BeritaArrow iconReksa DanaArrow iconArtikel

ANTM, INCO dan MYOR Meroket Usai Luhut Ketemu Elon Musk, Reksadana Ini Punya Sahamnya

Abdul Malik27 April 2022
Tags:
ANTM, INCO dan MYOR Meroket Usai Luhut Ketemu Elon Musk, Reksadana Ini Punya Sahamnya
Ilustrasi potret Elon Musk, CEO Tesla. (Shutterstock)

Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk meyakinkan Tesla agar menjajaki kerja sama dengan Indonesia untuk penyediaan dan pemprosesan nikel sebagai bahan baku membuat Battery Cell berlandaskan ESG

Bareksa.com - Harga saham emiten tambang nikel menguat pada awal perdagangan Rabu (27/4/2022), menghentikan tren pelemahan sejak pekan lalu. Dilansir CNBC Indonesia, kenaikan harga saham nikel pagi ini ditopang sentimen soal kabar dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang bertemu dengan bos Tesla, Elon Musk.

Tujuan pertemuan tersebut, salah satunya, menjajaki proyek kerja sama Indonesia - Tesla dalam penyediaan nikel untuk bahan baku baterai mobil listrik.

Berikut kinerja saham nikel pada Rabu pagi (27/4) :

Promo Terbaru di Bareksa

1. Aneka Tambang (ANTM), naik 4 persen ke Rp2.600
2. Central Omega Resources (DKFT) naik 3,23 persen ke Rp128
3. Timah (TINS) naik 2,74 persen ke Rp1.875
4. Harum Energy (HRUM) naik 2,7 persen ke Rp11.400
5. Vale Indonesia (INCO) naik 2,08 persen ke Rp7.350
6. PAM Mineral (NICL) naik 1,45 persen ke Rp70
7. Pelat Timah Nusantara (NIKL) naik 1,10 persen ke Rp915

Saham emiten BUMN ANTM memimpin daftar dengan kenaikan 4 persen. Ini sekaligus menghentikan tren penurunan ANTM yang dimulai sejak Selasa pekan lalu (19/4). Kemudian saham INCO naik 2,08 persen.

Pertemuan antara Menteri Luhut dengan Elon Musk menjadi buah bibir para pelaku ekonomi domestik. Anindya Novyan Bakrie, CEO dan Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Lewat akun instagram pribadinya, Anindya menceritakan isi pertemuan tersebut.

"Alhamdulillah mendapatkan kesempatan bertemu dengan Elon Musk mendampingi Menteri Koordinator Luhut Binsar Pandjaitan bersama tim Marinvest, Duta Besar Rosan Roeslani dan beberapa teman pengusaha di Gigafactory Tesla yang terbaru (1.000 Hektare) di Austin, Texas," kata Anindya, seperti dikutip dari akun Instagramnya.

Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk meyakinkan Tesla agar dapat menjajaki kerja sama dengan Indonesia perihal penyediaan dan pemprosesan nikel sebagai bahan baku membuat Battery Cell yang berlandaskan ESG (environment, social dan governance) yang baik dan berkelanjutan.

"Kami juga mendapatkan tur langka di dalam pabrik mobil dan baterai Tesla. Luar biasa pengaturan Supply Chainnya yang efektif dan rapih di pabrik Tesla!," tambah Anin, sapaan akrab Anindya.

Delegasi Indonesia pada kesempatan tersebut, kata Anin, memaparkan program G20/B20, termasuk mengundang Elon Musk untuk bergabung ke International Advisory Caucus B20 dan hadir di acara B20 di pertengahan November ini.

Anin juga mengatakan pada saat pertemuan tersebut, rencana Elon Musk mengakuisisi Twitter senilai US$44 miliar diterima perusahaan tersebut dan menjadi pemilik baru perusahaan yang salah satu pengguna terbesarnya adalah Indonesia.

Saham Mayora Meroket

Selain saham perusahaan nikel, saham lain yang ikut meroket menyusul pertemuan Menteri Luhut dan Elon Musk adalah saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Dilansir CNN Indonesia.com, Saham MYOR melejit sekitar 7,3 persen dari Rp1.630 menjadi Rp1.750 per saham pada Selasa (26/4) usai Menteri Luhut menawarkan Kopiko ke Elon Musk.

Berdasarkan data RTI, saham emiten berkode MYOR itu awalnya dibuka di kisaran Rp1.630 per saham. Kemudian naik sekitar 20 poin hingga akhirnya bertambah 120 poin sampai akhir perdagangan kemarin di level Rp1.750 per saham. Saham Mayora juga kembali naik meski cuma 10 poin dari Rp1.750 ke Rp1.760 per saham sampai akhir perdagangan sesi pertama hari ini (27/4).

