Jumlah Orang Kaya RI Diprediksi Bisa Tumbuh 60 Persen

Tren pasar saham yang masih positif akan mendukung pertumbuhan jumlah HNWI
Abdul Malik • 09 Jun 2022
cover

Ilustrasi jumlah orang kaya (high net worth individual / HNWI) di Indonesia terus melesat sering tren positifnya kinerja pasar modal seperti IHSG, reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi jumlah orang kaya Indonesia (high net worth individual/HNWI) di Indonesia bisa tumbuh di atas 60 persen dan dapat mencapai lebih dari 250.000 orang pada 2025.

Fransisca Wiryasaputra, Head of Priority Wealth Management Mirae Asset Sekuritas, menjelaskan tren pasar saham yang masih positif akan mendukung pertumbuhan jumlah HNWI, sehingga mereka semakin gemar berinvestasi di pasar modal. Pertumbuhan jumlah orang kaya tersebut juga akan mendukung layanan HNWI perseroan yakni Sage Club.

“Sebagian besar faktornya disebabkan oleh suplai uang beredar yang bertambah seiring dengan pertumbuhan pasar modal. Kami optimistis karena juga didukung data bahwa dana nasabah HNWI yang dikelola Sage Club sudah tumbuh 95 persen sejak layanan priority wealth management diluncurkan pada awal 2022,” ujar Fransisca (9/6/2022).

Menurut Fransisca, saat ini postur HNWI Indonesia didominasi oleh kelompok generasi baby boomer, gen X, dan milenial. Generasi milenial atau kelompok umur 26-39 tahun sudah menguasai sepertiga atau 33 persen angkatan kerja. Namun, kelompok umur Gen Z tidak lama lagi akan mendominasi HNWI seiring berjalannya waktu karena saat ini jumlahnya mencapai sepertiga dari jumlah penduduk dunia.

Prospek Kinerja Pasar Saham

Untuk pasar saham, bulan ini Mirae Asset memprediksi rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Fed Rate) berpotensi menimbulkan gejolak di bursa saham global, yang bisa berimbas ke domestik.

Martha Christina, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, mengatakan musim dividen dan laporan keuangan sudah terjadwal sehingga momentum setelah kedua periode musiman itu diprediksi akan membuat IHSG melemah begitu terealisasi atau (sell on news).

“Faktor negatif tersebut akan diimbangi oleh dukungan dari positifnya kinerja emiten serta pembagian dividen dan kondisi makro ekonomi domestik, sehingga IHSG diprediksi akan terkonsolidasi dengan prediksi berdasarkan analisis teknikal pada support resistance 6.765 - 7.280,” ujar Martha.

Untuk pilihan saham, Martha menyarankan nasabah memilih sektor keuangan, energi, dan industri seperti bank-bank 4 besar (BBRI, BBCA, BMRI, BBNI), energi (ADRO, ITMG, PTBA, ADMR, INDY, PGAS), sektor industri (ASII, UNTR), serta saham pilihan lain, salah satunya TINS.

Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menambahkan suku bunga acuan AS (Fed Fund Rate) yang besar kemungkinan akan dinaikkan bulan ini juga menjadi faktor yang dapat menekan IHSG. Menurut dia, besar kemungkinan Fed Fund Rate akan dinaikkan menjadi 1,25 - 1,5 persen pada Rapat FOMC 15 Juni pekan depan dari saat ini 0,75 - 1 persen.

Terkait dengan IHSG tahun ini, Mirae Asset Sekuritas masih positif terhadap IHSG dan memprediksi indeks saham utama itu masih dapat ditutup di atas level psikologis 7.600 tahun ini, seiring dengan prospek ekonomi global yang masih akan membaik ke depannya.

(AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.