BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

10 Reksadana Ini Catat Cuan Tertinggi Sepekan, Saat Suku Bunga AS dan BI Naik

Abdul Malik26 September 2022
Tags:
10 Reksadana Ini Catat Cuan Tertinggi Sepekan, Saat Suku Bunga AS dan BI Naik
Ilustrasi top 10 reksadana imbalan tertinggi. (Shutterstock)

Secara mingguan IHSG mencatatkan kenaikan 0,14% dengan berakhir di level 7.178,58 pada periode 19 - 23 September 2022

Bareksa.com - Kinerja bursa saham Tanah Air sepanjang pekan lalu berhasil menorehkan hasil positif meskipun dengan kenaikan yang sangat terbatas.

Dalam perdagangan yang berlangsung mulai dari 19 - 23 September 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih dominan berakhir di zona hijau sebanyak tiga hari, sementara dua hari lainnya ditutup di zona merah. Alhasil secara mingguan IHSG mencatatkan kenaikan 0,14% dengan berakhir di level 7.178,58.

Namun di sisi lain, sepanjang pekan lalu investor asing terlihat cenderung melepas saham-saham Tanah Air dengan catatan aksi jual bersih (net sell) yang mencapai Rp1,22 triliun di pasar reguler.

Promo Terbaru di Bareksa

Meski terpantau menguat, tetapi pergerakan IHSG pada pekan lalu dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan moneter terbaru dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) dan Bank Indonesia (BI).

Pada Rabu lalu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia, Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya 75 basis poin (bp) jadi 3-3,25 %, serta menegaskan sikap agresifnya.

Suku bunga The Fed kini berada di level tertinggi sejak awal 2008, dan masih akan dinaikkan hingga inflasi kembali ke 2%.

"FOMC (Federal Open Market Committee) sangat bertekad untuk menurunkan inflasi menjadi 2%, dan kami akan terus melakukannya sampai pekerjaan selesai," kata ketua The Fed, Jerome Powell, sebagaimana dilansir CNBC International.

The Fed kini melihat suku bunga akan mencapai 4,6% (kisaran 4,5% - 4,75%) di tahun depan. Artinya, masih akan ada kenaikan 150 basis poin dari level saat ini.

Bahkan, beberapa pejabat The Fed melihat suku bunga berada di kisaran 4,75 - 5% di 2023, sebelum mulai turun di 2024.

Komentar The Fed yang mengindikasikan bahwa mereka tetap hawkish membuat investor global makin khawatir. Pasalnya, jika The Fed makin agresif, maka dampaknya adalah resesi ekonomi AS yang tak terhindarkan. Dampak luasnya yakni perekonomian kembali lesu.

Inflasi global yang semakin liar memaksa mayoritas bank sentral utama dunia mengetatkan kebijakan moneternya dan menaikkan suku bunga secara tajam. Hal ini pada akhirnya berpotensi menyebabkan resesi, dengan sejumlah organisasi besar seperti Bank Dunia telah mewanti-wanti.

Tak hanya The Fed saja, BI pun kembali mengejutkan pasar, di mana bank sentral Tanah Air tersebut menaikkan suku bunga acuannya 50 basis poin (bp) menjadi 4,25%.

Keputusan ini merupakan sebagai langkah untuk menurunkan ekspektasi inflasi serta memperkuat stabilisasi nilai rupiah.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate 50 bps menjadi 4,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,5%, dan suku bunga Lending Facility 5%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers.

Kinerja Mayoritas Jenis Reksadana Tertekan

Kinerja IHSG yang hanya mengalami kenaikan tipis pada pekan lalu, secara umum justru berbanding terbalik dengan kinerja mayoritas jenis reksadana yang mencatatkan hasil negatif.

Illustration

Sumber : Bareksa

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana campuran menorehkan kinerja paling lemah pada pekan lalu dengan koreksi 0,28%, disusul oleh indeks reksadana pendapatan tetap dan indeks reksadana saham yang masing-masing juga turun 0,24% dan 0,12 %

Alhasil hanya indeks reksadana pasar uang yang masih mampu menorehkan kinerja positif pada pekan lalu dengan kenaikan 0,08%.

Sementara itu jika dilihat lebih rinci, berikut top 10 produk reksadana di Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi pada pekan lalu.

Illustration

Sumber : Bareksa

Berdasarkan tabel tersebut, ternyata mayoritas reksadana yang menduduki daftar tersebut masih diraih oleh reksadana saham 6 produk, dan reksadana indeks & ETF 4 produk.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

* * *

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.


Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.314,36

Up0,41%
Up3,60%
Up0,02%
Up5,91%
Up19,01%
-

Capital Fixed Income Fund

1.764,83

Up0,56%
Up3,41%
Up0,02%
Up7,22%
Up17,48%
Up42,87%

STAR Stable Income Fund

1.915,81

Up0,53%
Up2,89%
Up0,02%
Up6,25%
Up30,81%
Up60,29%

Syailendra Pendapatan Tetap Premium

1.757

Down- 0,19%
Up3,05%
Up0,01%
Up4,62%
Up19,15%
Up47,74%

Trimegah Dana Obligasi Nusantara

1.038,38

Up0,12%
Up2,03%
Up0,02%
Up2,94%
Down- 1,75%
-

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua