Kelolaan Reksadana Pendapatan Tetap Terus Naik pada Agustus, Siapa MI Juaranya?

Dana kelolaan dan unit penyertaan reksadana pendapatan tetap kembali kompak tumbuh di atas 5 persen YtD
Abdul Malik • 15 Sep 2021
cover

Ilustrasi investasi di reksadana pendapatan tetap dan obligasi, baik obligasi korporasi ataupun obligasi pemerintah atau SBN yang terus bertumbuh saat pasar bergejolak. (Shutterstock)

Bareksa.com - Laporan Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report August 2021, yang mengolah data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan reksadana pendapatan tetap sepanjang tahun berjalan/YtD kembali tumbuh positif pada bulan lalu baik dari dana kelolaan atau asset under management (AUM) maupun unit penyertaan.

Secara year to date atau sepanjang tahun berjalan/YtD, dana kelolaan reksadana pendapatan tetap tumbuh 8 persen. Sementara secara tahunan/YoY dan bulanan/MoM, dana kelolaan reksadana pendapatan tetap pada Juli 2021 masing-masing tumbuh 25 persen dan 1 persen.

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap pada Agustus 2021, tercatat Rp151,5 triliun. Sebelumnya pada Juli dan Juni 2021, masing-masing tercatat Rp150,1 triliun dan Rp145,69 triliun.

Pertumbuhan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap pada bulan lalu, selaras dengan tumbuhnya jumlah unit penyertaan. Pada bulan lalu, unit penyertaan reksadana pendapatan tetap tercatat naik 10 persen.

Secara tahunan/YoY dan bulanan/MoM, unit penyertaan reksadana pendapatan tetap pada Agustus 2021 masing-masing tumbuh 20 persen dan 1 persen.

Unit penyertaan reksadana pendapatan tetap bulan lalu 91,43 miliar unit. Sebelumnya pada Juli dan Juni 2021 masing-masing tumbuh jadi 90,9 miliar unit dan 88,4 miliar unit.

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report August 2021

Reksadana pendapatan tetap adalah suatu portofolio investasi yang berisi surat utang (obligasi) dan produk pasar uang. Portofolio reksadana pendapatan tetap harus terdiri dari surat utang minimal 80 persen dari portofolionya dan sisanya adalah produk pasar uang.

Top 5 Manajer Investasi

Positifnya dana kelolaan reksadana pendapatan tetap pada Agustus 2021, ditopang oleh kinerja positif mayoritas manajer investasi. Lalu siapa saja manajer investasi dengan kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada bulan lalu?

Bareksa mencatat posisi 5 besar manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar pada bulan lalu, kembali diisi oleh manajer investasi yang sama sejak Mei 2021. Hanya ada perbedaan pada besaran nilai dana kelolaan dan juga tingkat pertumbuhannya setiap bulan.

1. Manulife Aset Manajemen Indonesia

Manulife Aset Manajemen Indonesia masih menempati posisi puncak dengan perolehan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar.

Pada bulan lalu, AUM reksadana pendapatan tetap Manulife AM tercatat Rp23,9 triliun, dengan market share 16 persen. Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Manulife secara tahunan (YoY) tumbuh 86 persen dan sepanjang tahun berjalan/YtD naik 19 persen.

2. Sinarmas Asset Management

Posisi kedua dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar juga masih ditempati Sinarmas AM. Pada bulan lalu, Sinarmas AM mengantongi dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Rp13,64 triliun dan menguasai market share 9 persen.

Dana kelolaan reksadana pendapatan Sinarmas AM naik 8 secara YtD, 1 persen secara MoM, dan 16 persen secara tahunan/YoY.

3. Bahana TCW Investment Management

Posisi ketiga manajer investasi dengan perolehan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar masih ditempati Bahana TCW Investment Management. Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap yang dihimpun Bahana TCW bulan lalu senilai Rp13,09 triliun.

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Bahana TCW tumbuh 3 persen secara YoY dan bulanan/MoM serta 11 persen secara tahunan/YoY. Bahana TCW menguasai market share reksadana pendapatan tetap 9 persen pada bulan lalu.

4. Ashmore Asset Management Indonesia

Ashmore Asset Management Indonesia juga masih posisi keempat manajer investasi dengan perolehan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar. Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Ashmore pada bulan lalu senilai Rp10,45 triliun.

Dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Ashmore tumbuh 97 persen secara YoY, dengan market share 7 persen pada Agustus 2021.

5. Batavia Prosperindo Aset Manajemen

Sementara itu Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia PAM) bertahan menempati posisi kelima sebagai manajer investasi dengan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar.

Nilai dana kelolaan reksadana pendapatan tetap Batavia PAM Rp10,12 triliun bulan lalu. Market share reksadana pendapatan tetap yang dikuasai Batavia PAM ialah 7 persen.

Sucor AM Tumbuh Tertinggi

Di sisi lain dari daftar 20 manajer investasi dengan kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar, Sucorinvest Asset Management tercatat sebagai manajer investasi dengan pertumbuhan dana kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar baik secara bulanan/MoM, tahun berjalan/YtD, dan tahunan/YoY.  Masing-masing tumbuh 22 persen, 223 persen, dan 810 persen.

Sucorinvest berada di peringkat 13 pada bulan dari top 20 manajer investasi dengan kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar. Dana reksadana pendapatan tetap Sucorinvest bulan lalu Rp3,61 triliun dengan pangsa pasar yang dikuasai 2 persen.

Daftar 20 MI kelolaan reksadana pendapatan tetap terbesar Agustus 2021

Sumber: Bareksa Mutual Fund Industry, Data Market - Monthly Report August 2021

Artikel ini merupakan cuplikan dari laporan bulanan industri reksadana Bareksa: Mutual Fund Industry, Data Market – Monthly Report August 2021. Untuk berlangganan laporan ini silahkan hubungi [email protected] (cc: [email protected]).

(Martina Priyanti/Tim Data/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.