LPS Prediksi Bunga Deposito Terus Menurun, Reksadana Pasar Uang Makin Menarik

Rata-rata tingkat bunga deposito rupiah di bank benchmark LPS pada Juli 2021 menurun 8 basis poin (bps) ke level 3,27 persen
Abdul Malik • 23 Sep 2021
cover

Ilustrasi keuntungan investasi di reksadana pasar uang yang semakin menarik seiring tren penurunan bunga deposito. (Shutterstock)

Bareksa.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memprediksi penurunan suku bunga simpanan perbankan akan berlanjut memasuki kuartal III-2021 ini. Namun penurunan ini tidak berdampak signifikan terhadap reksadana pasar uang.

Sebaliknya investasi di reksadana pasar uang justru makin menarik karena di dalamnya tidak hanya berisi portofolio deposito, melainkan juga ada obligasi atau surat utang jangka pendek di bawah 1 tahun.

Berdasarkan riset Indikator Likuiditas yang dirilis LPS, pada Juli 2021, penurunan suku bunga simpanan berlanjut, meski lebih terbatas ditopang oleh kondisi likuiditas perbankan yang masih longgar.

Rata-rata tingkat bunga deposito rupiah di bank benchmark LPS pada Juli 2021 menurun 8 basis poin (bps) ke level 3,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Suku bunga minimum juga turun 9 bps ke level 2,7 persen, sementara suku bunga maksimum turun 6 bps ke level 3,84 persen. Suku bunga deposito valuta asing juga masih menunjukkan tren menurun dengan laju yang lebih terbatas.

Suku bunga average valuta asing tetap bertahan di level 0,23 persen, sementara suku bunga minimum dan maksimum mengalami penurunan masing-masing 1 bps dan 1 bps ke level 0,17 persen dan 0,28 persen.

LPS memperkirakan, penurunan suku bunga simpanan masih akan berlanjut dengan laju yang relatif terbatas pada kuartal III-2021 ini. Hal ini sejalan dengan kondisi likuiditas yang longgar. Sebagian bank terutama bank-bank kecil diperkirakan masih akan melakukan penyesuaian atas suku bunga simpanan merespons penurunan yang telah dimulai oleh bank-bank besar.

Meski suku bunga simpanan menurun, namun tingkat pengembalian (return) 35 reksadana pasar uang yang ada di Bareksa masih positif. Reksadana tersebut memberikan return di kisaran hingga 5,5 persen dalam setahun (per 22 September 2021). Imbalan tersebut jauh lebih menarik ketimbang rata-rata bunga deposito saat ini.

Apalagi bunga deposito masih harus dipotong pajak 20 persen. Sedangkan imbal hasil reksadana pasar uang tidak dipotong pajak, karena bukan merupakan objek pajak. Pajak sudah dikenakan di tingkat manajer investasi yang mengelola portofolio investasi reksadana pasar uang, yang di dalamnya ada deposito dan surat utang jangka pendek. Sehingga imbalan yang diterima nasabah atau investor, tidak lagi dipotong pajak.

Tercatat sebanyak enam produk reksadana pasar uang di Bareksa bahkan bisa memberikan return di atas 5 persen dalam setahun. Keenam reksadana tersebut adalah reksadana Sucorinvest Money Market Fund dengan return 5,5 persen, Danamas Rupiah Plus 5,44 persen, HPAM Ultima Money Market 5,34 persen, Mega Dana Kas 5,25 persen, Sucorinvest Sharia Money Market Fund 5,13 persen dan Capital Money Market Fund 5,13 persen.

(K09/AM)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.