Asing Net Buy Rp4,9 Triliun Sepanjang Agustus, Kinerja Seluruh Reksadana Naik

Sepanjang bulan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan berhasil menguat 1,32 persen ke level 6.150,3
Abdul Malik • 01 Sep 2021
cover

Ilustrasi tren pemulihan ekonomi yang terus berlanjut setelah dihantam dampak pandemi Covid-19, yang berpengaruh terhadap kinerja reksadana dan SBN. (Shutterstock)

Bareksa.com - Perdagangan bulan Agustus 2021 telah berakhir. Pasar modal Indonesia berhasil melaluinya dengan kinerja cukup positif. Sepanjang bulan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat tipis 1,32 persen ke level 6.150,3.

Mood pelaku pasar dalam memburu aset berisiko Tanah Air terlihat sangat baik, terutama investor asing yang mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp4,93 triliun di pasar reguler sepanjang Agustus 2021.

Pada bulan lalu, isu tapering off (pengurangan pembelian obligasi di pasar sekunder) Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan tahun ini menjadi katalis negatif yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

Namun di penghujung bulan, IHSG akhirnya mampu menguat kembali setelah Ketua The Fed, Jerome Powell menyatakan kebijakan tapering off bakal dijalankan terpisah atau tidak bersamaan dengan kebijakan kenaikan suku bunga acuan.

Di sisi lain, pada bulan lalu sentimen rilis data pertumbuhan ekonomi domestik juga sempat mendorong IHSG ke zona hijau pada awal bulan.

Pada Kamis (5/8/2021), Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 sebesar 3,31 persen secara kuartalan, dan 7,07 persen secara tahunan. Ekonomi Indonesia tumbuh melesat dibanding kuartal I 2021.

Hasil tersebut berada di atas konsensus Reuters yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2,94 persen QoQ dan 6,57 persen YoY.

Pencapaian tersebut mengakhiri rentetan pertumbuhan negatif (kontraksi) selama empat kuartal berturut-turut. Artinya, Indonesia merdeka dari resesi ekonomi.

Seluruh Jenis Reksadana Kompak Menguat

Kondisi IHSG yang mengalami kenaikan pada bulan lalu, secara umum turut mendorong kinerja seluruh reksadana, terutama yang berbasis ekuitas. Hal tersebut tercermin dari penguatan indeks reksadana pendapatan saham yang menjadi paling tinggi pada bulan lalu dengan kenaikan 1,66 persen.

Sumber: Bareksa

Adapun di peringkat kedua, indeks reksadana campuran yang notabene juga cukup banyak menempatkan alokasi dana pada instrumen saham menyusul dengan kenaikan 0,97 persen.

Sementara itu, di peringkat ketiga dan keempat diraih indeks reksadana pendapatan tetap dan indeks reksadana pasar uang masing-masing 0,84 persen dan 0,24 persen.

Perlu diketahui, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

(KA01/Arief Budiman/AM)

​***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

- Daftar jadi nasabah, klik tautan ini
- Beli reksadana, klik tautan ini
- Download aplikasi reksadana Bareksa di App Store​
- Download aplikasi reksadana Bareksa di Google Playstore
- Belajar reksadana, klik untuk gabung Komunitas Bareksa di Facebook. GRATIS 

DISCLAIMER​
Investasi reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus dan fund fact sheet dalam berinvestasi reksadana.