Juara Dana Kelolaan, Reksadana Schroder Dana Prestasi Plus Investasi di Saham Apa?

Setahun terakhir per 9 Agustus 2022, Schroder Dana Presiasi Plus berhasil membukukan cuan 20,5%
Abdul Malik • 11 Aug 2022
cover

Logo Schroders di kantor pusar di New York. (Shutterstock)

Bareksa.com - Salah satu produk reksadana saham yang cukup menarik minat investor ialah Schroder Dana Prestasi Plus. Produk reksadana kelolaan PT Schroder Investment Management Indonesia atau biasa dikenal sebagai Schroders Indonesia ini memang masih bertahan sebagai juara 1 reksadana saham dengan dana kelolaan terbesar di Tanah Air pada Juli 2022. 

Menurut laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report July 2022 dana kelolaan reksadana saham Schroder Dana Prestasi Plus pada Juli 2022 mencapai Rp8,05 triliun dengan unit penyertaan 253,9 juta. Meskipun mencatatkan koreksi 15% secara bulanan dan 16% sepanjang tahun berjalan, namun posisi Schroder Dana Prestasi Plusi di peringkat 1 sulit digeser oleh reksadana saham lainnya. 

Ini karena selisih dana kelolaan Schroder Dana Prestasi Plus dengan produk reksadana saham di posisi kedua cukup lebar yakni sekitar Rp2,1 triliun.

Untuk diketahui, dana kelolaan Schroder Dana Prestasi Plus sempat mencapai puncaknya pada Desember 2018 yakni senilai Rp18,35 triliun dengan unit penyertaan sebanyak 563 juta. Artinya dana kelolaan dan unit penyertaan Schroder Dana Prestasi Plus pada Juli 2022 tidak ada separuhnya dibandingkan Desember 2018.  

Sumber : Bareksa

Dari sisi kinerja, reksadana yang dirilis pada September 2000 ini juga cukup menggembirakan. Setahun terakhir (per 9 Agustus 2022), Schroder Dana Presiasi Plus berhasil membukukan cuan 20,5%. Kinerja itu jauh melampaui indeks acuannya yakni Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 16,6% dan indeks reksadana saham naik 9,7%.

Sumber : Bareksa

Portofolio Investasi Schroder Dana Prestasi Plus

Berstatus sebagai reksadana saham terbesar di Tanah Air dengan cuan menggiurkan, kira-kira reksadana Schroder Dana Prestasi Plus investasi di saham apa?

Menurut lembar fakta reksadana (fund fact sheet) Juli 2022, Schroder Dana Prestasi Plus menginvestasikan dana kelolaannya sebanyak 93,3% di saham dan pasar uang 6,7%. Alokasi investasi ini sedikit berubah dibandingkan pada Juni 2022, dimana alokasi di saham hanya 89,75% dan pasar uang 10,25%. Pada Desember 2021, alokasi investasi Schroder Dana Prestasi Plus di saham 91,51% dan pasar uang 8,49%.

Sumber : Bareksa

Pada Juli 2022, top 10 portofolio investasi Schroder Dana Prestasi Plus yakni di saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI), deposito DBS Indonesia dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). 

Berdasarkan fund fact sheet per Juli 2022, Schroder Dana Prestasi Plus menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari total dana kelolaan di saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). Hal ini terlihat dari 10 portofolionya adalah saham-saham big caps bank besar nasional, saham grup perusahaan otomotif, telekomunikasi hingga tambang emas dan nikel. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.