Kopiko merupakan salah satu produk unggulan Mayora. Produk itu mencuri perhatian karena tampil dalam pertemuan penting antara Luhut dan Elon Musk. Dalam salah satu foto pertemuan tampak Luhut menawarkan Kopiko kepada Musk. Meski begitu, Luhut tidak menyinggung informasi apapun seputar pemberian Kopiko ke Musk. Sebab, fokus pertemuan Luhut dan Musk adalah membahas potensi bahan baku mobil listrik yang ada di Indonesia.

Selain itu, mereka juga membahas soal undangan dari Musk ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengunjungi markas SpaceX di Texas, AS. Rencananya, kunjungan tersebut akan dilakukan pada 14 Mei mendatang. "Presiden akan mengunjungi Space X, 14 Mei rencananya sesudah AS Asean Summit," ungkap Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani.

Reksadana dengan Portofolio ANTM, INCO dan MYOR

Meroketnya saham Antam, Vale dan Mayora bisa ikut mendongkrak kinerja reksadana dengan portofolio saham tersebut. Kira-kira reksadana apa saja yang memiliki saham ANTM, INCO dan MYOR dalam portofolionya?

Berdasarkan penelusuran Bareksa dari fund fact sheet Maret 2022 tercatat setidaknya ada 17 reksadana yang tersedia di Bareksa yang memegang saham ANTM, kemudian 6 reksadana mengoleksi saham INCO dan 3 reksadana punya saham MYOR.

Rinciannya adalah sebagai berikut :

ANTM

INCO

MYOR

Avrist Equity - Amar Syariah

BNP Paribas Solaris

Schroder 90 Plus Equity Fund

Bahana Dana Prima

Cipta Syariah Balance

Schroder Dana Istimewa

Batavia Dana Saham Syariah

Jarvis Balanced Fund

Schroder Dana Prestasi

Bahana Icon Syariah

Manulife Saham SMC Plus


BNP Paribas Ekuitas

MNC Dana Syariah Ekuitas


BNP Paribas Pesona Syariah

Sequis Equity Maxima


BNP Paribas Solaris



Danareksa Mawar Konsumer 10 Kelas A



Mandiri Investa Atraktif Syariah



Manulife Saham SMC Plus



Manulife Syariah Sektoral Amanah Kelas A



Prospera BUMN Growth Fund



Schroder Dana Istimewa



Sequis Equity Maxima



Simas Syariah Unggulan



Simas Syariah Berkembang



Simas Saham Unggulan



Sumber : fund fact sheet Maret 2022

Reksadana Schroder Dana Istimewa tercatat mengoleksi dua dari 3 saham yakni ANTM dan MYOR. Kemudian reksadana BNP Paribas Solaris, Manulife Saham SMC Plus dan Sequis Equity Maxima masing-masing juga mengoleksi dua saham yakni ANTM dan INCO.

Dari sisi kinerja, Schroder Dana Prestasi mencatatkan cuan tertinggi sebulan terakhir dengan imbal hasil 5,07 persen (per 26 April 2022). Periode 3 bulan terakhir, 6 bulan terakhir, serta sepanjang tahun berjalan, cuan tertinggi dicatatkan Bahana Dana Prima dengan imbalan 14,9 persen, 9,79 persen dan 13,04 persen. Setahun terakhir juara cuan ditempati Jarvis Balanced Fund dengan imbalan 26,85 persen.

Illustration

Sumber : Bareksa

Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi,atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(Romainah/Reynaldi Gumay/AM)

* * *

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.


Pilihan Investasi di Bareksa

Klik produk untuk lihat lebih detail.

Produk EksklusifHarga/Unit1 Bulan6 BulanYTD1 Tahun3 Tahun5 Tahun

Capital Fixed Income Fund

1.774,72

Up0,56%
Up3,36%
Up0,03%
Up6,75%
Up17,40%
Up44,96%

Trimegah Dana Tetap Syariah

1.325,29

Up0,83%
Up4,01%
Up0,03%
Up5,83%
Up18,67%
-

STAR Stable Income Fund

1.925,21

Up0,49%
Up2,96%
Up0,02%
Up6,02%
Up29,53%
Up64,62%

I-Hajj Syariah Fund

4.820,35

Up0,52%
Up3,04%
Up0,02%
Up6,16%
Up21,87%
Up40,55%

Reksa Dana Syariah Syailendra OVO Bareksa Tunai Likuid

1.140,11

Up0,54%
Up2,80%
Up0,02%
Up4,94%
--

Video Pilihan

Lihat Semua

Artikel Lainnya

Lihat Semua