan 6,82 persen setahun
Abdul Malik • 26 Sep 2022
cover

Ilustrasi penerbitan obligasi yang tetap ramai di tengah gejolak pasar, jadi sentimen positif bagi reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuannya periode sebulan terakhir (per 23 September 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : 0,21%
Indeks Reksadana Saham : 0,57%
Prospera BUMN Growth Fund : 3,69%

Indeks Reksadana Saham Syariah : 0,35%
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 3,02%

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : 0,36%
Sucorinvest Citra Dana Berimbang : 3,55%

Indeks Reksadana Campuran Syariah : 0,6%
Schroder Syariah Balanced Fund : 0,61%

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -0,38%
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 0,61%

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -0,16%
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,49%

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258% per bulan
> Bank Mandiri : 0,292% per bulan
> BNI : 0,354% per bulan
> BRI : 0,396% per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,21%
Cipta Dana Cash : 0,38%

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,13%
Sucorinvest Sharia Money Market Fund : 0,32%

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 23 September 2022 turun 0,56% ke level 7.178,58. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 23/09/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap di level 7,2% pada 23 September 2022.

.Di tengah melemahnya IHSG dan pasar obligasi, beberapa produk reksadana pendapatan tetap masih terus bertumbuh dan mencatatkan kinerja mantap. Reksadana pendapatan tetap memiliki portofolio mayoritas di efek surat utang baik obligasi negara maupun obligasi korporasi.

Di aplikasi reksadana terbaik Bareksa, terdapat dua reksadana pendapatan tetap yang mampu mencetak imbal hasil (return) 7,04% dan 6,82% dalam setahun. Dua reksadana itu adalah Prospera Obligasi dan Syailendra Pendapatan Tetap Premium.

Reksadana Prospera Obligasi, kelolaan PT Prospera Asset Management, mencetak return 7,04% setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Berkelanjutan BSDE Tahap 1 Tahun 2022 seri A, Obligasi Berkelanjutan I Bussan AF Tahap V Tahun 2022, Obligasi Berkelanjutan I SGRO Tahap I Tahun 2020 Seri B, Obligasi Berkelanjutan I WOOD Tahap l Tahun 2021 Serl B, dan Obligasi Berkelanjutan II MDKA Tahap I Tahun 2021 seri B.

Sedangkan reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium, kelolaan PT Syailendra Capital, mencetak return 6,82% setahun. Berdasarkan fund fact sheet periode Agustus 2022, portofolio investasi reksadana ini adalah Obligasi Negara seri FR0046, FR0063, FR0072, FR0091, FR0096, FR0097, saham PT Link Net Tbk (LINK), obligasi syariah SIBMTR03BCN1, deposito CAPCM, dan VICSEN.

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Reynaldi Gumay/AM)

* * * 

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.