BNI AM Luncurkan Produk Index Fund Obligasi, Pilihan Investasi Makin Beragam

Produk reksadana terbaru BNI AM tersebut ialah BNI-AM Short Duration Indeks
Abdul Malik • 15 Feb 2022
cover

Putut Endro Andanawarih, CEO BNI AM. (Foto: bni-am.co.id)

Bareksa.com - Smart investor tentu sudah familiar dengan reksadana indeks atau index fund, produk investasi pilihan favorit Bapak Investasi Dunia, Warren Buffett.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) reksadana indeks atau index fund adalah reksadana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks obligasi maupun indeks saham. 

Nah baru-baru ini, PT BNI Asset Management, salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di Tanah Air meluncurkan produk index fund terbaru. Kali ini bukan index fund saham sebagaimana yang kita ketahui umumnya, melainkan produk reksadana indeks obligasi.

Putut Endro Andanawarih, Presiden Direktur BNI Asset Management (BNI AM) menyatakan produk reksadana terbaru BNI AM tersebut ialah BNI-AM Short Duration Indeks.

"BNI-AM Short Duration Indeks ini sangat cocok bagi investor dengan tipe konservatif, mementingkan keamanan nilai investasi," kata Putut kepada Bareksa, Minggu (13/2/2022).

Mengapa demikian? Putut menjelaskan karena seperti kita ketahui Surat Berharga Negara (SBN) merupakan investasi risk free yang diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia dan karena durasinya pendek membuat tingkat kestabilan harganya sangat baik.

BNI-AM Short Duration Indeks diterbitkan BNI AM pada Jumat pekan lalu (11/2/2022). Reksadana ini merupakan produk reksadana indeks obligasi yang pertama yang diterbitkan oleh BNI AM. Sesuai namanya, penerbitan reksadana ini bertujuan agar investor dapat memperoleh pertumbuhan investasi berbasis surat utang berdurasi jangka pendek.

Meski begitu, BNI menyebutkan potensi imbal hasil (return)-nya optimal dengan biaya pengelolaan efisien karena dikelola dengan strategi pasif (mimicking) kinerja Short Duration Bond Index yang menjadi acuannya.

BNI AM menilai penerbitan BNI-AM Short Duration Indeks juga dapat menambah varian produk untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan investor. "Kami berharap reksadana indeks ini dapat menjadi pilihan menarik bagi investor yang tertarik berinvestasi pada surat utang berdurasi pendek," kata Putut.

Volatilitas Rendah

Reksadana BNI-AM Short Duration Bond Index dapat berinvestasi minimum 80 persen pada efek yang menjadi konstituen benchmark-nya, yakni BNI-AM Short Duration Bonds Index, dan 20 persen pada instrumen pendapatan tetap dan money market. Short Duration Bonds Index menjadi pilihan sebagai basis produk reksadana karena optimal dari sisi tingkat pengembalian (return investasi).

Selain itu, volatilitasnya lebih rendah jika dibandingkan dengan obligasi berdurasi panjang yang mempunyai karakteristik volatilitas harga lebih tinggi."Jadi, reksadana ini cocok untuk investor pendapatan tetap yang konservatif," imbuh Putut.

Sebelumnya, BNI Asset Management juga telah meluncurkan reksadana berbasis indeks saham, yaitu Reksadana Indeks BNI-AM Indeks Growth 30 atau yang dikenal dengan nama BNI 30G.

BNI 30G merupakan reksadana dengan strategi pasif (mimicking) kinerja indeks 30 saham BEI dengan pertumbuhan tertinggi. Menurut Putut peluncuran kedua reksadana tersebut semakin memperkaya varian produk dan memberikan kombinasi investasi yang semakin menarik bagi investor. Investor tersebut terutama yang menyukai reksadana dengan startegi berbasis indeks (passive managed), yang secara historis memberikan imbal hasil optimal.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.