Top 10 Manajer Investasi Juara Dana Kelolaan Reksadana Februari 2022

Pada Februari 2022 dana kelolaan industri reksadana di Indonesia tercatat Rp570,83 triliun, turun Rp3,8 triliun dari posisi Januari
Abdul Malik • 10 Mar 2022
cover

Ilustrasi dana kelolaan industri reksadana Tanah Air. (Shutterstock)

Bareksa.com - Mengakhiri bulan kedua di tahun 2022, industri reksadana Tanah Air kembali mengalami penurunan kinerja dalam hal total dana kelolaan (asset under management/AUM) jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Februari 2022 dana kelolaan industri reksadana di Indonesia tercatat Rp570,83 triliun, turun Rp3,8 triliun (-0,66 persen) dari posisi per Januari 2022 yang senilai Rp574,63 triliun. Hal tersebut merupakan penurunan AUM untuk kedua kalinya yang sebelumnya terjadi pada awal tahun ini.

Di sisi lain, penurunan AUM yang terjadi pada bulan lalu juga disebabkan oleh keluarnya sebagian pelaku pasar, di mana mereka cenderung mengurangi kepemilikan reksadananya. Hal tersebut terlihat dari berkurangnya unit penyertaan reksadana dari sebelumnya 421,78 miliar unit per Januari 2022, menjadi 419,76 miliar unit penyertaan per Februari 2022.

Artinya, sepanjang bulan lalu terdapat penurunan unit penyertaan reksadana 2,01 miliar atau sekitar -0,48 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Top 10 Manajer Investasi dengan Dana Kelolaan Reksadana Terbesar

Di tengah penurunan AUM yang terjadi pada industri reksadana, lantas bagaimana kinerja 10 manajer investasi (MI) dengan AUM terbesar pada Februari 2022? Siapa saja yang masuk ke dalam daftar ini?

No

Manajer Investasi

AUM Januari 2022

AUM Februari 2022

Pertumbuhan

1

Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT

61,65

60,14

(1,5)

2

Bahana TCW Investment Management, PT

42,53

42,09

(0,44)

3

Mandiri Manajemen Investasi, PT

41,09

41,75

0,65

4

Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT

40,63

41,02

0,39

5

Schroder Investment Management Indonesia, PT

33,5

32,44

(1,06)

6

Danareksa Investment Management, PT

31,62

31,01

(0,61)

7

Sucorinvest Asset Management, PT

28,5

30,17

1,66

8

BNI Asset Management, PT

27,83

28,42

0,59

9

Trimegah Asset Management, PT

27,01

27,27

0,26

10

BNP Paribas Asset Management, PT

24,63

23,89

(0,74)

Sumber: OJK, diolah Bareksa; Nominal dalam Rp Triliun

Berdasarkan data tersebut, penghuni top 10 MI dengan AUM terbesar pada Februari 2022 sebenarnya tidak banyak mengalami perubahan jika dibandingkan bulan sebelumnya, kecuali hanya terjadi perubahan di peringkat kesepuluh.

PT BNP Paribas Asset Management berhasil naik satu peringkat dari sebelumnya posisi sebelas ke posisi sepuluh meskipun dengan penurunan dana kelolaan reksadanaRp742,07 miliar, menggantikan PT Ashmore Asset Management Indonesia yang harus merosot dua peringkat ke posisi dua belas karena mengalami mengalami penurunan AUM Rp2,11 triliun.

Adapun di posisi puncak, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) tetap kokoh bertahan meskipun mengalami penurunan dana kelolaan reksadana Rp1,5 triliun. Hal tersebut tak lain disebabkan oleh selisih AUM yang masih cukup jauh dengan peringkat keduanya.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di emas dan reksadana secara online yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Beli emas, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.