CEO Danareksa IM, Marsangap Tamba : Reksadana Saham Prospektif di 2022

Tersedia beragam produk reksadana saham yang juga bisa dipilih sesuai dengan profil risiko investor
Abdul Malik • 29 Nov 2021
cover

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management, Marsangap P. Tamba. (Bareksa/AM)

Bareksa.com - Tahun 2022 segera menjelang. Sudahkah Anda merencanakan akan berinvestasi di instrumen investasi seperti apa?

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management, Marsangap P menyatakan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin membaik tahun depan.

Penilaian tersebut, seiring dengan makin membaiknya indeks keyakinan konsumen (consumer confidence index), makin pulih dan bertumbuhnya kredit perbankan (loan growth), serta status pandemi Covid-19 kemungkinan akan menjadi endemi di 2022.

Selain itu, ia melanjutkan ditambah pula tingginya harga harga komoditas unggulan Indonesia (crude palm oil/CPO, batu bara, nikel) akan menjadi faktor positif untuk necara berjalan (current account) Indonesia.

"Semua faktor tersebut membuat reksadana saham menjadi asset class yang tepat untuk 2022," kata Marsangap kepada Bareksa, akhir pekan lalu.

Mengenai produk reksadana saham, ia melanjutkan, bagi investor yang memiliki jangka waktu investasi lebih dari 1 tahun, Danareksa IM memiliki reksadana saham Mawar (large cap), Fokus 10 (small cap), dan Konsumer 10 (all cap).

Mengenai ketiga produk reksadana saham tersebut, Chief Investment Officer Danareksa IM Herman Tjahjadi secara terpisah menjelaskan untuk investor yang lebih nyaman berinvestasi ke dalam saham-saham blue-chip, bisa untuk berinvestasi di Mawar.

Sedangkan untuk investor yang lebih agresif dan bisa mentolerir volatilitas dari saham-saham yang berkapitalisasi pasar kecil, Fokus 10 dinilai bisa dipertimbangkan produk yang tepat. Sementara untuk investor yang berada di tengah-tengah, tersedia Konsumer 10 untuk dipilih.

Reksadana Saham Adalah

Reksadana saham menjadi salah satu jenis reksadana yang paling banyak dikenal masyarakat. Sesuai dengan namanya, reksadana saham mayoritas berinvestasi di saham.

Seperti dilansir dari laman resmi Schroders Indonesia, reksadana saham wajib berinvestasi minimum 80 persen di saham.

Reksadana saham termasuk dalam reksadana terbuka ini merupakan reksadana yang memberikan potensi hasil investasi lebih tinggi dibandingkan ketiga jenis reksadana lainnya. Tapi, reksadana saham disertai dengan risiko yang lebih tinggi pula.

Reksadana saham sesuai untuk investor yang memiliki profil risiko agresif untuk tujuan jangka panjang, lebih dari 5 tahun. Reksadana saham merupakan cara lain untuk berinvestasi di saham secara tidak langsung.

Dengan jumlah dana yang terjangkau investor bisa berinvestasi di saham dan tidak perlu repot-repot menganalisa dan memonitor saham yang dibeli. Racikan portofolio saham di dalam reksadana saham bisa bermacam-macam.

Misalnya, reksadana saham berkapitalisasi besar (big caps) maka berinvestasi mayoritas di saham berkapitalisasi besar di bursa atau, reksadana saham small-mid cap (berkapitalisasi kecil menengah) yakni berinvestasi mayoritas di saham-saham berkapitalisasi kecil menengah di bursa.

(Martina Priyanti/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.