Rahasia Dua Reksadana Indeks SRI-KEHATI Juara di Pekan Kedua Oktober

Indeks SRI-KEHATI menorehkan kenaikan jauh lebih tinggi dari IHSG sepanjang pekan lalu, tepatnya dengan lonjakan 4,17 persen
Abdul Malik • 18 Oct 2021
cover

Ilustrasi investasi kinerja reksadana indeks berbasis Indeks SRI KEHATI yang melesat. (Shutterstock)

Bareksa.com - Sepanjang pekan lalu, pasar saham Indonesia membukukan kinerja memuaskan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 6.600, dan bahkan hampir menyentuh all time high-nya di level 6.689 yang dicatatkan pada 19 Februari 2018.

Dalam perdagangan yang berlangsung mulai dari 11 hingga 15 Oktober 2021 atau merupakan pekan kedua Oktober, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya sekali berakhir di zona merah tepatnya pada awal pekan, sementara 4 hari berikutnya konsisten berakhir di zona hijau.

Alhasil secara mingguan (IHSG) berhasil mengakumulasi kenaikan 2,34 persen ke level 6.633,34. Di sisi lain, sepanjang pekan lalu investor asing juga terlihat sangat rajin mengoleksi aset berisiko Tanah Air dengan catatan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp5,15 triliun di pasar reguler.

Kondisi pasar saham yang mengalami penguatan signifikan pada pada pekan lalu, secara umum turut mendorong berbagai indeks saham, termasuk indeks SRI-KEHATI yang menorehkan kenaikan jauh lebih tinggi dari IHSG, tepatnya dengan lonjakan 4,17 persen.

Produk reksadana yang menjadikan SRI-KEHATI sebagai acuan portofolionya juga berhasil menduduki jajaran tertinggi imbal hasil (return) di Bareksa pada pekan lalu, yakni reksadana RHB SRI KEHATI Index Fund dengan kenaikan 4,15 persen dan Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati dengan imbal hasil 4,12 persen sepekan.

Sumber: Bareksa

Indeks saham Sustainable and Responsible Investment-KEHATI (SRI-KEHATI) merupakan salah satu indeks yang menjadi indikator pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia. Indeks ini menggunakan prinsip keberlanjutan, keuangan dan tata kelola yang baik, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai tolok ukurnya

Jika melihat konstituen indeks SRI-KEHATI saat ini, dapat dikatakan lonjakan indeks ini pada pekan lalu memang cukup wajar. Sebab dari 25 saham yang ada dalam indeks tersebut, 23 di antaranya berhasil menorehkan kenaikan dan hanya 1 saham yang terkoreksi dan 1 saham lainnya stagnan.

Kinerja Saham Penghuni Indeks SRI-KEHATI

No

Kode Saham

Nama Perusahaan

1 Pekan (%)

1

ASII

Astra International Tbk.

5.93

2

AUTO

Astra Otoparts Tbk.

4.11

3

BBCA

Bank Central Asia Tbk.

5.15

4

BBNI

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

9.76

5

BBRI

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

3.85

6

BBTN

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

7.89

7

BMRI

Bank Mandiri (Persero) Tbk.

3.62

8

BSDE

Bumi Serpong Damai Tbk.

4.09

9

DSNG

Dharma Satya Nusantara Tbk.

2.50

10

INCO

Vale Indonesia Tbk.

5.59

11

INDF

Indofood Sukses Makmur Tbk.

1.12

12

JSMR

Jasa Marga (Persero) Tbk.

11.59

13

KLBF

Kalbe Farma Tbk.

4.71

14

LSIP

PP London Sumatra Indonesia Tbk.

2.10

15

NISP

Bank OCBC NISP Tbk.

1.40

16

PGAS

Perusahaan Gas Negara Tbk.

2.69

17

POWR

Cikarang Listrindo Tbk.

4.03

18

PTPP

PP (Persero) Tbk.

12.24

19

SIDO

Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

-

20

SMGR

Semen Indonesia (Persero) Tbk.

8.67

21

TINS

Timah Tbk.

8.18

22

TLKM

Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

0.26

23

UNTR

United Tractors Tbk.

(2.39)

24

UNVR

Unilever Indonesia Tbk.

9.77

25

WIKA

Wijaya Karya (Persero) Tbk.

8.68

Sumber : Bursa Efek Indonesia

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Adapun reksadana indeks diartikan sebagai jenis reksadana yang kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, bisa indeks saham bisa juga indeks obligasi.

Berbeda dengan reksadana konvensional yang berusaha mengalahkan kinerja tolok ukurnya (benchmark), justru target dari reksadana indeks adalah menyamainya.

Jadi, daripada dikelola secara aktif, pendekatan reksadana indeks adalah secara pasif dengan menyusun portofolio investasi menyerupai indeks acuannya.

Karena komposisinya mirip atau bahkan sama persis dengan indeks acuannya, hasilnya juga tentunya akan mirip dengan kinerja indeks acuannya. Cara ini dikenal pula dengan strategi pengelolaan pasif (passive management strategy).

(KA01/Arief Budiman/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.