Laba AKR Corporindo Melesat, Reksadana BNP Paribas Pesona Syariah Punya Saham AKRA

AKRA mencatat perolehan laba bersih pada periode Januari hingga September 2021 mencapai Rp797 miliar atau meningkat 20 persen
Abdul Malik • 26 Oct 2021
cover

Stagen Tangki AKR Corporindo (Company)

Bareksa.com - PT AKR Corporindo (AKRA) mencatat perolehan laba bersih pada periode Januari hingga September 2021 mencapai Rp797 miliar atau meningkat 20 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba ini berpengaruh positif terhadap reksadana yang memiliki portofolio AKRA.

Peningkatan perolehan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 24 persen dan pengendalian biaya yang ketat. Kas yang dihasilkan dari operasi pada periode Januari hingga September 2021 mencapai Rp2 triliun, meningkat 25 persen secara tahunan. Neraca tetap kuat dengan net gearing hanya 0,15 kali.

Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo menjelaskan, AKR berhasil  mencapai pertumbuhan pendapatan pada segmen perdagangan dan distribusi yang didukung oleh pertumbuhan volume dan peningkatan harga komoditas. Volume distribusi BBM dan kimia dasar AKR juga meningkat dengan stabil sejak beberapa kuartal terakhir, didukung oleh pemulihan di segmen pelanggan utama. 

"Kami mendapat kenaikan harga jual saat ini dan akan terus mempertahankan marjin sambil memastikan pengelolaan net open position yang disiplin. Selain itu, kami akan mengendalikan pengeluaran secara ketat, meningkatkan produktivitas dan mempertahankan net gearing yang rendah," jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (26/10).

Segmen kawasan industri (KEK JIIPE Gresik) mencatat peningkatan kontribusi pada periode kuartal III 2021 ini. Menurut Haryanto, KEK JIIPE Gresik menarik lebih banyak investor dan mendapat kontrak sewa jangka panjang untuk lahan dan infrastruktur serta layanan pendukung dengan anchor tenant yang akan membangun smelter tembaga dan precious metal refinery. Hal ini meningkatkan dan mendiversifikasi sumber pendapatan AKRA.

"Kami mencatat peningkatan jumlah permintaan investor dari investor asing dan domestik yang akan mendorong peningkatan penjualan tanah di masa depan,” kata Haryanto.

KEK JIIPE Gresik belum lama ini mendapatkan kunjungan dari Presiden RI Joko Widodo, Gubernur Jawa Timur dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju. Dalam kunjungan ini, pemerintah telah berkomitmen untuk mendukung KEK JIIPE Gresik dalam menarik lebih banyak investasi. Dengan status KEK JIIPE dan peresmian Badan Pembinaan dan Pengelola (BUPP), KEK JIIPE menawarkan berbagai manfaat pajak dan kemudahan berusaha, menjadikannya salah satu Kawasan Industri paling menarik di kawasan ini. 

Ke depan, AKR berharap kinerja perusahaan akan dipengaruhi oleh dampak positif dari siklus kenaikan harga komoditas. Pasalnya, perekonomian global saat ini mengalami keterbatasan pasokan komoditas utama, yang mengakibatkan kenaikan harga yang kuat. Dalam hal ini, Indonesia adalah salah satu negara yang akan diuntungkan. AKR mengantisipasi permintaan energi dan bahan kimia yang lebih tinggi. 

"Dengan infrastruktur logistik dan sumber pengadaan produk yang dapat diandalkan, AKR akan memastikan permintaan yang meningkat dapat terpenuhi, dan terus mengoptimalkan profitabilitas bagi para pemegang saham," jelas dia.

Peningkatan kinerja ini diharapkan bisa berpengaruh positif terhadap saham AKRA dan reksadana yang memiliki portofolio AKRA. Berdasarkan data RTI, saham AKRA sudah meningkat 12,59 persen dalam sebulan dan 46,69 persen dalam enam bulan. Pada perdagangan Selasa, (26/10), saham AKRA ditutup di level Rp 4.650.

Reksadana Saham dengan Portofolio AKRA

Peningkatan saham ini tentunya berdampak positif bagi reksadana saham yang memiliki portofolionya. Dua reksadana saham yang memiliki portofolio AKRA adalah BNP Paribas Pesona Syariah dari PT BNP Paribas Asset Management.

Selain AKRA, reksadana saham ini memiliki portofolio PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Dilihat dari kinerjanya, reksadana ini mencatatkan tingkat pengembalian (return) 3,93 persen dalam sebulan. Sedangkan dalam setahun, reksadana ini membukukan return 16,06 persen.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.