Top 10 Reksadana Paling Cuan Pekan Kedua April 2022, Saat Indeks Acuan Tertekan

Meski IHSG mampu mengakumulasikan penguatan secara mingguan 0,34 persen, namun mayoritas indeks reksadana justru tertekan
Abdul Malik • 18 Apr 2022
cover

Ilustrasi top 10 reksadana imbalan tertinggi, maupun reksadana dan manajer investasi dana kelolaan dan pertumbuhan unit penyertaan tertinggi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Kinerja pasar saham Indonesia berhasil melanjutkan tren positifnya dengan kembali berakhir menguat dan memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada pekan kedua April 2022.

Dalam perdagangan yang hanya berlangsung selama empat hari mulai dari 11 hingga 14 April 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat dan melemah masing-masing sebanyak dua hari. Adapun pada Jumat (15/4) perdagangan bursa diliburkan karena bertepatan dengan libur nasional.

Alhasil, IHSG mampu mengakumulasikan penguatan secara mingguan 0,34 persen ke level 7.235,53. Dengan kinerja tersebut, IHSG berhasil mencatatkan penguatan selama lima pekan beruntun.

Bahkan, IHSG terus mencetak rekor barunya (all time high/ATH) dalam lima pekan terakhir, di mana level tertinggi terakhir IHSG berada di level penutupan perdagangan Kamis kemarin.

Di sisi lain, investor asing tampak tidak sedikit pun bosan dalam memborong aset berisiko Tanah Air. Hal itu tercermin dari catatan aksi beli bersih (net buy) sepanjang pekan lalu yang mencapai Rp4,62 triliun di pasar reguler.

Dari rata-rata volume transaksi hariannya, BEI mencatat kenaikan sebesar 39,66 persen menjadi 31,003 miliar saham,  dari sebelumnya 22,199 miliar saham pada pekan pertama April 2022.

Kenaikan 27,28 persen terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa, menjadi Rp17,624 triliun dari sebelumnya sebesar Rp13,847 triliun pada pekan pertama April 2022.

Kemudian, rata-rata frekuensi harian Bursa turut meningkat sebesar 20,15 persen menjadi 1.625.136 transaksi, dari sebelumnya sebesar 1.352.621 transaksi pada pekan pertama April 2022.

Sementara dari kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 3,97 persen dan berhasil mencatatkan rekor baru yang mencapai Rp9.400 triliun atau tepatnya Rp9.405,319 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 9.046,305 triliun pada pekan pertama April 2022.

Mayoritas Jenis Reksadana Terkoreksi

Kondisi pasar saham yang mengalami kenaikan pada pada pekan lalu, secara umum ternyata berbanding terbalik dengan kinerja berbagai jenis reksadana. Indeks acuan reksadana mayoritas justru tertekan sepanjang pekan lalu.

Sumber: Bareksa

Berdasarkan data Bareksa, indeks reksadana pendapatan tetap menjadi yang paling rendah pada pekan lalu dengan penurunan 0,26 persen.

Kemudian indeks reksadana saham dan indeks reksadana campuran yang biasanya memiliki korelasi positif terhadap pergerakan IHSG, ternyata  mengalami koreksi masing-masing –0,13 persen dan -0,03 persen.

Alhasil, hanya indeks reksadana pasar uang yang berhasil mencatatkan kenaikan tipis pada pekan lalu sebesar 0,01 persen.

Sumber: Bareksa

Meski secara umum gagal menjadi juara pada pekan lalu, ternyata reksadana saham (6 produk) dan reksadana campuran (4 produk) masih menjadi penghuni top 10 reksadana dengan imbal hasil (return) tertinggi pada pekan lalu.

Reksadana dengan cuan tertinggi sepanjang pekan kedua April 2022 yakni Eastspring Investments Value Discovery Kelas A dengan imbalan 4,1 persen sepekan. Kemudian disusul BNP Paribas Solaris dan Semesta Dana Maxima dengan imbal hasil masing-masing 4,08 persen dan 4,05 persen sepekan. 

Daftar 10 reksadana cuan tertinggi sepanjang pekan lalu selengkapnya sebagaimana tertera dalam tabel. 

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER

Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa mendatang. Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.