Reksadana Syariah Diprediksi Tumbuh Hingga 10 Persen

Meski bernama syariah, instrumen investasi ini bisa dipilih oleh semua investor tanpa memandang latar belakang agama tertentu
Abdul Malik • 22 Oct 2021
cover

Ilustrasi wanita mudah investor sedang duduk sambil melihat handphone untuk mengecek hasil investasi reksadana syariah melalui aplikasi Bareksa. (shutterstock)

Bareksa.com - Dana kelolaan reksadana syariah dinilai bisa tumbuh positif hingga 10 persen pada akhir tahun ini. Salah satu alasannya, karena permintaan dan minat investor atas reksadana syariah masih tinggi.

Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report September 2021 yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada bulan lalu, reksadana syariah masih mengalami koreksi baik dari sisi dana kelolaan maupun unit penyertaan secara sepanjang tahun berjalan/YtD dan tahunan/YoY. Masing-masing terkoreksi 44 persen dan minus 42 persen. Tapi, secara bulanan/MoM, dana kelolaan reksadana syariah tumbuh 4 persen.

Dana kelolaan reksadana syariah pada bulan lalu Rp41,76 triliun. Sebelumnya pada Agustus dan Juli 2021 masing-masing tercatat Rp40,15 triliun dan Rp40,56 triliun.

Dari sisi jumlah unit penyertaan, reksadana syariah pada bulan lalu terkoreksi 57 persen secara YtD dan minus 57 persen secara YoY.  Namun, secara bulanan/MoM, unit penyertaan reksadana syariah tumbuh 1 persen.

Pada bulan lalu, jumlah unit penyertaan reksadana syariah sebanyak 27,69 miliar unit. Sebelumnya pada Agustus dan Juli 2021, masing-masing tercatat 27,49 miliar unit dan 26,83 miliar unit.

Individu dan Institusi

Tubagus Farash Akbar Farich, Direktur Avrist Asset Management menyampaikan demand terhadap reksadana syariah masih besar baik oleh investor institusi maupun individu.

"Institusi di reksadana syariah pasar uang dan pendapatan tetap. Individu di reksadana syariah saham," kata Farash kepada Bareksa, Kamis (21/10/2021).

Melihat potensi pasar yang besar, Farash optimistis kelolaan reksadana syariah akan tumbuh positif meski bulan lalu masih terkoreksi secara YtD dan YoY. "Kami berharap bisa tumbuh 5-10 persen," kata Farash.

Melansir laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), reksadana syariah adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi (MI), untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang yang sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah Islam antara lain dengan portofolio penempatan dana di instrumen keuangan syariah seperti saham syariah dan sukuk.

Top 20 Manajer Investasi dengan Kelolaan Reksadana Syariah Terbesar September 2021

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report September 2021

Meski bernama reksadana syariah, instrumen investasi ini bisa dipilih oleh semua investor tanpa memandang latar belakang agama tertentu ya.

Sebagian isi artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadanaBareksa Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report September 2021. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.