Harga Komoditas Anjlok Tekan Saham Energi, Reksadana Ini Masih Moncer

Penurunan harga komoditas menyusul kabar Pemerintah China akan melakukan intervensi guna menahan lonjakan harga batu bara yang dianggap cukup tinggi
Abdul Malik • 22 Oct 2021
cover

Ilustrasi kenaikan dan penurunan harga minyak dan komoditas berdampak pada kenaikan dan penurunan pasar saham, utamanya saham terkait energi. Sehingga berpengaruh terhadap kinerja reksadana saham berbasis energi. (Shutterstock)

Bareksa.com - Setelah menguat cukup signifikan beberapa waktu terakhir, mayoritas harga komoditas seperti batu bara, minyak mentah, maupun minyak sawit (CPO) mengalami penurunan kemarin.

Menurut analisis Bareksa, penurunan harga komoditas menyusul kabar Pemerintah China akan melakukan intervensi guna menahan lonjakan harga batu bara yang dianggap cukup tinggi.

Langkah Negeri Tirai Bambu turut mempengaruhi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan juga kinerja mayoritas reksadana saham dan reksadana indeks berbasis sektor terkait energi. IHSG pada 21 Oktober 2021 turun 0,35 persen ke level 6.632,97.

Kondisi senada terjadi di pasar obligasi nasional. Imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) acuan naik akibat turunnya harga obligasi pemerintah Indonesia. Berdasarkan data id.investing.com (diakses 21/10/2021 pukul 17.00 WIB) benchmark obligasi pemerintah tercatat naik ke level 6,2 persen, pada 21 Oktober 2021.

Penurunan itu akibat imbal hasil obligasi acuan Pemerintah Amerika Serikat (AS) naik setelah pengumuman data tingkat pengangguran Negeri Abang Sam secara mingguan menurun. Kondisi itu semakin menandakan kesiapan Bank Sentral Negeri Adidaya tersebut atau The Fed untuk melakukan tapering (pengurangan pembelian obligasi).

Dampaknya, kinerja mayoritas reksadana pendapatan tetap berbasis SBN turut mengalami pelemahan.

Di tengah penurunan pasar saham dan pelemahan pasar obligasi, investor dengan profil risiko agresif dan moderat bisa melirik beberapa produk reksadana saham, reksadana indeks dan reksadana pendapatan tetap yang membukukan kinerja moncer berikut ini :

Imbal Hasil Reksadana 1 Tahun (per 21 Oktober 2021)

Reksadana Saham

BNP Paribas Pesona : 22,56 persen
Batavia Dana Saham : 19,56 persen

Reksadana Indeks

Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund : 26,14 persen
Principal Index IDX30 Kelas O : 20,36 persen

Reksadana Pendapatan Tetap

Sucorinvest Stable Fund : 9,21 persen
TRIM Dana Tetap 2 : 6,41 persen

Perlu diingat, apapun produk investasi pilihan kamu, agar selalu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi, serta profil risiko kamu ya!

(Sigma Kinasih/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.