Indo Tambangraya Sebar Dividen Rp1,38 Triliun, Tiga Reksadana Punya Saham ITMG

Harga saham ITMG melesat 31,27 persen dalam tiga bulan terakhir
Abdul Malik • 03 Nov 2021
cover

Ilustrasi lonjakan harga batu bara mendongkrak kinerja Indo Tambangraya dan harga sahamnya, sehingga berpengaruh terhadap reksadana dengan portofolio saham ITMG. (Shutterstock)

Bareksa.com - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) akan melakukan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2021 sebesar Rp1.218 per saham atau dengan nilai total Rp1,38 triliun. Pembagian dividen tersebut akan berpengaruh positif bagi tiga reksadana saham yang memiliki portofolio ITMG.

Berdasarkan keterangan tertulis pada Rabu, (3/11), dividen akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau recording date 12 November 2021.

"Keputusan pembagian dividen merujuk kepada Circular Resolutions In Lieu of the Board of Directors of Indo Tambangraya Megah Tertanggal 29 Oktober 2021 yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris," tulis manajemen.

Sesuai jadwal, cum dividen di pasar reguler dan negosiasi akan dilakukan pada 10 November 2021. Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 11 November 2021. Cum dan ex dividen di pasar tunai pada 12 dan 15 November 2021. Lalu, pembayaran dividen pada 24 November 2021.

Pembagian dividen ini seiring dengan melesatnya kinerja Indo Tambangraya di tengah harga batu bara yang terus meningkat. Hingga semester I 2021, perseroan mencatat penjualan bersih US$676 juta, marjin laba kotor meningkat menjadi 34 persen.

Kenaikan harga jual batu bara tidak hanya meningkatkan pendapatan, namun juga laba bersih yang naik signifikan 312 persen dari US$29 juta pada paruh pertama 2020 menjadi US$118 juta pada periode pertama tahun ini.

Sementara total aset perusahaan mencapai US$1,31 miliar dengan total ekuitas US$906 juta. Perusahaan memiliki posisi kas dan setara kas sebesar US$390 juta dengan total pinjaman bank US$40 juta.

Tahun ini, perseroan menargetkan produksi batu bara sebanyak 19-19,9 juta ton. Produksi ini diproyeksikan berasal dari tambang Indominco Mandiri; Group Melak-Trubaindo dan Bharinto; Kitadin Embalut dan Tandung Mayang; serta Jorong.

Sedangkan penjualan ditargetkan menjadi 21,5-22,4 juta ton. Sejauh ini, Tiongkok masih menjadi penyumbang utama penjualan 30 persen, Indonesia 19 persen, Jepang 16 persen dan negara-negara lainnya. 

Dari total penjualan tersebut, perusahaan telah mendapatkan 79 persen kontrak penjualan. Lalu, sebanyak 56 persen harga jualnya telah ditetapkan, 24 persen lagi mengacu pada indeks harga batu bara. Sedangkan 21 persen belum terjual.

Kenaikan Harga Saham dan Kinerja Reksadana

Peningkatan kinerja juga tercermin dari harga saham ITMG yang terus meningkat. Berdasarkan data RTI, harga saham ITMG meningkat 31,27 persen dalam tiga bulan. Sedangkan dalam enam bulan, harga saham ITMG melesat 84,27 persen dan 174,69 persen dalam setahun.

Kinerja reksadana saham yang memiliki portofolio ITMG juga akan terdongkrak dengan pembagian dividen dan peningkatan harga saham. Dari 45 produk reksadana yang ada di Bareksa, terdapat setidaknya tiga reksadana saham yang memiliki portofolio ITMG.

Sumber : Bareksa

Salah satunya adalah reksadana Manulife Saham SMC Plus dari PT Manulife Aset Manajemen Indonesia. Reksadana ini sudah memberikan tingkat pengembalian (return) 30,49 persen dalam setahun. Lalu ada reksadana BNP Paribas Solaris dari PT BNP Paribas Asset Management yang sudah memberikan return 21,12 persen dalam setahun.

Terakhir adalah reksadana Pinnacle Strategic Equity Fund dari PT Pinnacle Persada Investama yang memberikan return 26,51 persen dalam setahun.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.