IHSG Tertekan, Reksadana Saham BNP Paribas dan Sucor AM Tetap Melesat

BNP Paribas Solaris dan Sucorinvest Equity Fund mencetak imbal hasil 2,06 persen dan 1,52 persen dalam sehari
Abdul Malik • 17 May 2022
cover

Ilustrasi investasi di reksadana saham. (Shutterstock)

Bareksa.com – Berikut kinerja reksadana yang diperdagangkan di super app investasi atau aplikasi reksadana terbaik  Bareksa dengan imbal hasil (return) tertinggi, beserta indeks acuan sebulan terakhir (per 13 Mei 2022) :

Reksadana Saham

IHSG : -9,15 persen
Indeks Reksadana Saham : -4,97 persen
Sucorinvest Equity Fund : 1,02 persen

Indeks Reksadana Saham Syariah : -1,44 persen
Sucorinvest Sharia Equity Fund : 5,54 persen

Reksadana Campuran

Indeks Reksadana Campuran : -2,93 persen
STAR Balanced : 1,03 persen

Indeks Reksadana Campuran Syariah : -1,12 persen
Schroder Syariah Balanced Fund : -1,48 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap: -2,31 persen
Syailendra Pendapatan Tetap Premium : 0,53 persen

Indeks Reksadana Pendapatan Tetap Syariah : -2,04 persen
Sucorinvest Sharia Sukuk Fund : 0,45 persen

Reksadana Pasar Uang

Benchmark :
- Bunga deposito sebelum pajak dengan dana kurang dari Rp100 juta dan tenor satu bulan :
> BCA : 0,258 persen per bulan
> Bank Mandiri : 0,292 persen per bulan
> BNI : 0,354 persen per bulan
> BRI : 0,396 persen per bulan

Indeks Reksadana Pasar Uang : 0,17 persen
Sucorinvest Money Market Fund : 0,37 persen

Indeks Reksadana Pasar Uang Syariah : 0,19 persen
Syailendra Sharia Money Market Fund : 0,32 persen

Ringkasan Informasi Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 13 Mei 2022 melemah 0,03 persen ke level 6.597,99. Hingga Jumat lalu, IHSG turun lima hari beruntun dalam 5 hari terakhir. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 13/05/2022 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat tetap level di 7,4 persen pada 13 Mei 2022.

Meskipun IHSG melemah, di aplikasi marketplace reksadana Bareksa terdapat dua reksadana saham yang mampu mencetak imbal hasil (return) 2,06 persen dan 1,52 persen dalam sehari pada perdagangan 13 Mei 2022. Dua reksadana itu adalah BNP Paribas Solaris dan Sucorinvest Equity Fund.

Reksadana BNP Paribas Solaris mencetak imbal hasil (return) 2,06 persen dalam sehari pada 13 Mei 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode Maret 2022, portofolio investasi reksadana  ini ialah saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Sedangkan reksadana Sucorinvest Equity Fund mencetak imbal hasil (return) 1,52 persen dalam sehari pada 13 Mei 2022. Berdasarkan fund fact sheet periode April 2022, portofolio investasi reksadana  ini ialah saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Bukit Asam Tbk (PTBA),  PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Mandala Multifinance Tbk(MFIN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Samindo Resources Tbk (MYOH), PT Timah Tbk (TINS), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.